December 06, 2005

Apalah arti sebuah kepercayaan

Rabu, 30 November 2005

Kadang, jika kita berbuat khilaf, kita bisa berharap maaf atas kesalahan yang kita perbuat. Namun jika yang kita perbuat telah mengikis kepercayaan yang telah diberikan seseorang kepada kita, segalanya menjadi tidaklah semudah yang kita bayangkan. Mungkin maaf akan diberikan atas kesalahan yang telah kita lakukan, tapi apakah kepercayaan akan kembali diberikan dengan begitu saja? Dind rasa nggak.

Pondasi didirikan untuk menopang agar suatu rumah bisa dibangun. Dan jika pondasi itu runtuh, runtuh pula rumah tersebut. Dan akan sangat sulit membangun kembali pondasi yang telah runtuh di atas reruntuhan itu sendiri. Begitu pula dengan suatu kepercayaan terhadap seseorang. Kepercayaan bagaikan pondasi yang akan menopang suatu hubungan.

Mas, bagi dind, kepercayaan adalah hal yang penting. Dind termasuk orang yang susah memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada seseorang. Namun ketika dind memberikan suatu kepercayaan kepada seseorang, entah itu teman, keluarga, atau yang lain, maka, orang itu adalah orang yang benar-benar dind sayangi. Akan sangat sakit rasanya ketika orang yang dind sayangi meremehkan kepercayaan yang telah dind berikan.

Dind telah berusaha memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada mas. Percaya bahwa mas akan membawa hubungan ini ke tempat yang seharusnya. Percaya bahwa mas akan menyayangi dind selamanya. Percaya bahwa mas akan selalu ada untuk dind. Percaya bahwa dind akan bahagia bersama mas. Percaya bahwa mas juga menghargai arti kesetiaan.

Mas, mungkin mas merasa dind berlebihan, tapi itulah yang dind rasakan. Memang tingkat kepercayaan dind terhadap mas sedikit menurun akhir2 ini. Tapi dind tetap berharap kepercayaan itu bisa kembali lagi, atau bahkan bisa sepenuhnya. Karena, bagaimanapun, dind sayang mas, masih sayang mas, dan akan selalu menyayangi mas.

Mas, tidak akan membiarkan kepercayaan yang dind berikan kepada mas menjadi turun ke tingkat dasar dan hilang begitu saja kan?

No comments: