Kemaren Minggu ke Sundak.. seneng banget rasanya bisa ke sundak lagi. Jadi inget semua perasaan yang pernah didapat selama beberapa kali ke Sundak.
Takjub, melihat keindahan pantai.
Romantis, bisa ngeliat bulan di malam hari di pinggir pantai sambil buat patung pasir.
Seneng, nggak nyangka bisa sedeket itu.
Tersanjung, saat seseorang memberikan jagung bakarnya padaku.
Dingin, harus tetap terjaga saat malam dan kehujanan.
Rindu, saat kulihat punggungnya dari jauh tanpa dapat meraihnya. Tak bisa kucari kata yang tepat untuk menggambarkan perasaanku saat itu.
Bersamangat, nggak nyangka bisa balik ke tempat ini lagi.
Haru, teringat kenangan di saat-saat terindah dalam hidupku.
Capek, baru pertama kali ke Sundak naek motor.
Bangga, dengan langkah tegap memakai jaket yang sama, persis seperti teroris.
Riang, tak terasa terbentuk jalinan persahabatan.
Cemas, membayangkan hal menyakitkan apa yang akan terjadi.
Suram, saat tak bisa kuraih kebahagiaan yang biasanya selalu kudapat tiap kali aku ke Sundak. Meskipun begitu Sundak tetap indah.
Sendu, aku kehilangan semangatku.
Sundak.. aku kembali lagi. Wajahmu sedikit berbeda. Air laut sedang pasang saat itu. Membuatmu seperti kehilangan daya tarikmu. Namun, wajahmu yang baru membuatku sedikit terlupa akan kepahitan masa lalu. Dan Sundak, aku kembali untuk menghilangkan kesan itu.
Berbeda dengan biasanya, cuaca sedang mendung saat itu. Matahari dengan sopan tak menampakkan wajahnya untuk menyengat kulitku. Hmm.. Tapi Sundak, aku meninggalkanmu tanpa kesan.
Kukup.. Di sini aku mulai teringat kembali masa itu. Tapi, aku ingin bebas dari masa lalu. Untungnya, laut pun mengiyakan. Terimakasih laut telah mengizinkanku merebut kembali kebahagiaanku. Meskipun begitu, ombak sedikit kurang ajar, mempermainkanku hingga membuatku basah. Kuyup. Dan ubur-ubur mengukuhkan kerajaannya tanpa mau berbagi dengan manusia. Terpaksa, menyingkir ke warung sambil melawan racun yang menyebar. Terpaksa pula, memakai baju orang lain. Pengalaman yang tak terlupakan..
Samas.. Tak pernah seindah itu dalam ingatanku. Cuacanya benar-benar menyenangkan. Lebih menyenangkan bisa menghabiskan waktu yang sedikit untuk bersama. Menyusuri pantai; melihat anak-anak berburu “yuyu”; ngeliat ibu-ibu nyuci baju; sampai bertemu seorang teman (dunia ternyata memang tak selebar daun kelor).
Pulang.. Kali ini kembali ke Yogya tanpa dibasahi air hujan, padahal dari pagi mendung terus. Yang jelas, dingin.. baju masih basah. Mau buang air kecil..mampir di masjid yang sama, entah gimana bisa ketemu. Waktu ternyata tak mau kompromi, menghilangkan kesempatan untuk menikmati pemandangan yogya dari sudut terindah.