👨: Duh kok pengen pipis ya
January 07, 2026
Bottle
👨: Duh kok pengen pipis ya
December 31, 2025
Silly Me
December 04, 2025
Que sera, sera
It's been two weeks.
I'm okay, but it seems like it takes time for me to give you my full trust.
Selalu terlintas kenangan saat dengan ringannya dia menyembunyikan kenyataan, dengan perkataan-perkataan yang terdengar sangat menjanjikan.
I'm not mad at you. But i'm still wondering, whether or not this will continue to happen. Or maybe even worse?
Bahkan otak ini mulai memberikan gambaran sekenario terburuk yang bisa saja terjadi. Yang berakhir pada kesimpulan, semua adalah milik Allah dan tak seharusnya kita menggantungkan harapan pada manusia.
Que sera, sera. Whatever will be, will be.
Sejauh mana kita menginginkan sesuatu, jika memang tidak ditakdirkan maka tak akan terjadi. Sebaliknya, sejauh mana kita berharap sesuatu tidak terjadi, jika itu telah menjadi ketetapan-Nya maka kita hanya bisa menerimanya.
So i'll just have to embrace all the happiness and the pain that will come through me.
Waktu lah yang mendewasakanku. Dan waktu pulalah yang akan mengembalikan kepercayaanku padamu.
Kuharap kita selalu dalam bimbingan dan lindungan-Nya. Aamiin..
BTW, just realize, i wrote a similar post about "trust" 20 years ago here.
November 24, 2025
Sweet 17
Alih-alih marah, aku malah lega. Bisa mendengarkan langsung dari bibirmu. Tentang hal-hal yang bertahun-tahun ini kerap mengusik pikiranku. Praduga yang memang ternyata benar adanya, yang bahkan aku sudah menerima dan memaafkannya meskipun kau tak cerita.
Selama ini ku dihadapkan pada 2 pilihan. Tutup mata, atau membuka tirai. Dan waktu lah yang mendewasakanku. Hingga kuputuskan untuk membuka tirai. Apa yang ditutupi pastilah sesuatu yang pahit, namun aku sudah siap. Dibanding aku harus terus dibakar rasa curiga.
Di tanganku, kugenggam pedang bermata dua. Yang bisa menyakitiku, sekaligus menyakitinya. But there's no turning back. It's now or never. Memang sakit, namun tak seberapa. Malah terangkat beban di pikiran ini.
Kuharap ini tak menyakitinya. Atau melukai harga dirinya.
Kuharap dia tak tenggelam dalam rasa bersalahnya. Karena sesungguhnya, gwenchana. Biarkan ini jadi pendewasaan kita berdua untuk jadi yang lebih baik.
Kuharap dia tetap menjadi ayah dan suami yang hebat. Like he always been.
Love U. Always.
March 12, 2024
Perfect
Tidak ada yang sempurna katanya. Tapi tidak menurutku. Di mataku dia begitu sempurna. Dia yang selalu benar. Dia yang serba bisa. Dia yang sangat produktif. Dia yang menyimpan dan menyelesaikan masalahnya sendiri.
Tapi satu yang benar, aku jauh dari sempurna. But, I'm trying so hard, to be perfect just like you. It might be easy for you to do all that stuff perfectly. How can you be so effortless handling so many things. While I'm the one who always messed the things up, no matter how hard I try.
No wonder, why I always be the one who always be blamed, for a single mistake I've made. I should've just take it. Just like the other time. But sometimes it drown me in tears. When all the effort I spent for it, wiped away by mistakes I've made. And all you can see is just how careless I am. And you have to remind me all over again, just to make sure I get it.
And in the end, inspite of hundred matters you have to handle, my feelings might be not a big deal for you. Or maybe just a burden for you.
To my perfect husband, "Sorry" might not settle the thing down and erase your mad at me. But I hope you see my efforts, more than you see my mistakes.
March 08, 2024
Keran
Bagaikan keran yang tak lagi tersumbat, kini hasratku kepadanya tak
terbendung. Kerinduan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Rasa haus akan
sentuhan tubuhnya. Semua baru kurasakan kepadanya dalam beberapa bulan
terakhir. Seakan tak peduli apakah dia akan menyambut rasa ini atau tidak, I
just do what i wanna do.
