May 20, 2010

right now

cowok apa cewek?

self confident degradation

detektif

insomnia

May 16, 2010

Fake One

Orgasme Palsu
Dirangkum dan diedit dari sumber :RM BLITZ

Beberapa wanita pernah pura-pura orgasme. Eits, jangan emosi dulu. Tapi jelas ada alasannya. Akan menjadi kebanggan bagi seorang pria (mas) jika dapat membuat pasangannya orgasme. Dan wanita (dind) paham betul akan kebutuhan pasangannya tersebut. FYI, dind sepertinya juga pernah melakukan orgasme palsu, tapi hanya sedikit sekali. Pernah dalam multiple orgasme yang dind alami, satu diantaranya adalah palsu.

Oke, sebelum membahas lebih detil, mari kita lihat beberapa alasan mendasar wanita berpura-pura orgasme, sumber: RM BLITZ

  1. Untuk Memuaskan Pasangan
    Kesenangan tersebut membuatnya juga merasakan hal yang sama dan menuntunnya untuk menikmati orgasme. Seperti halnya pria, wanita pun selalu mencari cara memuaskan pasangan. Sebuah timbal balik yang menyenangkan.
    Inilah alasan mendasar dind berpura-pura. Apalagi mas seneng banget kalo dind dapat banyak. Semoga mas mau mengerti.
  2. Untuk Cepat Menyelesaikan Babak Pergumulan
    Dengan berbagai alasan, wanita sering kali tidak mood bercinta, tapi dengan memalsukan orgasme, pria kemungkinan akan mudah dan cepat mencapai klimaks.
    Memang ada kalanya dind tidak begitu mood saat bercinta. Alasannya? Ada di bawah
Menurut sumber: RM BLITZ, beberapa faktor wanita enggan bercinta adalah: (udah dind edit, sesuai kondisi yang pernah dind alami)
  1. Rasa Sakit di Vagina
    Berbeda dengan wanita yang cenderung butuh waktu lama untuk membuat dirinya terangsang dengan cumbuan dan sentuhan, lelaki cenderung ingin “langsung”. Namun hal ini terkadang berakibat rasa sakit pada vagina usai melakukannya karena vagina yang kering karena kurangnya lubrikasi dan tergesa melakukan penetrasi.
    Hal ini sudah lama dind ungkapkan, dan mas juga sudah mulai mengerti. Thanks, hon..
  2. Kurang Tidur
    Sejumlah Wanita merasa tidur lebih penting ketimbang melakukan hubungan seksual.
    Apalagi dalam kondisi badan yang nggak enak. Dind merasa tidur adalah obat yang paling mujarab.
  3. Kasar
    Dengan meremas atau menggigit bahu pasangan biasanya akan menambah sensasi saat bercinta. Namun, tanpa sadar kadang dilakukan terlalu keras hingga bisa membuat pasangan tidak nyaman.
    Dind yakin mas tidak pernah bermaksud untuk kasar. Dan dind juga sempat bilang saat permainan mas mulai agak menyakitkan. Tapi untungnya mas mengerti dan tetep, lanjuttt....

Tapi satu hal tentang orgasme palsu. Bukan berarti dind tidak mendapatkan kenikmatan. I really enjoy the pleasure. Dind hanya ingin memberikan kenikmatan yang lebih kepada mas. Itu saja.

ps: di sinilah uniknya bercinta, suatu kenikmatan tersendiri bagi masing-masing jika dapat membuat pasangannya merasakan kenikmatan. please don't get it wrong... luv u...

May 15, 2010

lucid dream

Ternyata ini namanya lucid dream.. Diriku udah cukup sering ngalamin mimpi kayak gini. Tapi seru juga, bisa ngendaliin mimpi :)
Lucid dream adalah mimpi dimana sang pemimpi sadar bahwa dirinya sedang bermimpi. Saat terjadi lucid dream, seseorang dapat masuk bahkan memanipulasi kejadian-kejadian dalam mimpi tersebut. Lucid dream dapat terlihat sangat nyata tergantung tingkat kesadaran seseorang dalam mimpi tersebut. sumber

Diriku inget pertama kali nyadar dapet lucid dream ini. Waktu itu pas smp. Pas lagi mimpi, tiba-tiba diriku nyadar bahwa aku lagi mimpi. Waktu itu, diriku yakin banget kalo mau bangun tinggal pejamin mata aja. Na, pas mejamin mata, eh eh, beneran pas buka mata lagi udah natap langit-langit kamar tidur.

