Showing posts with label married. Show all posts
Showing posts with label married. Show all posts

January 07, 2026

Bottle

Story time.. 

Jadi ceritanya kami berlima lagi macet-macetan di dalem mobil. Udah 1 jam-an lah macet parah di tol Semarang arah Batang. Dan ujung macet masih setengah jalan lagi. Nyeletuklah sang pilot di kursi kendali.
👨: Duh kok pengen pipis ya
👩: Ada nih toilet portabel *Kami emang selalu bawa kursi toilet portabel yg selalu tersedia di mobil. Tapi yang biasa pake sih para penumpang ya
👨: Ah susah ah
👩: Mau pake botol? Ada nih botol kosong *langsung kukasih botol kosong ke triplet buat dikasih ke papanya 
👩: Ni nduk, buat papa
👧: Ni pa, dari mama *sambil ngasih botol kosong ke papanya
👨: Ah nggak muat ini

Dan mamanya pun mulai membayangkan sambil cekikikan dan mengucap istighfar.

December 31, 2025

AI

 For the things i naver done. I Love You.




Silly Me

Belakangan ini ada yang bikin aku dag dig dug. Rasanya banyak bunga yang bermekaran di hati. Bikin dada ini mau petjah. 

One night, after we made love, i grabbed his arm, and held his hand against my chest. His warmth spread throughout my body. My heart fluttered. My eyes felt as though they might burst into tears. That's how happy i was. 

Then i remembered, i've done this before. Once when i woke up in the middle of the night, i saw my husband's face. He slept like a baby. Then suddenly i felt this urge to touch him. So I grabbed his arm. Held his hand,just to feel the warmth of his hand. I love him. 

Then i remembered, long time ago. I'd felt this feeling too. Once when we rode his bike, he grabbed my hand and held it on his belly. Our thumbs played with each other along the ride. 

Silly me. All these years. I have never had the courage to do the things i longed to do with him. Even the simple things. Those thoughts just fly in my head, barely turning into reality. Such a coward.

Lalu ada lagi yang bikin dag dig dug. 

Our new routine before he leave to work. The goodbye kiss. Whenever noone see though. 

And today, we had our goodbye. I kissed his right cheek, then his left. Then he gestured for a final kiss. But i didn't. Because the kids were there. Then suddenly this guilty feeling haunted me for the rest of the day. Why didn't i kiss him back? I could have kissed him when we walked through the door. Or when he was putting his shoes on. But i didn't.

Silly me. Again, missed the chance of doing what felt right.

December 04, 2025

Que sera, sera

It's been two weeks.

I'm okay, but it seems like it takes time for me to give you my full trust.

Selalu terlintas kenangan saat dengan ringannya dia menyembunyikan kenyataan, dengan perkataan-perkataan yang terdengar sangat menjanjikan. 

I'm not mad at you. But i'm still wondering, whether or not this will continue to happen. Or maybe even worse?

Bahkan otak ini mulai memberikan gambaran sekenario terburuk yang bisa saja terjadi. Yang berakhir pada kesimpulan, semua adalah milik Allah dan tak seharusnya kita menggantungkan harapan pada manusia.

Que sera, sera. Whatever will be, will be.  

Sejauh mana kita menginginkan sesuatu, jika memang tidak ditakdirkan maka tak akan terjadi. Sebaliknya, sejauh mana kita berharap sesuatu tidak terjadi, jika itu telah menjadi ketetapan-Nya maka kita hanya bisa menerimanya.  

So i'll just have to embrace all the happiness and the pain that will come through me.  

Waktu lah yang mendewasakanku. Dan waktu pulalah yang akan mengembalikan kepercayaanku padamu. 

Kuharap kita selalu dalam bimbingan dan lindungan-Nya. Aamiin..

BTW, just realize, i wrote a similar post about "trust" 20 years ago here.