Beberapa hal memang sangat ingin kulakukan sejak dulu. Namun aku terlalu
takut untuk memulainya. Atau lebih tepatnya, terlalu gengsi. Tanpa kusadari, 15
tahun sudah kulalui dengan keangkuhan itu. Dan pada satu titik akhirnya aku
tersadar, apa lagi yang aku tunggu? Apakah aku sanggup menanggung penyesalan
jika ternyata waktu kami bersama tak lagi panjang.
Hari demi hari kuberanikan diri membuka tirai keangkuhan yang manghalangi
langkahku untuk menyentuhnya. Sedikit demi sedikit, aku memulainya. Memang
canggung pada awalnya. Tapi aku menyukainya. Aku menikmatinya. Kenikmatan yang
dulu hanya dapat kubayangkan, kini aku mulai menggenggamnya. Dan ada
kebahagiaan yang luar biasa ketika ternyata dia pun menikmatinya.
Entah sampai kapan aku akan bertahan menjadi diriku yang sekarang ini.
Apakah aku akan kembali menjadi diriku yang seperti dulu? Mungkin saja, tapi
tolong jangan biarkan hal itu terjadi. Aku tak mau. Setidaknya tidak untuk saat
ini. Aku masih menginginkan hasrat ini terus mengalir.
Dan di saat yang sama aku pun tersadar. Betapa jahatnya aku. Betapa aku
telah mengabaikannya selama 15 tahun sebelumnya.
Teruntuk suamiku. Maafkan aku. Sungguh, maafkan aku.
February 19, 2024
Time For Us
19 Februari 2024
40 lokasi = 40 kali perjalanan dinas = 40 minggu
Andaikan semua lokasi itu harus sudah tuntas dikunjungi dalam 1 tahun, artinya hanya tersisa 14 minggu dia menghabiskan waktu di Jakarta. Itu pun belum worst casenya yang bisa aja tambah lokasi, atau tambah durasi sampai 2 minggu per lokasi. Dan belum lagi dipotong hari untuk kegiatan golf-nya yang penting itu. Kesimpulannya, kesempatan bagi kami untuk meluangkan waktu bersama hanyalah setipis lembaran pink di buku nota. Dan mau tak mau, aku harus merelakannya.
Sedikit berlebihan? Bisa jadi. Tapi sebenernya ini self defense mechanism dariku, agar aku tidak mengharapkan waktu yang lebih banyak darinya. Karena aku tak mau kecewa. Anggap saja LDR.
But, knowing you'll not gonna be here for the most of time, it breaks my heart. Aku tahu tidak kehilangan dia, aku hanya kehilangan waktunya untuk bersama kami. Namun ini membangkitkan ingatanku saat aku masih kecil. Saat di mana aku bertanya-tanya, mengapa ibuku bisa sebegitu sedihnya saat ditinggal ayahku dinas ke luar kota. Dan kini aku mengalaminya.
Lalu aku ingat, saat dimana karir ayahku mulai menanjak naik. Beberapa acara pelantikan, kami diajak untuk menyaksikan betapa besarnya sosok ayah kami di mata kami yang kecil.
Ingatan kembali bergulir, dimana tak lama, ayahku meninggalkan kami.
Sejujurnya, sejak dulu, aku selalu dibayang-bayangi oleh kehidupan keluargaku. Ibuku dan kedua budhe-ku. Ajal memisahkan mereka dengan suami tercintanya, dan harus merawat anak-anaknya sendirian.
Kebetulannya lagi, kemudian nenekku dan nenek dari suamiku pun harus hidup tanpa suami di kehidupannya yang senja. Mambuatku mengambil benang kesimpulan, bahwa sangatlah umum terjadi jika sang suami lebih dahulu dipanggil yang maha kuasa.
Perpisahan memang suatu keniscayaan. Karena kita tak tahu kapan ajal menjemput. Bisa jadi dia yang meninggalkanku terlebih dahulu, atau pun sebaliknya.