Pernah lagi pas mimpi buruk. Begitu nyadar kalo itu cuman mimpi. Diriku langsung berasumsi lagi, kalo mau bangun baca-baca ayat aja, minimal basmalah. Nah, pas mau ngucapin kata bismillah, susah banget. Ampe berkali-kali nyoba, akhirnya dengan mengerahkan segenap kekuatan, terucap juga "bis-". Na, naru ngucapin kata bis, tiba-tiba diriku udah terbangun, dan ternyata diriku juga sedang ngucapin kata "bis-". Pantesan susah banget... Lha pas tudur kan tenggorokan lagi kering.. Hehehe...
Setelah itu lumayan sering lah ngalamin lucid dream kayak gini. Biasanya sih, buat bangunin diri sendiri kalo pas lagi mimpi buruk, ato ngelanjutin jalan cerita mimpi yang sempat terputus karena kebangun sesuai dengan yang diriku mau.

Lucid dream dapat terbentuk dalam dua cara. Dream-initiated lucid dream (DILD) berawal dari sebuah mimpi biasa dan kemudian sang pemimpi menyimpulkan bahwa dirinya sedang bermimpi. Wake-initiated lucid dream (WILD) muncul ketika sang pemimpi berada dalam kondisi sadar dan langsung memasuki dunia mimpi.sumber


Kebanyakan lucid dream yang kualamin kayaknya dild deh. Tapi pas ngelanjutin mimpi yang sempat terputus, itu kayaknya wild. Pernah suatu malam, diriku ngalamin lucid dream lagi. Tapi yang itu bener-bener beda. Jadi pas di dalam suatu ruangan, tiba-tiba diriku nyadar kalo ini cuma mimpi. Masih dalam keadaan bermimpi sekaligus penasaran, diriku ngeliatin seluruh ruangan dan benda-benda yang ada di dalamnya. Saat itu, semuanya keliatan nyata banget. Setelah udah cukup puas ngeliatin, akhirnya diriku pun terbangun. Pas bangun, rasa-rasanya pengen ngelanjutin mimpi dengan cerita yang berbeda. Diriku mulai memejamkan mata supaya bisa balik lagi ke ruangan di mimpi tadi. Tapi setalah berkali-kali dicoba dengan membayangkan ruangan yang sama, tetep ga bisa. Baru lah diriku nyadar kalo diriku masih belum bisa ngatur sampe sedetil itu. Jadi kubiarkan diriku tertidur lebih dalam, dan membiarkan ruangan itu terbentuk dengan caranya sendiri. (kedengerennya jadi kayak menghipnotis diri sendiri yah? Hiii) betul juga, setelah itu muncul sebuah lampu. Dari situ, mulailah perlahan-lahan muncul sebuah ruangan dengan perabot kayu di dalamnya. Masih, semuanya begitu nyata.

Rasanya aneh, seneng, plus cemas. Senengnya kalo kita bisa ngatur seluruh jalan cerita mimpi kita, tapi gimana kalo kita ga bangun-bangun karena keasaikan di dunia mimpi. Jadi diriku bakal pikir dua kali deh buat ngelakuin lucid dream yang terencana. Tar bisa-bisa jadi schizopren lagi, campur aduk antara yang nyata dan yang mimpi. Gara2 kebanyakan nonton pilem dan baca buku tentang schizo dan mdp nih!

May 12, 2010

billy milligan

"24 wajah Billy"

Novel ini dibuat berdasarkan kisah nyata. Yang terlintas di benakku tentang novel-novel kisah nyata adalah penuh manipulatif dan banyak bagian yang telah didramatisir karena kedangkalan penulis dalam mendalami kisah sebenarnya. Jika tidak, pastilah itu buku yang sangat membosankan, tanpa ending, alias diakhiri dengan kisah yang mengambang. Namun, ceritanya membuatku penasaran. 24 orang dalam 1 tubuh? Pernah beberapa kali kutonton film tentang kepribadian ganda. Dua diantaranya yang kuingat adalah, Fight Club dan Belahan Jiwa. Yang satu dengan 2 kepribadian dan yang satu lagi dengan 5 kepribadian. Itu saja sudah membuatku bingung (sekaligus tertarik) terhadap kehidupan yang mereka jalani. Dan 24 kepribadian? Dari mana saja kepribadian itu bisa muncul? Akhirnya kupilih buku yang lumayan tebal ini sebagai bacaan akhir pekan, walaupun akhirnya kuselesaikan buku ini pada hari selasa.

