April 22, 2012

Saus Asam Manis

Minggu pagi, ngeliat di kulkas masih ada gurame goreng. Baru nyadar, ternyata gurame 7 ons terlalu banyak buat berdua. Terbersitlah ide untuk menyulap sang gurame menjadi gurame goreng asam manis. Berhubung tomat si bahan utama masih menjadi pantangan, dan tepung maizena yang ternyata sudah kadaluarsa, saya pun berimprovisasi membuat saus asam manis a la linthuk.
-
Bahan:
1 siung bawang putih, dicincang
1/4 siung bawang bombay, dicincang
1 batang daun bawang, diiris
Saus sambal pedas ind*fo*d
Margarine untuk menumis
Air
Tepung terigu
Garam sak senenge
Gula sak senege
-
Mbuatnya:
1. Tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum, masukkan daun bawang
2. Tuangkan air serta saus sambal secukupnya
3. Campurkan tepung terigu, dan biarkan sampai mengental. Berhubung gandum juga salah satu bahan pantangan, jadi makenya pun nggak banyak-banyak.
4. Beri garam dan gula sampe enak.
-
Hasilnya, meskipun rada encer, soal rasa lumayanlah… Cukup sukses membuatku bersemangat menghabiskan sisa-sisa gurame kemaren..

April 18, 2012

H14

Galau tingkat maksimum…
-
Ada apa, ada apa to…?
-
Jadi begini ceritanya…
Hari ini, saya ditugaskan untuk rapat di semarang. Berangkatlah saya naik pesawat pagi. Nah pas lagi leyeh-leyeh bin sante-sante di kantor tujuan, ditelpon lah saya oleh pak bos. “Mba, besok juga ada rapat lagi di sana. Jadi besok nerus ya!!”
-
Deg!! “nggak bisa yang lain pak?” tanya saya lemes. Pertanyaan retoris. Saya cukup sadar diri. Opsi yang paling logis memang saya-lah yang hadir. Bingung nginep dimana? Ada mess, mau pulang ke jogja pun bisa. Nggak ada baju? Tinggal beli di Ramayana. Takut tekor? Nota dinas tinggal diperpanjang.
-
Tapi bukan itu alasan utama mengapa saya segalau ini. Masalahnya hari ini adalah H14. Setelah pak dokter bilang bahwa nilai ASA-ku udah normal, malam-malam di minggu kedua adalah malam yang sangat dinantikan.
-
Apa daya. Kini saya terperangkap di semarang. Sendirian. Mau tetep nekat balik ke jakarta dan besok balik lagi ke semarang? Ah, tampaknya tanpa istirahat yang cukup, usaha kami bakalan sia-sia. Nginep di semarang, sendirian? Tambah bingung, nggak tau nginep dimana, nggak tau bisa makan apa dengan kondisi banyak pantangan seperti ini, masih harus belanja buat beli baju. Sendiri pula. Ah, tampak lebih mengenaskan. Untungnya, jogja hanya sejauh 3 jam.
-
Dan di sinilah saya. Berharap malam ini masih belum malam “bersinar” saya.

February 22, 2012

Road to our little – Step 8 – Test Hormon

Bagi yang ingin menyimak coretan sebelumnya, silakan berkunjung ke coretan-coretan edisi “Road to our little” yang lain disini.
.
Saya tidak mau menjadi kacang lupa kulitnya. Jadi… meskipun saya lagi berobat sama dr. Indra, saya masih berkonsultasi dengan dr. Muharram yang sudah membuat rekomendasi untuk tes ASA. Dan menurut dr. Muharram, terapi PLI patut dicoba, tapi untuk mendukung lancarnya program ini, ada baiknya melakukan tes hormon untuk mengetahui benar subur – tidaknya saya. Jadi, saya pun diberi rujukan untuk tes LH, FSH, dan estradiol.
.
Pada hari ke tiga menstruasi, saya kembali mengunjungi lab buat test hormon. Dan hasilnya:
LH = 3,sekian
FSH = 7,sekian
Estradiol = 39,sekian
Dan menurut dr. Muharram, hasilnya normal… Bisa dibilang ini adalah konsultasi penutup dengan dr. Muharram. Yah, saya harap saat pertemuan kami berikutnya dengan dr. Muharram bukan lagi konsultasi program hamil, tapi konsultasi kehamilan.
.
Di akhir pertemuan beliau mengingatkan kembali untuk rajin berolahraga. Dan saya pun dengan bangganya mengatakan “saya sudah turun tiga kilo lho dok..”