Sehingga dalam relung hatiku, aku selalu berfikir harus siap untuk kehilangan nya suatu saat nanti. Dan hal sebenarnya mendasari motivasiku untuk menjadi working mom, dan untuk bisa mandiri.
But, we'll never know what happen next. Aku hanya perlu melakukan yang terbaik selama waktu itu masih ada. Dan aku tak akan menyia-nyiakan waktu yang berharga ini. Agar aku tak kecewa di kemudian hari.
And I pray for the best happen to all of us. You, me and our daughters.
February 17, 2024
Good Enough For You
April 18, 2012
H14
-
Ada apa, ada apa to…?
-
Jadi begini ceritanya…
Hari ini, saya ditugaskan untuk rapat di semarang. Berangkatlah saya naik pesawat pagi. Nah pas lagi leyeh-leyeh bin sante-sante di kantor tujuan, ditelpon lah saya oleh pak bos. “Mba, besok juga ada rapat lagi di sana. Jadi besok nerus ya!!”
-
Deg!! “nggak bisa yang lain pak?” tanya saya lemes. Pertanyaan retoris. Saya cukup sadar diri. Opsi yang paling logis memang saya-lah yang hadir. Bingung nginep dimana? Ada mess, mau pulang ke jogja pun bisa. Nggak ada baju? Tinggal beli di Ramayana. Takut tekor? Nota dinas tinggal diperpanjang.
-
Tapi bukan itu alasan utama mengapa saya segalau ini. Masalahnya hari ini adalah H14. Setelah pak dokter bilang bahwa nilai ASA-ku udah normal, malam-malam di minggu kedua adalah malam yang sangat dinantikan.
-
Apa daya. Kini saya terperangkap di semarang. Sendirian. Mau tetep nekat balik ke jakarta dan besok balik lagi ke semarang? Ah, tampaknya tanpa istirahat yang cukup, usaha kami bakalan sia-sia. Nginep di semarang, sendirian? Tambah bingung, nggak tau nginep dimana, nggak tau bisa makan apa dengan kondisi banyak pantangan seperti ini, masih harus belanja buat beli baju. Sendiri pula. Ah, tampak lebih mengenaskan. Untungnya, jogja hanya sejauh 3 jam.
-
Dan di sinilah saya. Berharap malam ini masih belum malam “bersinar” saya.
November 10, 2011
kasih tak sampai
-
Dua minggu lalu, misua mengijinkanku untuk pelesir ke DIY dan sekitarnya bareng temen-temen kantor. Tersusunlah sejumlah rencana. Mengajak temen-temen untuk nginep di rumah yang lagi kosong ngglondang, belanja ke malioboro, jalan-jalan ke pantai wonosari, menghabiskan pagi dengan berjalan mengelilingi waduk belakang rumah dan ke pasar beli gudeg. Sebuah panci Happycall buat mama pun sudah ditangan. Wuih… rasanya wajah Jogja sudah di depan mata.
-
Seminggu kemudian (minggu lalu), saat pulang kantor dengan santainya misua bilang kalo pada saat yang sama, akan ada Family Gathering. Dan.. buyar sudah semua bayangan yang ada di kepala. Wajah jogja tiba-tiba menjauh dan mengecil. Sempat agak gelo, soalnya udah bayangin segitu hebohnya perjalanan ke Jogja.
-
Tapi seiring dengan menjauhnya wajah Jogja, wajah Ancol pun semakin mendekat dan menawarkan beberapa paket yang tak kalah menggiurkan. Ke Dufan. Berhubung misua belum pernah ke sono, jadi bisa sedikit show off ke misua tentang sejumalah permainan wahana yang hampir pernah kunaiki semua
-
Dannn….. untuk kedua kalinya, aku terpaksa harus merelakan rencana liburan. Kemarin, misua pergi ke kampung karena kakek meninggal. Yang artinya, rencana menghabiskan weekend pun buyar sudah. Dan aku pun terpaksa tertinggal di jakarta karena pekerjaan kantor yang menumpuk berkat partner yang lagi cuti.