Ceritanya menarik. Diawali dengan penangkapan Billy sebagai tersangka pemerkosaan, perampokan dan percobaan pembunuhan. Cerita berlanjut ketika para pembela yang menyadari kepribadian ganda billy, akhirnya meloloskan Billy dari segala tuntutan dan memasukkannya pada perawatan yang lebiah intensif di beberapa rumah sakit. Di situlah Billy mulai menyadari keberadaan "orang-orang" lain dalam dirinya dan dengan dukungan dari para dokter berjuang untuk dapat menyatukan kembali serpihan-serpihan dirinya yang terpecah. Keadaan begitu baik sampai pada suatu saat ia dipindahkan ke rumah sakit dengan perawatan yang buruk. Dirinya kembali pecah menjadi serpihan-serpihan kepribadian. Keadaan makin memburuk sampai akhirnya Billy menyerah untuk berjuang. Beberapa "orang yang dominan dalam dirinya"-pun sudah menutup komunikasi dengan siapapun dan bersiap menunggu datangnya sang ajal. Setelah 2 tahun penulis mengikuti perkembangan Billy, akhirnya buku ini dituntaskan pada tahun 1982. Tak ada publikasi lebih lanjut mengenai kehidupan Billy setelah itu.

Willian Stanley Milligan, alias Billy Milligan memang ada. Setelah searching di google, ada sebuah video dokumenter yang menurutku adalah rekaman saat Billy sedang melakukan konseling dengan dokter Harding. Terlihat perubahan drastis pada mimiknya saat terjadi peralihaan antara sosok danny si penakut, dan sosok arthur si angkuh.

Kurasa, setiap orang memiliki kepribadian yang lain tersimpan dalam dirinya. Namun, bedanya, pada orang normal, seluruh kesadaran dipegang atas satu kendali, satu orang. Kadang kita merasa kita dipenuhi dengan rasa emosi, entah itu marah, sedih, senang dsb. Tapi pasti ada bagian dari diri kita yang menekan dan mengendalikan perasaan itu agar reaksi yang terjadi tidak berlebihan dan sesuai dengan koridor serta kondisi yang terjadi.

Pada diriku sendiri, ku merasakan beberapa orang dalam diriku. Ada perfeksionis yang tekun, ada yang religius, ada penasehat yang serba tahu, ada pemalas yang ceroboh. Macam-macam sifatnya. Masing2 pun bisa muncul lebih dominan di kondisi yang berbeda. Misal, pada hal-hal menarik yang sedang kukerjakan aku cenderung perfeksionis dan tekun, sedangkan untuk hal-hal yang membosankan aku cenderung ceroboh dan malas. Sering kali juga ku berbicara pada diriku sendiri, menasehati, berdiskusi, kadang sampai terucap cukup keras dan hampir terdengar oleh orang-orang yang sadang berada di sekitarku.

Hal yang biasa, menurutku. Seorang teman pernah bercerita padaku bahwa ia pun sering berbicara pada dirinya sendiri. Dia bilang, ini berhubungan dengan tingkat kecerdasan kita, bahwa orang cerdas cenderung dapat berkomunikasi dengan pikiran mereka sendiri. Tentang yang satu ini, ku sangat setuju. Seperti hendak membuat teman khayalan yang mereka simpan di pikiran mereka sendiri sebagai teman diskusi saat membantu meningkatkan daya otak saat mereka sedang berfikir. Contoh yang paling sederhana adalah saat kita bermain catur. Setiap orang akan memiliki percakapan kecil pada pikirannya, yang satu sang penyerang, yang satu sang bertahan. Keduanya saling berdebat hingga keduanya sepakat untuk memilih satu langkah yang tepat.

Jadi, kupikir bahwa bahkan orang se-normal apa pun pasti punya sisi gila dalam diri mereka. Kontrol dari dalam diri mereka lah yang membuat mereka menjadi benar-benar tidak gila. Well, i'm still normal, ain't i?

May 11, 2010

Rainy Day

Jakarta kalo ujan pasti macet! Untung diriku naik motor, yang bisa leluasa nyari celah2 kecil di antara mobil2. Setelah diperhatikan, kalo pas macet pasti banyak yang stress. Ga itu pengemudi mobil atopun motor. Termasuk diriku. Sampe2 keki ngeliat kanan, kiri, depan, belakang, isinya mobil semua. Alhasil, ikutlah diriku ke arus mobil2 itu. Which is, turned around and facing the opposite side. What the heck? Baru nyadar pas jalan belokan yang harusnya ke kanan, ternyata belok terus ampe muter balik. Dan ku hanya bisa tertawa. Gotcha! Inilah lini yang sedang stress berkendara di saat macet… well, ok. Dengan cepat menata pikiran supaya tetap tenang. Untung masih ada musik yang bisa didengar via headset. Setidaknya bisa membuatku lebih sante. Putaran telah berlalu, dan kuikuti jalur busway, dengan jejeran mobil di sebelah kanan.

Dan datanglah pengendara motor stress korban macet yang ke dua. Dari belakang ada bunyi bunyi klakson. Oh, ada motor di belakang. Dia terus aja bunyiin klakson, seolah2 jalan sedang lenggang dan motor yang berjalan di depannya berjalan terlalu lambat. Well, it’s traffic jam dude! Every single vehicle will move slow! Aku sih, ngekek aja ngedengerin suara klakson dari belakang. Tetep aja aku jalan pelan menyusuri jalur busway sambil nyanyi2. Tepat di ujung jalur busway, seperti yang kuduga, tingkat stress pengendara stress korban macet yang kedua itu udah di ubun2. Begitu dia nyalib lewat sisi kiri, pengendara itu langsung teriak “eaggghhh!!!”. I did it. Eat that, dude! Lol.

Belum cukup sampe situ, seperti yang kuprediksikan, pangkalan jati – jatiwaringin macet minta ampun. Pas ngikut rombongan motor berjalan perlahan, tiba2 ada yang nyundul dari belakang. Ini dia pengendara motor stress korban macet yang ke-tiga. Buset, apaan sih, macet gini bisa2 nya nyundul lumayan kenceng. Kejadian orang nyundul dari belakang sih emang biasa. Soalnya diriku juga gitu kadang2. Hehehe.. Tapi ga kenceng kayak gitu deh. Oke, aku cuman noleh doang. Pas tarikan yang kedua, eh kayak kurang sundulan, motor belakang nyundul lagi dengan tingkat sundulan yang sama. Ealah, ni orang pake motor apaan sih, sampe remnya ga pakem gitu. Pas kuliat, motornya merah, ga pake jaket, dan pake helm proyek. Walah, habis dari mana pak, makanya lain kali bawa jaket biar ga kehujanan dan buru2 kayak gitu.

Dan… ternyata yang stress bukan cuman korban macet. Ada juga karena korban tidak tahu medan. Ada bagian di jalan raya jatiwaringin yang jalan bagian pinggirnya penuh ranjau alias lubang. Karena pernah beberapa kali diriku menjadi korban ranjau2 itu, maka jalanku sengaja kupelankan dan mengambil sisi paling kiri dekat trotoar. Kulirik pengendara di samping kananku, tampaknya dia tidak terbiasa dengan ranjau2 di sini. Tepat di depan ranjau yang paling besar, si pengendara baru ngeh kalo ada lubang tepat beberapa senti di depannya. Tiba2 si pengendara stress itu langsung banting kiri. Just view inch from my motorcycle, then we stopped. Untungnya si pengendara itu masih punya etika, dia minta maaf. Ya ya… this is my bad driving day.
On the rainy-traffic jammy-day in the big city. Thanks allah, i still have this emotional management skill.

May 05, 2010

his nice b*tt

beberapa hari yang lalu, akhirnya ketemu juga buku diary yang kupikir udah hilang. lucunya, selama lebih dari 10 tahun, buku diary setipis itu belum tamat-tamat juga. setelah kubaca-baca, lebih dari setengahnya bercerita tentangnya. my ex-first-boyfriend, now is my husband. geli banget waktu baca-baca lagi masa-masa dimana rasa suka itu mulai muncul.

ada satu bagian dimana ku bercerita betapa ku cemas sekaligus kagum saat dia menjadi pemandu ospek. kuingat saat itu, saat dia berjalan meemasuki ruangan musholla, dimana aku tepat berjalan di belakangnya. hal yang kuingat dalam pikiranku saat itu adalah. well, he has nice b*tt. ups.. :)