Road to our little – Step 7 – Diet & Excercise

Bagi yang ingin menyimak coretan sebelumnya, silakan berkunjung ke coretan-coretan edisi “Road to our little” yang lain disini.
.
Yak. Saatnya hidup sehat! Berdasar hasil FRT (Food Response Test), ternyata saya alergi terhadap hampir semua bahan makanan yang di test. Which is… ikan laut, ayam, telur, susu, coklat, kedele (tahu, tempe, kecap), gandum (tepung terigu, roti, gorengan), kacang tanah, kacang mete, tomat dan wortel. Walla. Jadilah menu makanan sehari-hari saya hanya seputaran ikan air tawar dan daging. Cara masaknya pun harus spesial. Nggak pake kecap, wortel, ato tomat.
-
Minggu pertama… Ah.. gampang… Ini ga bakal susah, mengingat saya yang nggak rewel soal makanan. Istilahnya, selama ada makanan yang bisa dimakan, bisalah bertahan hidup.
-
Minggu ke-dua… Ternyata tepung terigu itu dari gandum yah??? Jadi selama ini @##$%$%^%…!!! hahahaha… dudulz!!
-
Minggu ke-tiga… Ternyata kerupuk itu buatnya pake tepung terigu ya??? gedhubraks! *menghela napas panjang
-
Minggu ke-empat… “Dind, mas bawain oleh2 pempek ya..?”… hiks hiks….
-
Minggu ke-lima… “Sebenernya makanan alergen itu nggak ada pengaruhnya dengan nilai ASA.” kata dr Sidi. Mulai down… Tapi cepat bangkit kembali mengingat proses yang sudah dilalui. Ah, kepalang tanggung. The Show must go on!!
-
Minggu ke-enam… Berjalan mengitari Mall. Ada JCo, Dunkin Donuts, AW, PH, Crepes, Steak, de el el. Semua tampak menggiurkan. Tapi tak satupun yang bisa dilahap. *mengelus dada
-
Minggu ke-tujuh… Berada di kerumunan yang pada kondangan. Ada sate, Zuppa soup, dim sum, batagor, de el el… Alhamdulillah ada melon, semangka dan air putih :(
-
Minggu ke-delapan… Tanpa sengaja memakan sebutir kacang yang baru saja terjatuh dari tangan keponakan. Hmm… alhamdulillah… :) Lagi, tanpa sengaja memakan makanan yang tersenggol kecap. And it taste soooo delicious…!!!
-
Tak terasa sudah dua bulan njalanin diet ketat. Hambar rasanya jika diet nggak diikutin sama olahraga. Jadilah saya berniat untuk berolahraga. Ya, sekali lagi, niat. Alhamdulillah, niat yang terkumpul sudah amat besar. Meski realisasinya tidak sebesar niatnya. :)

February 08, 2012

Road to our little – Step 6 – Terapi Herbal

Bagi yang ingin menyimak catatan saya tentang program kehamilan yang saya jalani, silakan berkunjung ke coretan-coretan edisi “Road to our little” di sini.
.
Seperti yang pernah saya bilang di post sebelumnya, rasanya pengen banget berobat ke dokter herbal rujukan teman saya itu. Namanya dr. Sidi Aritjahya. Kesehariannya dia praktek di RS Happy Land, Yogya. Cuma, tiap weekend beliau selalu keliling ke jakarta-semarang. Kebetulan tanggal 28-29 Januari, dr. Ari buka praktek di Jakarta. Alhasil, berangkatlah kami ke sana.
-
Lokasi perumahannya gampang dicari, hanya saja lokasi rumahnya yang bikin bingung. Soalnya dokter ini ga buka plang nama di depan rumahnya. Usut-punya usut, ternyata yang dijadikan tempat praktek adalah rumah kakaknya. Setelah bertanya ke beberapa orang akhirnya nemu juga rumah warna ijo tempat prakteknya dr Ari.
-
Waktu daftar, kami dapat antrian no 15. Kata kakaknya sih “mungkin sekitar jam 3 sore, bu”. Untungnya, banyak pasien yang sudah daftar tapi belum datang, jadi kami bisa masuk sekitar jam 1. Pertemuan dengan dokternya cukup singkat. Awalnya kami jelaskan permasalahan kami, lalu beliau melakukan sedikit “pemeriksaan”. Secara bergiliran, pungggung saya dan suami dipegang oleh dr Ari untuk “membaca” kondisi kesehatan kami. Setelah selesai beliau memberikan analisa yang sama dengan dokter kandungan dan dokter andrologi saya, yaitu antibodi terhadap sperma yang tinggi. Saran dari beliau pun hampir sama, yaitu harus memakai kondom saat berhubungan. Hanya saja ada sedikit beda pandangan antara dr Ari dan dokter Indra. Kata dr. Ari:
pantangan terhadap makanan alergen tidak berpengaruh terhadap penurunan antibodi terhadap sperma. yang paling-paling penting adalah penggunaan kondom saat berhubungan
Na… kata-kata dr Ari ini sempat membuat saya kehilangan semangat untuk tetap melaksanakan diet ketat yang diprogramkan oleh dr. Indra. Tapi.. mengingat komitmen bahwa dr Ari ini sifatnya sebagai komplementer, jadi segala program dari dr. Indra pun harus tetap kami jalankan. Ya iyalah, segala tes udah dijalanin, plus PLI pertama juga udah. Kalau ditotal-total, udah berapa modal yang keluar… yahh… untungnya bisa tercover dari perusahaannya suami…
-
Back to topic, seminggu kemudian datanglah paket obat herbal yang dikirimkan oleh dr Ari ke rumah. Isinya dua paket jamu, masing-masing untuk saya dan suami, untuk dikonsumsi selama 2 bulan. Dan juga berhubung saya pantangan semua makanan yang tinggi protein, diberi pulalah saya obat Imboost Force untuk menjaga sistem imun tubuh.
-
Oh ya, ketika saya tanya dr Ari “kenapa ASA-nya bisa tinggi dok? toh dulu sejak lahir saya juga belum pernah bertemu dengan sperma”
Kata dokternya “ya, mungkin dulu saat inisiasi pertama, kondisi tubuh lagi nggak bagus. jadi menganggap sperma sebagai alergen. dan lama-kelamaan , seiring dengan meningkatnya tingkat kekebalan tubuh, tubuh semakin menolak sperma”
Mm… kalau dipikir-pikir benar juga, mengingat kondisi kami yang harus berjauhan selama 2 tahun pertama pernikahan kami.
-
Yah… rasanya ga sabar nunggu sebulan lagi buat tes ASA yang kedua. Semoga dengan program berlapis ini bisa nurunin tingkat ASA lebih cepet…

January 23, 2012

bedtime story

Di suatu desa, tinggallah sepasang suami-istri yang baru saja dikaruniai seorang bayi mungil yang cantik, bernama Suci. Telah lama mereka menantikan sang buah hati. Dan kini kehidupan mereka sangatlah berbahagia dengan hadirnya buah hati di dalam hidup mereka.
-
Setiap hari sang ayah bekerja di ladang untuk mencari nafkah, dan si ibu dengan penuh kasih sayang merawat Suci. Meskipun sang ayah selalu tidak ada di rumah saat siang hari, sang ibu tidaklah sendirian di rumah. Bleki, seekor anjing kampung yang selalu meminta makan pada si ibu, sudah menjadi bagian dari keluarga ini. Meskipun ia tidak pernah diperbolehkan masuk ke dalam rumah, Bleki selalu berada di sekitar rumah, seperti seorang penjaga.
-
Pada suatu pagi, seprti biasa sang ibu bergegas untuk pergi ke pasar membeli sayuran. Dan seperti biasa pula, Bleki menunggu di depan pintu mengamati si ibu yang hendak pergi. Si ibu berkata, “Bleki, ibu titip Suci ya, tolong jaga rumah ini sampai ibu kembali lagi ke rumah”. Seolah mengerti dengan perkataan si Ibu, Bleki menggonggong seakan hendak mengatakan “Oke bu!”. Si ibu hanya tersenyum dan melanjutkan langkahnya menuju ke pasar.
-
Beberapa waktu berselang, saat Bleki berbaring santai di depan pintu, ia mendengar ada sesuatu yang aneh di dalam rumah. Ia pun berdiri dengan empat kakinya. Telinganya tegak, dan moncongnya mengendus-endus. Insting-nya mengatakan ada sesuatu yang berbahaya di dalam rumah. Tak lama berselang, bayi Suci yang tadinya tertidur pulas di ranjangnya, kini menangis dengan sangat kencang. Bleki lalu ikut menggongnggong dengan keras, berharap ada orang lain yang mendengar tangisan Suci. Ia terus menggongngong tapi tak ada satu orangpun yang menghampiri.
-
Di balik kebimbangannya, Bleki terpaksa masuk ke dalam rumah. Alangkah terkejutnya dia ketika melihat seekor ular yang begitu besar berada tepat di samping Suci. Dengan garangnya, Bleki mengeram dan menerkam ular itu. Terjadilah perkelahian antara Bleki dan si ular. Bleki sempat terlilit oleh si ular, dan hampir saja kehabisan napas. Namun dengan penuh keberanian, digigitnya ular itu dengan keras sehingga akhirnya lilitan ular itu mengendur. Dan akhirnya ulah itupun jatuh mati.
-
Tak jauh di depan pekarangan, si ibu tengah menenteng seluruh belanjaan yang ia beli di pasar. Dari kejauhan, sayup-sayup ia mendengar tangisan anaknya. Dengan rasa cemas, si ibu bergegas masuk ke dalam rumah. Betapa kagetnya si ibu, ketika melihat Bleki berada di dalam rumah, dengan moncong yang berlumuran darah. Si ibu bergegas melihat kamar Suci, dan ia lihat darah berceceran di lantai. Si ibu pun sedih, marah dan kecewa. Ia pikir Bleki, yang telah ia percaya sebagai bagiandari keluarganya, telah menggigit anak satu-satunya yang sangat ia dambakan. Emosi dan amarah merasuki jiwa si ibu. Ia pergi ke dapur dan mengambil sebuah sapu. Ia genggam sapu itu erat-erat, dan berlari menuju ruang tamu. Di sana ia lihat Bleki dengan napas terengah-engah.
-
Bleki hanya terdiam menatap si ibu. Ia tidak tahu mengapa si ibu memegang sapu dan berlari ke arahnya. Dan dalam waktu yang sangat singkat, ia merasakan pukulan yang sangat hebat. Si ibu telah memukulnya keras-keras menggunakan sapu yang ia pegang. Bleki sangat kelelahan setelah berkelahi dengan si ular, sehingga ia tidak dapat menghindari pukulan yang dilayangkan oleh si ibu. Ia merasa sangat kesakitan. Ia pun belari terpincang-pincang keluar dari rumah. Ia tidak mengerti apa kesalahan yang telah ia lakukan. Yang dapat ia dengar hanyalah si ibu yang yang terdengar sangat marah dan berteriak sambil menangis.
-
Di dalam rumah, ibu menangis sambil meraung-raung. Ia sangat marah atas perlakuan Bleki yang dulu sangat ia percayai. Setelah beberapa saat, saat amarah si ibu mulai mereda, ia teringat akan bayinya yang terbaring di atas ranjang. Ia pun menghapus air matanya dan bergegas menggendong bayinya yang masih menangis. Si ibu menggendong Suci dengan erat, ia berharap luka Suci tidaklah parah. Namun anehnya, ketika si ibu memeriksa tubuh Suci, ia tidak menemukan satupun luka di tubuh Suci. Si ibu pun merasa sangat heran. Darah berceceran di lantai namun Suci tidak terluka. Lalu, darah siapakah ini?
-
Betapa kagetnya si ibu ketika ia melihat tepat di bawah ranjang terdapat bangkai ular yang lumayan besar. Cukup besar untuk dapat menelan bayi yang baru lahir. Si ibu terdiam. Ia baru sadar bahwa Bleki bukanlah hendak mencelakai bayinya, namun sebaliknya, ia ingin menyelamatkan bayinya. Bleki, seekor anjing kampung yang tidak begitu besar, telah mempertaruhkan dirinya untuk melindungi si bayi. Si ibu pun terduduk lemas. Ia telah melakukan kesalahan besar. Tak seharusnya ia memukul Bleki. Dengan gemetar, ia melangkah kakinya ke arah pintu, berharap Bleki masih disana. Namun tak seperti yang ia harapkan. Bleki tidak disana. Ia tidak disana seperti biasanya, dan tidak akan pernah seperti biasanya. Si ibu pun menangis. Penyesalan kini menyelimuti dirinya.
-
*Ah, dari sekian banyak dongeng yang Mama ceritakan padaku dulu saat aku masih kecil, cerita ini yang paling melekat. Kenapa harus sad ending? mungkin di situ letak menariknya. Life doesn’t always have a happy ending.