November 24, 2025

Sweet 17

Alih-alih marah, aku malah lega. Bisa mendengarkan langsung dari bibirmu. Tentang hal-hal yang bertahun-tahun ini kerap mengusik pikiranku. Praduga yang memang ternyata benar adanya, yang bahkan aku sudah menerima dan memaafkannya meskipun kau tak cerita.

Selama ini ku dihadapkan pada 2 pilihan. Tutup mata, atau membuka tirai. Dan waktu lah yang mendewasakanku. Hingga kuputuskan untuk membuka tirai. Apa yang ditutupi pastilah sesuatu yang pahit, namun aku sudah siap. Dibanding aku harus terus dibakar rasa curiga. 

Di tanganku, kugenggam pedang bermata dua. Yang bisa menyakitiku, sekaligus menyakitinya. But there's no turning back. It's now or never. Memang sakit, namun tak seberapa. Malah terangkat beban di pikiran ini. 

Kuharap ini tak menyakitinya. Atau melukai harga dirinya.

Kuharap dia tak tenggelam dalam rasa bersalahnya. Karena sesungguhnya, gwenchana. Biarkan ini jadi pendewasaan kita berdua untuk jadi yang lebih baik.

Kuharap dia tetap menjadi ayah dan suami yang hebat. Like he always been

Love U. Always.


March 12, 2024

Perfect

Tidak ada yang sempurna katanya. Tapi tidak menurutku.  Di  mataku dia begitu sempurna. Dia yang selalu benar. Dia  yang serba bisa. Dia yang sangat produktif. Dia yang menyimpan dan menyelesaikan masalahnya sendiri. 

Tapi satu yang benar, aku jauh dari sempurna. But, I'm trying so hard, to be perfect just like you. It might be easy for you to do all that stuff perfectly. How can you be so effortless handling so many things. While I'm the one who always messed the things up, no matter how hard I try. 

No wonder, why I always be the one who always be blamed,  for a single mistake I've made. I should've just take it. Just like the other time. But sometimes it drown me in tears. When all the effort I spent for it, wiped away by mistakes I've made. And all you can see is just how careless I am. And you have to remind me all over again, just to make sure I get it.

And in the end, inspite of hundred matters you have to handle, my feelings might be not a big deal for you. Or maybe just a burden for you.

To my perfect husband, "Sorry"  might not settle the thing down and erase your mad at me. But I  hope you see my efforts, more than you see my mistakes. 

March 08, 2024

Keran

Bagaikan keran yang tak lagi tersumbat, kini hasratku kepadanya tak terbendung. Kerinduan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Rasa haus akan sentuhan tubuhnya. Semua baru kurasakan kepadanya dalam beberapa bulan terakhir. Seakan tak peduli apakah dia akan menyambut rasa ini atau tidak, I just do what i wanna do.

Beberapa hal memang sangat ingin kulakukan sejak dulu. Namun aku terlalu takut untuk memulainya. Atau lebih tepatnya, terlalu gengsi. Tanpa kusadari, 15 tahun sudah kulalui dengan keangkuhan itu. Dan pada satu titik akhirnya aku tersadar, apa lagi yang aku tunggu? Apakah aku sanggup menanggung penyesalan jika ternyata waktu kami bersama tak lagi panjang.

Hari demi hari kuberanikan diri membuka tirai keangkuhan yang manghalangi langkahku untuk menyentuhnya. Sedikit demi sedikit, aku memulainya. Memang canggung pada awalnya. Tapi aku menyukainya. Aku menikmatinya. Kenikmatan yang dulu hanya dapat kubayangkan, kini aku mulai menggenggamnya. Dan ada kebahagiaan yang luar biasa ketika ternyata dia pun menikmatinya. 

Entah sampai kapan aku akan bertahan menjadi diriku yang sekarang ini. Apakah aku akan kembali menjadi diriku yang seperti dulu? Mungkin saja, tapi tolong jangan biarkan hal itu terjadi. Aku tak mau. Setidaknya tidak untuk saat ini. Aku masih menginginkan hasrat ini terus mengalir. 

