November 24, 2025

Sweet 17

Alih-alih marah, aku malah lega. Bisa mendengarkan langsung dari bibirmu. Tentang hal-hal yang bertahun-tahun ini kerap mengusik pikiranku. Praduga yang memang ternyata benar adanya, yang bahkan aku sudah menerima dan memaafkannya meskipun kau tak cerita.

Selama ini ku dihadapkan pada 2 pilihan. Tutup mata, atau membuka tirai. Dan waktu lah yang mendewasakanku. Hingga kuputuskan untuk membuka tirai. Apa yang ditutupi pastilah sesuatu yang pahit, namun aku sudah siap. Dibanding aku harus terus dibakar rasa curiga. 

Di tanganku, kugenggam pedang bermata dua. Yang bisa menyakitiku, sekaligus menyakitinya. But there's no turning back. It's now or never. Memang sakit, namun tak seberapa. Malah terangkat beban di pikiran ini. 

Kuharap ini tak menyakitinya. Atau melukai harga dirinya.

Kuharap dia tak tenggelam dalam rasa bersalahnya. Karena sesungguhnya, gwenchana. Biarkan ini jadi pendewasaan kita berdua untuk jadi yang lebih baik.

Kuharap dia tetap menjadi ayah dan suami yang hebat. Like he always been

Love U. Always.


No comments: