For the things i naver done. I Love You.
December 31, 2025
Silly Me
December 04, 2025
Que sera, sera
It's been two weeks.
I'm okay, but it seems like it takes time for me to give you my full trust.
Selalu terlintas kenangan saat dengan ringannya dia menyembunyikan kenyataan, dengan perkataan-perkataan yang terdengar sangat menjanjikan.
I'm not mad at you. But i'm still wondering, whether or not this will continue to happen. Or maybe even worse?
Bahkan otak ini mulai memberikan gambaran sekenario terburuk yang bisa saja terjadi. Yang berakhir pada kesimpulan, semua adalah milik Allah dan tak seharusnya kita menggantungkan harapan pada manusia.
Que sera, sera. Whatever will be, will be.
Sejauh mana kita menginginkan sesuatu, jika memang tidak ditakdirkan maka tak akan terjadi. Sebaliknya, sejauh mana kita berharap sesuatu tidak terjadi, jika itu telah menjadi ketetapan-Nya maka kita hanya bisa menerimanya.
So i'll just have to embrace all the happiness and the pain that will come through me.
Waktu lah yang mendewasakanku. Dan waktu pulalah yang akan mengembalikan kepercayaanku padamu.
Kuharap kita selalu dalam bimbingan dan lindungan-Nya. Aamiin..
BTW, just realize, i wrote a similar post about "trust" 20 years ago here.
November 24, 2025
Sweet 17
Alih-alih marah, aku malah lega. Bisa mendengarkan langsung dari bibirmu. Tentang hal-hal yang bertahun-tahun ini kerap mengusik pikiranku. Praduga yang memang ternyata benar adanya, yang bahkan aku sudah menerima dan memaafkannya meskipun kau tak cerita.
Selama ini ku dihadapkan pada 2 pilihan. Tutup mata, atau membuka tirai. Dan waktu lah yang mendewasakanku. Hingga kuputuskan untuk membuka tirai. Apa yang ditutupi pastilah sesuatu yang pahit, namun aku sudah siap. Dibanding aku harus terus dibakar rasa curiga.
Di tanganku, kugenggam pedang bermata dua. Yang bisa menyakitiku, sekaligus menyakitinya. But there's no turning back. It's now or never. Memang sakit, namun tak seberapa. Malah terangkat beban di pikiran ini.
Kuharap ini tak menyakitinya. Atau melukai harga dirinya.
Kuharap dia tak tenggelam dalam rasa bersalahnya. Karena sesungguhnya, gwenchana. Biarkan ini jadi pendewasaan kita berdua untuk jadi yang lebih baik.
Kuharap dia tetap menjadi ayah dan suami yang hebat. Like he always been.
Love U. Always.