Dan di saat yang sama aku pun tersadar. Betapa jahatnya aku. Betapa aku telah mengabaikannya selama 15 tahun sebelumnya.

Teruntuk suamiku. Maafkan aku. Sungguh, maafkan aku.

February 19, 2024

Time For Us

19 Februari 2024


40 lokasi = 40 kali perjalanan dinas = 40 minggu

Andaikan semua lokasi itu harus sudah tuntas dikunjungi dalam 1 tahun, artinya hanya tersisa 14 minggu dia menghabiskan waktu di Jakarta. Itu pun belum worst casenya yang bisa aja tambah lokasi, atau tambah durasi sampai 2 minggu per lokasi. Dan belum lagi dipotong hari untuk kegiatan golf-nya yang penting itu. Kesimpulannya, kesempatan bagi kami untuk meluangkan waktu bersama hanyalah setipis lembaran pink di buku nota. Dan mau tak mau, aku harus merelakannya.

Sedikit berlebihan? Bisa jadi. Tapi sebenernya ini self defense mechanism dariku, agar aku tidak mengharapkan waktu yang lebih banyak darinya. Karena aku tak mau kecewa. Anggap saja LDR.

But, knowing you'll not gonna be here for the most of time, it breaks my heart. Aku tahu tidak kehilangan dia, aku hanya kehilangan waktunya untuk bersama kami. Namun ini membangkitkan ingatanku saat aku masih kecil. Saat di mana aku bertanya-tanya, mengapa ibuku bisa sebegitu sedihnya saat ditinggal ayahku dinas ke luar kota. Dan kini aku mengalaminya. 

Lalu aku ingat, saat dimana karir ayahku mulai menanjak naik. Beberapa acara pelantikan, kami diajak untuk menyaksikan betapa besarnya sosok ayah kami di mata kami yang kecil. 

Ingatan kembali bergulir, dimana tak lama, ayahku meninggalkan kami.

Sejujurnya, sejak dulu, aku selalu dibayang-bayangi oleh kehidupan keluargaku. Ibuku dan kedua budhe-ku. Ajal memisahkan mereka dengan suami tercintanya, dan harus merawat anak-anaknya sendirian. 

Kebetulannya lagi, kemudian nenekku dan nenek dari suamiku pun harus hidup tanpa suami di kehidupannya yang senja. Mambuatku mengambil benang kesimpulan, bahwa sangatlah umum terjadi jika sang suami lebih dahulu dipanggil yang maha kuasa. 

Perpisahan memang suatu keniscayaan. Karena kita tak tahu kapan ajal menjemput. Bisa jadi dia yang meninggalkanku terlebih dahulu, atau pun sebaliknya. 

Sehingga dalam relung hatiku, aku selalu berfikir harus siap untuk kehilangan nya suatu saat nanti. Dan hal sebenarnya mendasari motivasiku untuk menjadi working mom, dan untuk bisa mandiri.

But, we'll never know what happen next. Aku hanya perlu melakukan yang terbaik selama waktu itu masih ada. Dan aku tak akan menyia-nyiakan waktu yang berharga ini. Agar aku tak kecewa di kemudian hari.

And I pray for the best happen to all of us. You, me and our daughters.

February 17, 2024

Good Enough For You

14 February 2024

Hari ini aku menyaksikan betapa cekatannya dia saat bertugas menjadi KPPS. Praktis hampir seluruh fungsi dijalankan olehnya. Mulai dari membagikan kertas suara, nempelin Kertas Pemungutan Suara, nggeser - nggeser meja, membuka Kertas suara satu per satu, mengumumkan hasil suara pemilihan, dan lain sebagainya. Hampir tak terlihat waktu dimana dia duduk santai di kursinya, sementara anggota KPPS yang lainnya masih sering terlihat duduk dan mengamati.

Namun aku tak dapat pula menuntut kontribusi lebih dari mereka. Karena aku pun tahu betul sifat dari suamiku ini. Dia yang selalu menginginkan segala sesuatunya dapat  selesai dengan cepat. Betapa dia sanggup melakukan semuanya sendiri. Sehingga seringkali ia tampak lebih dominan dibandingkan yang lain dalam setiap kegiatan.