-
Yah, seperti kata Pak Dis, malam itu hati saya sangat galau. Bukan saja malam itu, tapi malam ini, dan malam-malam berikutnya… sampai misua datang.
-
Well.. wish 4 the better vacation later…
May 16, 2010
Fake One
- Untuk Memuaskan Pasangan
Kesenangan tersebut membuatnya juga merasakan hal yang sama dan menuntunnya untuk menikmati orgasme. Seperti halnya pria, wanita pun selalu mencari cara memuaskan pasangan. Sebuah timbal balik yang menyenangkan.Inilah alasan mendasar dind berpura-pura. Apalagi mas seneng banget kalo dind dapat banyak. Semoga mas mau mengerti.- Untuk Cepat Menyelesaikan Babak Pergumulan
Dengan berbagai alasan, wanita sering kali tidak mood bercinta, tapi dengan memalsukan orgasme, pria kemungkinan akan mudah dan cepat mencapai klimaks.Memang ada kalanya dind tidak begitu mood saat bercinta. Alasannya? Ada di bawah
- Rasa Sakit di Vagina
Berbeda dengan wanita yang cenderung butuh waktu lama untuk membuat dirinya terangsang dengan cumbuan dan sentuhan, lelaki cenderung ingin “langsung”. Namun hal ini terkadang berakibat rasa sakit pada vagina usai melakukannya karena vagina yang kering karena kurangnya lubrikasi dan tergesa melakukan penetrasi.Hal ini sudah lama dind ungkapkan, dan mas juga sudah mulai mengerti. Thanks, hon..- Kurang Tidur
Sejumlah Wanita merasa tidur lebih penting ketimbang melakukan hubungan seksual.Apalagi dalam kondisi badan yang nggak enak. Dind merasa tidur adalah obat yang paling mujarab.- Kasar
Dengan meremas atau menggigit bahu pasangan biasanya akan menambah sensasi saat bercinta. Namun, tanpa sadar kadang dilakukan terlalu keras hingga bisa membuat pasangan tidak nyaman.Dind yakin mas tidak pernah bermaksud untuk kasar. Dan dind juga sempat bilang saat permainan mas mulai agak menyakitkan. Tapi untungnya mas mengerti dan tetep, lanjuttt....
May 05, 2010
his nice b*tt
ada satu bagian dimana ku bercerita betapa ku cemas sekaligus kagum saat dia menjadi pemandu ospek. kuingat saat itu, saat dia berjalan meemasuki ruangan musholla, dimana aku tepat berjalan di belakangnya. hal yang kuingat dalam pikiranku saat itu adalah. well, he has nice b*tt. ups.. :)
April 11, 2010
woman and jealousy
tidak masuk akal? begitulah wanita. mengapa bisa begitu? sebagai seorang wanita, kurasa itu karena sifat ingin diperhatikan, karena wanita butuh perhatian yang lebih dibandingkan pria.
and, ’bout me myself. i’m just like another woman too. but i like this jealousy. it tingle my heart everytime i feel it. and i enjoy it very much.
January 28, 2010
how much can you save?
ungkapan seperti ini tampaknya sudah beberapa kali kudengar. rasanya jadi seperti tertuduh. akhirnya, pertanyaan inilah yang muncul:
“apa sebenarnya yang mas harapkan?”
dan untukku sendiri, ku mulai mempertanyakan kembali:
“untuk apa aku bekerja?”
hmmm… awalnya mungkin karena ku lihat ibuku adalah seorang yang bekerja. mungkin dari sana, tertanam di benak bahwa begitulah seharusnya. dan sekarang, jawaban dari pertanyaan itu mulai semakin jelas, yaitu untuk membantu dan sebagai back up keperluan rumah tangga.
ku beruntung memiliki suami yang tidak mempermasalahkan istrinya untuk bekerja. bisa saja dia melarangku. ku tak kan bilang bahwa berdiam diri di rumah adalah hal yang mudah, sebab ku dibesarkan di lingkungan dimana para ibu bekerja. namun, jika memang diharuskan, kuyakin ku akan bisa melaluinya.
sekarang, kondisinya adalah kami berdua bekerja. menurutku, kondisi finansial kami sangatlah baik. jauh lebih baik dari beberapa temanku. mungkin faktor jarak lah yang membuat dia sering meragukan kemampuan berhematku. jaraklah yang membuat dia tidak bisa melihat bagaimana kuhabiskan waktu hanya di kos saat yang lainnya sibuk menghabiskan gajinya di mall, bioskop, ataupun tempat hiburan lainnya. jaraklah yang membuat dia tidak bisa melihat bagaimana ku menahan keinginan untuk membeli berbagai pernak-pernik saat menemani temanku berbelanja, dan berakhir hanya untuk membantu membawakan belanjaan sang teman. jaraklah yang membuat dia tidak menyadari bahwa jumlah pakaianku tidak bertambah dalam beberapa bulan ini. jaraklah yang membuat dia tidak bisa melihat saat kutransfer sebagian ke rekening kami yang lain. tapi, ku pun tidak bisa menyalahkannya atas keraguannya tersebut. ini juga karena kelalaianku dalam membuat laporan keuangan.
namun, jarak dan waktu sudah kupertaruhkan. jika memang semua ini tidak cukup bermanfaat dari segi materil, maka mungkin pekerjaanku ini hanya membawa mudhorot bagi ku. jadi, apakah tidak lebih baik untuk melepaskan ini semua?
January 19, 2010
if love is blind
maybe i am just a fool for you. maybe you’re no angel too. but all that talk is cheap. when i’m alone with you.
all the world is crazy anyway. what’s it matter what they say. if i’m the one that’s wrong. then let in be my mistake
if love is blind, i’ll find my way with you. cause i can’t see myself not in love with you. if love is blind, i’ll find my way with you ====================================================
this song reminds me of me and him. love is blind. i can’t even describe why i’m in love with him. when they say that sorta thing, i can only smile. well, that’s love pal…
a saw many couples like me and him. funny, i thought exactly the same as they thought to me. well i remember, that’s love….
January 01, 2010
why not?
pak b : mas seso lagi di jakarta ya mbak?
me : iya pak
pak b : kok nggak diajak kesini aja, makan-makan bareng
me : nggak pak, lagi kerja
me : ke monas me :
December 10, 2009
reminds me uf us
Boy I hear you in my dreams, I feel your whisper across the sea, I keep you with me in my heart, You make it easier when life gets hard
They don’t know how long it takes, waiting for a love like this. Every time we say goodbye, I wish we had one more kiss I’ll wait for you I promise you, I will
And so I’m sailing through the sea, to an island where we’ll meet. You’ll hear the music fill the air, I’ll put a flower in your hair Though the breezes through trees, move so pretty you’re all I see. As the world keeps spinning round, you hold me right here right now
I’m lucky I’m in love with my best friend. Lucky to have been where I have been. Lucky to be coming home again I’m lucky we’re in love every way. Lucky to have stayed where we have stayed. Lucky to be coming home someday
December 06, 2009
dejavu
yah, lumayan seru lah, liburan kali ini. yang jelas outbond, sekalian pacaran lagi
report dikit tentang malino. area dingin di wilayah sulawesi selatan. sedikit menyerupai kali urang, tapi area bermainnya nggak seluas kali urang dan nggak ada air terjun (soalnya kita nggak kesana, nggak tau deh sebenernya ada apa nggak). lokasi ini menjadi salah satu tujuan wisata di sulawesi selatan. bisa ditempuh sekitar 2 jam dari kota makassar.
November 29, 2009
first cook, cook first
kunjungan kali ini emang beda dari sebelum-sebelumnya. ada hal-hal yang berkurang,namun digantikan dengan kegiatan lain,which is..masak bareng. hehe.. dan dimulailah duet maut tersebut. sehari bisa masak sampe 2 kali. well..that’s fun.
leyeh-leyeh di depan tipi sambil nonton ternyata asik juga. ato sekedar nemenin suami yang lagi bobok, sambil ngaskus. well..now that’s a holiday. (emang sebelumnya apaan?nyetor kali.hihihi)
fuh..andai tiap sabtu-minggu bisa seperti itu..