Bagi yang ingin menyimak catatan saya tentang program kehamilan yang saya jalani, silakan berkunjung ke coretan-coretan edisi “Road to our little” di sini.
.
Fiuh… setelah sekian lama ga apdet serial “Road to our little”, mari kita lanjutkan sejenak apa yang terjadi selama 2 tahun ini. Buat yang penasaran, status kami saat ini masih belum punya buntut. Tak ada alasan khusus kenapa saya ngambek ga apdet blog. Tapi sepertinya, saya sempat down saat perjuangan kami belum membuahkan hasil. Down dalam arti, takut menuliskan kegagalan yang bisa menurunkan semangat juang para pemirsa yang bernasib sama seperti saya ini. Meskipun begitu, bukannya kami tinggal diam selama 2 tahun ini, banyak yang telah kami lakukan. Apa saja? Mari kita simak estafetnya para pemirsah…
.
Seperti judulnya, Step 9 to 13, jadi ada 5 program yang telah kami jalani. Status terakhir pada step 8 adalah saya melakukan terapi untuk menurunkan ASA. Dan hasilnya, sukses. ASA saya sudah turun menjadi 1024 yang artinya sudah diperbolehkan untuk melakukan program kehamilan, entah itu program kehamilan normal, inseminasi, atau bayi tabung. Namun, setelah menunggu kehamilan normal selama 2 bulan, masih juga belum dikaruniai momongan.
.
Step 9 – Inseminasi # 1
Akhirnya kami memutuskan untuk mencoba proses inseminasi buatan, dimana sperma akan diambil dan dikekstrak, lalu kemudian akan dimasukkan kedalam rahim saat ovulasi. Kali ini kami memilih dr Karel di RS Abdi Waluyo, karena kebetulan kakak saya juga sedang program di sana. dr Karel ini udah tua banget dan selalu positif, ga pernah bikin pasiennya khawatir. Pertama kami konsul ke dr Karel adalah tanggal 22 Juni 2012 dan setelah melalui beberapa tahap saya pun melakukan Inseminasi pada tanggal 16 Juli 2012. Dan hasilnya, negatif.
.
Step 10 – Hidrotubasi
Setelah kegagalan proses Inseminasi, dr Karel menganjurkan untuk melakukan Hidrotubasi. Jadilah saya dijadwalkan untuk hidrotubasi di RS Bunda tanggal 12 Desember 2012. Saya pikir rasanya akan sama dengan HSG yang pernah saya alami, yang mana nggak menyakitkan. Tapi…. saat cairan dimasukkan ke miss V, rasanya sakit minta ammmppyuunnn… Kalo nggak salah saya sampe teriak-teriak. dr Karel pun sepertinya sudah paham akan rasa sakit ini sehingga sebelum proses dilakukan, suami saya disuruh berdiri di belakang saya untuk memberikan rasa nyaman. Dan setelah hidrotubasi, belum juga ada tanda-tanda kehamilan.
.
Step 11 – Inseminasi #2
Tanggal 25 Januari 2013, kami mencoba proses inseminasi buatan kembali. Dan hasilnya, masih gagal.
.
Step 12 – Alternatif
Setelah 2 kali proses Insem dan masih belum berhasil juga, kami mencoba metode alternatif. Nggak cuma satu.
.
Alternatif Pertama, Pijet di H. Zein. Temen saya yang merekomendasikannya. Sebenarnya saya tidak tertarik dengan pijet-pijetan, tapi karena ini yang dipijet daerah kaki, jadi menurut saya tidak akan berdampak buruk pada rahim. Dan juga karena lokasinya relatif dekat dengan rumah, jadilah kami ke tempat praktek jam 4 sore. Di sana kami ditangani oleh staffnya terlebih dahulu, dan disuruh untuk kembali lagi jam 12. Ternyata H. Zein ini datengnya ke tempat praktek emang malem2. Betapa kagetnya kami saat jam setengah satu dini hari di lokasi, sudah banyak sekali pasien yang ngantri. Dan yang bikin lebih kaget, ternyata yang namanya H. Zein itu masih muda banget. Mungkin usianya antara 35 – 40 th. Saat tiba giliran kami diperiksa, H. Zein mijet kaki suami terlebih dahulu. Beliau sih cuma komentar, “yang sering ya”, yang artinya suami OK. Lalu saat saya dipijet, h. Zein bilang, “Bagus kok, cuman kurangin lemaknya di daerah perut ya”. That’s it. Artinya, kondisi kami berdua memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
.
Alternatif Kedua, Akupuntur dengan dr. Agung di RS Haji. Saya mengambil paket kesuburan selama 2 bulan. Rasanya ditusuk-tusuk pake jarum? Ga sakit kok. Enak malah, soalnya sekalian akupuntur area wajah, muka jadi berasa kinclong deh.
.
Alternatif Ketiga, Bekam di Rumah Bekam. Selama sebelum2nya cuman pernah ngebekam suami di rumah, setelah ngerasain bekam di Rumah Bekam, rasanya enak ternyata. Ga sakit, malah relaks kayak dipijet.
.
Alternatif Keempat, pijet di Pak Bambang, Jogja. Kalo ini mama yang ngerekomendasiin karena anak dari temennya berhasil hamil setelah pijet di sini. Saya memanfaatkan waktu saat mudik untuk intens di Pak Bambang. Tipenya hampir sama dengan H. Zein. Pertama dipijet bagian kaki, lalu dipijet bagian punggung. Cuman, pijet di Pak Bambang ini sama sekali ga kerasa sakit. Mijetnya pun ga diteken banget, cuman diremes-remes aja, istilahnya di-nyet-nyet gitu. Jadi ga bikin kapok.
Hasilnya, dari kesemua alternatif tersebut, belum juga membuahkan hasil.
.
Step 13 – Bayi Tabung #1
Tibalah kami pada tahap yang sekarang sedang kami jalani. Bayi tabung, masih sama di dr Karel. Menyadari umur pernikahan kami yang menginjak 5 tahun, kami memberanikan diri untuk mengambil langkah ini. Meskipun di mata dokter, usia kami masih muda, yaitu di bawah 30 th, kami pikir, tidak ada kata terlalu dini untuk mencoba. Prosesnya sama persis seperti yang diceritakan Bless Mom di sini.
Tanggal 18 September 2013 saya OPu (Ovum Pick Up) dan hasilnya, dapat 10 telur. Waow… banyak ya.. Alhamdulillah…
Besoknya, saya diberitahu oleh dr Titik, asisten dr Karel, bahwa terjadi 5 pembuahan. Sebenernya saya mengharapkan ada 6-8 yang terjadi pembuahan, tapi tetap saja terjadi 5 pembuahan adalah anugrah, dimana yang lain biasanya hanya sekitar 3 pembuahan.
Tanggal 20 September 2013, proses ET (Embrio Transfer) yaitu menanamkan telur yang telah dibuahi ke dalam rahim. Saat itu perkembangan dari lima telur adalah terjadi pembelahan dengan nilai masing masing 5, 5, 6, 7 dan 8 pembelahan. Rasanya? nggak sakit, malah lebih sakit pas Insem deh. Catatan dr Karel “Smooth ET”.
.
Jadi, saya sekarang sedang istirahat di rumah. Bekal surat keterangan istirahat selama seminggua sudah di tangan, jadilah saya seminggu ini jadi pengangguran leyeh-leyeh di rumah. Berusaha untuk terus positif thinking, dan terus berdoa.
Dan sekarang saya bisa pasrah atas ketentuan Allah, semua kuserahkan padamu ya Allah. Rizeki datang dari dan hanya atas izin-Mu, ya Allah. Semoga kali ini Kau mengabulkan doa kami. Amin…
September 24, 2013
August 08, 2013
kerja itu…
enaknya kerja itu….
ketika awal masuk, kita tinggal duduk, plongah-plongoh, belaga bodoh dan semua orang memaklumi kekurang-pengalamannya kita dibanding para senior2 yang lain…
susahnya kerja itu…
ketika atasan mulai over-estimate dengan kemampuan kita, sehingga ngasih kerjaan yang bertubi-tubi..
enaknya kerja itu…
ketika bisa berkomunikasi yang baik dengan atasan, sehingga segala tugas bisa selesai dengan lancar
susahnya kerja itu…
ketika rekan mulai risih ngeliat kita terlalu deket dengan atasan, alih-alih memberi masukan-masukan positif ke atasan, malah ngecap kita sebagai penjilat. fiuh…
enaknya kerja itu…
ketika kerja dengan rekan-rekan sesama cewek, kalo pas tanggal2 santai bisa janjian ke mall sekedar buat makan siang..
susahnya kerja itu…
ketika kerja dengan rekan-rekan sesama cewek, pas ngumpul2 kebanyakan topik pembicaraan adalah tentang gosip-gosip negatif. mulai dari selebritis, sampai dengan rekan kerja lain yang kebetulan lagi nggak ada di situ… dan saat waktunya kerja, emosi dan perasaan menjadi lebih dominan dibandingkan akal sehat..
enaknya kerja itu…
ketika masih bisa nulis blog dan buka facebook buat main candy crush saga
susahnya kerja itu…
ketika rekan kerja posting masalah2 kantor di facebook. hei, sudahlah, jika anda butuh dukungan, cukuplah Allah jadi dukungan anda. (bagi saya pribadi, saya juga butuh blog anonim seperti ini sekedar buat nyampah :p )
Whatever it is, I will survive
ketika awal masuk, kita tinggal duduk, plongah-plongoh, belaga bodoh dan semua orang memaklumi kekurang-pengalamannya kita dibanding para senior2 yang lain…
susahnya kerja itu…
ketika atasan mulai over-estimate dengan kemampuan kita, sehingga ngasih kerjaan yang bertubi-tubi..
enaknya kerja itu…
ketika bisa berkomunikasi yang baik dengan atasan, sehingga segala tugas bisa selesai dengan lancar
susahnya kerja itu…
ketika rekan mulai risih ngeliat kita terlalu deket dengan atasan, alih-alih memberi masukan-masukan positif ke atasan, malah ngecap kita sebagai penjilat. fiuh…
enaknya kerja itu…
ketika kerja dengan rekan-rekan sesama cewek, kalo pas tanggal2 santai bisa janjian ke mall sekedar buat makan siang..
susahnya kerja itu…
ketika kerja dengan rekan-rekan sesama cewek, pas ngumpul2 kebanyakan topik pembicaraan adalah tentang gosip-gosip negatif. mulai dari selebritis, sampai dengan rekan kerja lain yang kebetulan lagi nggak ada di situ… dan saat waktunya kerja, emosi dan perasaan menjadi lebih dominan dibandingkan akal sehat..
enaknya kerja itu…
ketika masih bisa nulis blog dan buka facebook buat main candy crush saga
susahnya kerja itu…
ketika rekan kerja posting masalah2 kantor di facebook. hei, sudahlah, jika anda butuh dukungan, cukuplah Allah jadi dukungan anda. (bagi saya pribadi, saya juga butuh blog anonim seperti ini sekedar buat nyampah :p )
Whatever it is, I will survive
Subscribe to:
Posts (Atom)