Meskipun begitu, melihatnya jungkir balik seperti ini rasanya menghancurkan hatiku. Rasanya ingin berteriak " Someone, please give him a hand! At least you could do this or that! ". Suamiku ini juga manusia lho, dia bisa juga capek. Dan pastilah dia capek setengah mati. 

Namun sekali lagi, aku tak akan menyalahkan mereka, ataupun mengharapkan kerjasama yang lebih baik dari mereka. Aku hanya bisa mengharapkan kesehatan untuk suamiku. Semoga lelahnya hari ini dapat memberikan kontribusi y ang terbaik untuk negara. 

Hanya segelas STMJ yang dapat terpikirkan olehku untuk dapat menjadi sumber tambahan stamina untuknya. Maka sore itu, kubulatkan hatiku untuk mengirimkan segelas STMJ untuknya. Meskipun bisikan untuk mengurungkan niat ini sempat beberapa kali mengoyahkan hati ku memberatkan langkahku, tapi keinginanku untuk berkontribusi sangatlah besar. Aku ingin menjadi support system untuk suamiku. Dan betul saja, malam itu aku pun tak bisa tertidur hingga dia pulang dengan aman di rumah. 

Kontribusi. Kadang inilah yang sering mengganggu pikiranku. Dia yang selalu serba bisa. Entah itu peran sebagi suami, ataupun peran sebagai bapak rumah tangga. Mulai dari mencari nafkah, benerin genteng, benerin keran, belanja ke pasar, memasak, nyuci, nyetrika, daan lain sebagainya. Hampir tak ada yang tidak bisa dikerjakannya.

Membuatku bertanya pada diriku. "Apa kontribusimu sih? Kalaupun ada, kayaknya nggak gede gede amat." Pikiran ini kadang membuatku merasa kecil, tidak berguna. Seperti yang pernah kukatakan padanya via WA. Dan dia hanya membalas "Ngawur.

Pernah suatu saat dia menyadarkanku betapa aku lalai menjalankan tugasku saat di ranjang. Ya, kurasa dia benar. Entah bagaimana bisa kita menjadi sedingin itu satu sama lain. Sementara yang sebenarnya yang kita inginkan adalah sama sekali kebalikannya. Ku inginkan kelembutan dan perhatiannya. Dia pun menginginkan sambutan hangatku.

Padahal tak jarang pula aku membayangkan bercumbu dengannya, mencoba segala hal yang belum pernah kita lakukan. Salahku, aku selalu menunggunya melakukan semua hal tersebut. Sementara aku, terlalu takut untuk memulai sesuatu. 

Perkataannya telah menamparku, menyadarkanku bahwa kebahagiaan harus diusahakan. Dan selama ini aku terlalu malas untuk berusaha. Terlalu sibuk mendengarkan bisikan yang menggoyahkan niatku. " Malu dong" .  " Ah kayaknya dia nggak suka deh". " Udah lah, lain kali aja". Dan aku pun kembali menjadi wanita yang sedingin bunga es di freezer kulkas.

Aku tidak ingin kembali menjadi wanita seperti itu. Mungkin aku belum sepenuhnya menjadi wanita yang hangat.  Namun setidaknya aku sudah sedikit mencair menjadi sedingin air galon mode cool. Lagipula, perubahan yang baik tidak pernah instan bukan?

To my husband, I want to be good enough for you. And, please help me to be one.




April 18, 2012

H14

Galau tingkat maksimum…
-
Ada apa, ada apa to…?
-
Jadi begini ceritanya…
Hari ini, saya ditugaskan untuk rapat di semarang. Berangkatlah saya naik pesawat pagi. Nah pas lagi leyeh-leyeh bin sante-sante di kantor tujuan, ditelpon lah saya oleh pak bos. “Mba, besok juga ada rapat lagi di sana. Jadi besok nerus ya!!”
-
Deg!! “nggak bisa yang lain pak?” tanya saya lemes. Pertanyaan retoris. Saya cukup sadar diri. Opsi yang paling logis memang saya-lah yang hadir. Bingung nginep dimana? Ada mess, mau pulang ke jogja pun bisa. Nggak ada baju? Tinggal beli di Ramayana. Takut tekor? Nota dinas tinggal diperpanjang.
-
Tapi bukan itu alasan utama mengapa saya segalau ini. Masalahnya hari ini adalah H14. Setelah pak dokter bilang bahwa nilai ASA-ku udah normal, malam-malam di minggu kedua adalah malam yang sangat dinantikan.
-
Apa daya. Kini saya terperangkap di semarang. Sendirian. Mau tetep nekat balik ke jakarta dan besok balik lagi ke semarang? Ah, tampaknya tanpa istirahat yang cukup, usaha kami bakalan sia-sia. Nginep di semarang, sendirian? Tambah bingung, nggak tau nginep dimana, nggak tau bisa makan apa dengan kondisi banyak pantangan seperti ini, masih harus belanja buat beli baju. Sendiri pula. Ah, tampak lebih mengenaskan. Untungnya, jogja hanya sejauh 3 jam.
-
Dan di sinilah saya. Berharap malam ini masih belum malam “bersinar” saya.

November 10, 2011

kasih tak sampai

Mengutip CEO Note terakhirnya Pak Dis sebagai dirut PLN, “malam itu, hati saya sangat galau”. Yeah, malam ini hatiku juga lagi galau. Harapanku untuk liburan pupus sudah. Persis seperti batalnya rencana liburan Pak Dis untuk jalan-jalan ke eropa.
-
Dua minggu lalu, misua mengijinkanku untuk pelesir ke DIY dan sekitarnya bareng temen-temen kantor. Tersusunlah sejumlah rencana. Mengajak temen-temen untuk nginep di rumah yang lagi kosong ngglondang, belanja ke malioboro, jalan-jalan ke pantai wonosari, menghabiskan pagi dengan berjalan mengelilingi waduk belakang rumah dan ke pasar beli gudeg. Sebuah panci Happycall buat mama pun sudah ditangan. Wuih… rasanya wajah Jogja sudah di depan mata.
-
Seminggu kemudian (minggu lalu), saat pulang kantor dengan santainya misua bilang kalo pada saat yang sama, akan ada Family Gathering. Dan.. buyar sudah semua bayangan yang ada di kepala. Wajah jogja tiba-tiba menjauh dan mengecil. Sempat agak gelo, soalnya udah bayangin segitu hebohnya perjalanan ke Jogja.
-
Tapi seiring dengan menjauhnya wajah Jogja, wajah Ancol pun semakin mendekat dan menawarkan beberapa paket yang tak kalah menggiurkan. Ke Dufan. Berhubung misua belum pernah ke sono, jadi bisa sedikit show off ke misua tentang sejumalah permainan wahana yang hampir pernah kunaiki semua :D Ke Bandar Jakarta. Tumben-tumbenan kan kita bisa makan berdua ke resto gede. Meskipun ntar bareng-bareng ama yang laen, yah.. anggap aja dinner berdua ;p. Dan….. yang paling ditunggu, menghabiskan malam yang romantis di hotel. kikikikiki….
-
Dannn….. untuk kedua kalinya, aku terpaksa harus merelakan rencana liburan. Kemarin, misua pergi ke kampung karena kakek meninggal. Yang artinya, rencana menghabiskan weekend pun buyar sudah. Dan aku pun terpaksa tertinggal di jakarta karena pekerjaan kantor yang menumpuk berkat partner yang lagi cuti.
-
Yah, seperti kata Pak Dis, malam itu hati saya sangat galau. Bukan saja malam itu, tapi malam ini, dan malam-malam berikutnya… sampai misua datang.
-
Well.. wish 4 the better vacation later…

May 16, 2010

Fake One

Orgasme Palsu
Dirangkum dan diedit dari sumber :RM BLITZ

Beberapa wanita pernah pura-pura orgasme. Eits, jangan emosi dulu. Tapi jelas ada alasannya. Akan menjadi kebanggan bagi seorang pria (mas) jika dapat membuat pasangannya orgasme. Dan wanita (dind) paham betul akan kebutuhan pasangannya tersebut. FYI, dind sepertinya juga pernah melakukan orgasme palsu, tapi hanya sedikit sekali. Pernah dalam multiple orgasme yang dind alami, satu diantaranya adalah palsu.

Oke, sebelum membahas lebih detil, mari kita lihat beberapa alasan mendasar wanita berpura-pura orgasme, sumber: RM BLITZ

  1. Untuk Memuaskan Pasangan
    Kesenangan tersebut membuatnya juga merasakan hal yang sama dan menuntunnya untuk menikmati orgasme. Seperti halnya pria, wanita pun selalu mencari cara memuaskan pasangan. Sebuah timbal balik yang menyenangkan.
    Inilah alasan mendasar dind berpura-pura. Apalagi mas seneng banget kalo dind dapat banyak. Semoga mas mau mengerti.
  2. Untuk Cepat Menyelesaikan Babak Pergumulan
    Dengan berbagai alasan, wanita sering kali tidak mood bercinta, tapi dengan memalsukan orgasme, pria kemungkinan akan mudah dan cepat mencapai klimaks.
    Memang ada kalanya dind tidak begitu mood saat bercinta. Alasannya? Ada di bawah
Menurut sumber: RM BLITZ, beberapa faktor wanita enggan bercinta adalah: (udah dind edit, sesuai kondisi yang pernah dind alami)
  1. Rasa Sakit di Vagina
    Berbeda dengan wanita yang cenderung butuh waktu lama untuk membuat dirinya terangsang dengan cumbuan dan sentuhan, lelaki cenderung ingin “langsung”. Namun hal ini terkadang berakibat rasa sakit pada vagina usai melakukannya karena vagina yang kering karena kurangnya lubrikasi dan tergesa melakukan penetrasi.
    Hal ini sudah lama dind ungkapkan, dan mas juga sudah mulai mengerti. Thanks, hon..
  2. Kurang Tidur
    Sejumlah Wanita merasa tidur lebih penting ketimbang melakukan hubungan seksual.
    Apalagi dalam kondisi badan yang nggak enak. Dind merasa tidur adalah obat yang paling mujarab.
  3. Kasar
    Dengan meremas atau menggigit bahu pasangan biasanya akan menambah sensasi saat bercinta. Namun, tanpa sadar kadang dilakukan terlalu keras hingga bisa membuat pasangan tidak nyaman.
    Dind yakin mas tidak pernah bermaksud untuk kasar. Dan dind juga sempat bilang saat permainan mas mulai agak menyakitkan. Tapi untungnya mas mengerti dan tetep, lanjuttt....

Tapi satu hal tentang orgasme palsu. Bukan berarti dind tidak mendapatkan kenikmatan. I really enjoy the pleasure. Dind hanya ingin memberikan kenikmatan yang lebih kepada mas. Itu saja.

ps: di sinilah uniknya bercinta, suatu kenikmatan tersendiri bagi masing-masing jika dapat membuat pasangannya merasakan kenikmatan. please don't get it wrong... luv u...

May 05, 2010

his nice b*tt

beberapa hari yang lalu, akhirnya ketemu juga buku diary yang kupikir udah hilang. lucunya, selama lebih dari 10 tahun, buku diary setipis itu belum tamat-tamat juga. setelah kubaca-baca, lebih dari setengahnya bercerita tentangnya. my ex-first-boyfriend, now is my husband. geli banget waktu baca-baca lagi masa-masa dimana rasa suka itu mulai muncul.

ada satu bagian dimana ku bercerita betapa ku cemas sekaligus kagum saat dia menjadi pemandu ospek. kuingat saat itu, saat dia berjalan meemasuki ruangan musholla, dimana aku tepat berjalan di belakangnya. hal yang kuingat dalam pikiranku saat itu adalah. well, he has nice b*tt. ups.. :)

April 11, 2010

woman and jealousy

wanita adalah makhluk pencemburu. ia bisa cemburu akan semua hal. cemburu atas suami/pacar yang sibuk dengan pekerjaannya atau menghabiskan waktu dengan melakukan hobby-nya. cemburu atas sahabat yang lebih dekat dengan sahabatnya yang lain. cemburu dengan rekan kerjanya karena lebih luwes bekerja sama dengan yang lain. cemburu atas atasannya yang lebih mempercayakan tugas-tugas pada yang lain. cemburu atas adiknya yang lebih memilih bercerita keluh kesah dengan pacarnya dibandingkan dengan dirinya. atau pun atas hal-hal sesepele apapun itu.

tidak masuk akal? begitulah wanita. mengapa bisa begitu? sebagai seorang wanita, kurasa itu karena sifat ingin diperhatikan, karena wanita butuh perhatian yang lebih dibandingkan pria.

and, ’bout me myself. i’m just like another woman too. but i like this jealousy. it tingle my heart everytime i feel it. and i enjoy it very much.

January 28, 2010

how much can you save?

“kok perasaan duit mama ga nambah2..”

ungkapan seperti ini tampaknya sudah beberapa kali kudengar. rasanya jadi seperti tertuduh. akhirnya, pertanyaan inilah yang muncul:
“apa sebenarnya yang mas harapkan?”
dan untukku sendiri, ku mulai mempertanyakan kembali:
“untuk apa aku bekerja?”

hmmm… awalnya mungkin karena ku lihat ibuku adalah seorang yang bekerja. mungkin dari sana, tertanam di benak bahwa begitulah seharusnya. dan sekarang, jawaban dari pertanyaan itu mulai semakin jelas, yaitu untuk membantu dan sebagai back up keperluan rumah tangga.

ku beruntung memiliki suami yang tidak mempermasalahkan istrinya untuk bekerja. bisa saja dia melarangku. ku tak kan bilang bahwa berdiam diri di rumah adalah hal yang mudah, sebab ku dibesarkan di lingkungan dimana para ibu bekerja. namun, jika memang diharuskan, kuyakin ku akan bisa melaluinya.

sekarang, kondisinya adalah kami berdua bekerja. menurutku, kondisi finansial kami sangatlah baik. jauh lebih baik dari beberapa temanku. mungkin faktor jarak lah yang membuat dia sering meragukan kemampuan berhematku. jaraklah yang membuat dia tidak bisa melihat bagaimana kuhabiskan waktu hanya di kos saat yang lainnya sibuk menghabiskan gajinya di mall, bioskop, ataupun tempat hiburan lainnya. jaraklah yang membuat dia tidak bisa melihat bagaimana ku menahan keinginan untuk membeli berbagai pernak-pernik saat menemani temanku berbelanja, dan berakhir hanya untuk membantu membawakan belanjaan sang teman. jaraklah yang membuat dia tidak menyadari bahwa jumlah pakaianku tidak bertambah dalam beberapa bulan ini. jaraklah yang membuat dia tidak bisa melihat saat kutransfer sebagian ke rekening kami yang lain. tapi, ku pun tidak bisa menyalahkannya atas keraguannya tersebut. ini juga karena kelalaianku dalam membuat laporan keuangan.

namun, jarak dan waktu sudah kupertaruhkan. jika memang semua ini tidak cukup bermanfaat dari segi materil, maka mungkin pekerjaanku ini hanya membawa mudhorot bagi ku. jadi, apakah tidak lebih baik untuk melepaskan ini semua?

January 19, 2010

if love is blind

people say that you’re no good for me. people say it constantly. i hear it said so much i repeat it in my sleep.

maybe i am just a fool for you. maybe you’re no angel too. but all that talk is cheap. when i’m alone with you.

all the world is crazy anyway. what’s it matter what they say. if i’m the one that’s wrong. then let in be my mistake

if love is blind, i’ll find my way with you. cause i can’t see myself not in love with you. if love is blind, i’ll find my way with you ====================================================
this song reminds me of me and him. love is blind. i can’t even describe why i’m in love with him. when they say that sorta thing, i can only smile. well, that’s love pal…

a saw many couples like me and him. funny, i thought exactly the same as they thought to me. well i remember, that’s love….

January 01, 2010

why not?

percakapan 1, 31 Desember
pak b : mas seso lagi di jakarta ya mbak?
me : iya pak
pak b : kok nggak diajak kesini aja, makan-makan bareng
me : nggak pak, lagi kerja
 me : ke monas me :
pak b : sabar ya mbak… 

percakapan 2, 1 Januari 
n : tahun baruan kemana nih? 
me : nggak kemana-mana 
n : loh, katanya suami lagi di jakarta 
me : iya, dia lagi kerja 
n : libur-libur kok kerja… apaan?
me : nemenin costumernya jalan-jalan ke taman mini 
n : loh, kenapa nggak ikut aja? 
me : nggak, dia lagi kerja 

December 10, 2009

reminds me uf us

Do you hear me? I’m talking to you, across the water, across the deep blue ocean, under the open sky, oh my, baby I’m trying

Boy I hear you in my dreams, I feel your whisper across the sea, I keep you with me in my heart, You make it easier when life gets hard

They don’t know how long it takes, waiting for a love like this. Every time we say goodbye, I wish we had one more kiss I’ll wait for you I promise you, I will

And so I’m sailing through the sea, to an island where we’ll meet. You’ll hear the music fill the air, I’ll put a flower in your hair Though the breezes through trees, move so pretty you’re all I see. As the world keeps spinning round, you hold me right here right now

I’m lucky I’m in love with my best friend. Lucky to have been where I have been. Lucky to be coming home again I’m lucky we’re in love every way. Lucky to have stayed where we have stayed. Lucky to be coming home someday

December 06, 2009

dejavu

dua hari ikut outbond bareng di malino.  jadi inget outbond rohis di kali kuning. cuman bedanya dulu belon jadi muhrim, ga bisa pegang2an dan kelon2an :) sekarang malah ajang pamer kemesraan. habis gimana lagi, jarang ketemu. ada momen spesial, ya harus dimanfaatin to.

yah, lumayan seru lah, liburan kali ini. yang jelas outbond, sekalian pacaran lagi :)

report dikit tentang malino. area dingin di wilayah sulawesi selatan. sedikit menyerupai kali urang, tapi area bermainnya nggak seluas kali urang dan nggak ada air terjun (soalnya kita nggak kesana, nggak tau deh sebenernya ada apa nggak). lokasi ini menjadi salah satu tujuan wisata di sulawesi selatan. bisa ditempuh sekitar 2 jam dari kota makassar.

November 29, 2009

first cook, cook first

pertama kali masakin suami,sekaligus pengalaman pertama masak sendiri. hihihi,setelah setaun nikah,baru kali ini masakin suami. dengan berbekal keyakinan dan keteguhan jiwa plus searching resep di mbah gugel,walhasil..not bad.. jadilah sepanci sup ala kadarnya.

kunjungan kali ini emang beda dari sebelum-sebelumnya. ada hal-hal yang berkurang,namun digantikan dengan kegiatan lain,which is..masak bareng. hehe.. dan dimulailah duet maut tersebut. sehari bisa masak sampe 2 kali. well..that’s fun.

leyeh-leyeh di depan tipi sambil nonton ternyata asik juga. ato sekedar nemenin suami yang lagi bobok, sambil ngaskus. well..now that’s a holiday. (emang sebelumnya apaan?nyetor kali.hihihi)

fuh..andai tiap sabtu-minggu bisa seperti itu..