January 09, 2012

Road to our little – Step 5 – ASA

Bagi yang ingin menyimak catatan saya tentang program kehamilan yang saya jalani, silakan berkunjung ke coretan-coretan edisi “Road to our little” di sini.
.
Wuah.. akhirnya setelah sekian lama terhenti, kami pun memberanikan diri untuk melanjutkan serangkaian tes yang sempat tertunda. Which is… Tes ASA. Oya, sedikit reviw hasil tes sebelumnnya:
  1. Tes TORCH, hasil bagus, tidak ada virus yang aktif
  2. Tes SAL, hasil bagus, sperma sehat
  3. Tes HSG, hasil bagus, tidak ada penyumbatan dan bentuk ovum besar
-
Nah, karena semua serba bagus, dr. Muharram nyaranin untuk tes ASA (Anti-Sperma Antibodi). Sebenernya udah lama pak dokter kasih rekomendasi untuk tes ini, cuma nyali kami selalu menciut jika mengingat kata-kata pak dokter: “Kalau nilai ASA-nya tinggi, saya sarankan untuk Laparaskopi.” Whattt? Ngeri juga denger kata laparaskopi ini. Yang artinya dibedah, diubek-ubek dan yang pasti, rasanya sakit banget…. Makanya butuh 3 bulan untuk mengumpulkan nyali menghadapi kenyaaan yang akan terungkap.
-
Dan ternyata, firasat saya pun benar. Setelah menjalani tes di RSIA Sayyidah, terbukti bahwa nilai ASA saya sangatlah tinggi, yaitu 131ribu. Setahu yang saya baca di inet, nilai segini nih tinggi banget. Padahal kami nggak akan bisa konsultasi dengan dr Muharram dalam waktu dekat, karena suami akan tugas keluar kota. Kebetulan dr.Indra G.Mansur, seorang dokter andrologi (reproduksi pria) sedang praktek saat saya ambil hasil ini. Langsung aja kami konsultasi dengan beliau. Dan ternyata, laparaskopi masih bisa ditunda dengan metode lain. Well… oke… Tanpa dugaan, dari yang niatnya cuma ngambil hasil tes, jadi merembet ke 3 tes lain. Jadilah kami sesiangan di RSIA Sayyidah… Minimal, kami sudah tahu penyebabnya dan bisa lebih fokus dalam pengobatan.
-
Apa itu ASA?
ASA (Anti-Sperma Antibodi) adalah antibodi dalam tubuh wanita yang menganggap sperma adalah benda asing dan jahat yang harus dilawan.
-
Hubungannya dengan kehamilan?
Sperma akan susah untuk membuahi ovum, karena sistem kekebalan tubuh istri akan mematikan sperma yang masuk ke dalam tubuh. Antibodi ASA juga berperan dalam kehamilan trimester pertama, yang artinya jika ibu mengandung dengan nilai ASA yang sangat tinggi akan sangat berpotensi untuk tidak berkembangnya janin dan terjadinya keguguran.
-
Penyebabnya?
Bisa karena bawaan lahir. Belum ada penjelasan yang pasti tentang penyebabnya.
-
Apakah ada hubungannya dengan berbedanya golongan darah?
Sama sekali tidak.
-
Apakah penolakan sperma ini berlaku untuk semua sperma ataukah hanya sperma suami saja?
Bisa salah satunya.
-
Tes untuk mengetahui tingkat ASA?
Salah satunya adalah HSAaT. Dimana sperma suami akan dicuci, dan dilihat apakah terjadi aglutinasi (pengentalan) jika dipertemukan dengan serum darah Istri.
-
Kapan tes ini dilakukan?
Jika belum diketahui penyebab infertilitas. Atau dengan kata lain, telah dilakukan tes kandungan (seperti USG, TORCH, HSG, dll) dan sperma (SAL) dengan hasil semua normal.
-
Nilai yang diperbolehkan?
Maksimal 1024.
-
Jika tinggi, apa tindakannya?
  1. Istri tidak memakan makanan dan menghindari benda-benda yang dapat menyebabkan alergi pada istri, baik alergi ringan, sedang, maupun berat. Untuk mengetahi jenis-jenis makanan dan benda-benda yang menimbulkan alergi, terlebih dahulu dilakukan FRT dan NFRT.
  2. Terapi PLI (Parental Leucosyte Immunization)
  3. Berhubungan menggunakan kondom selama minimal 3 bulan.
-
Apa itu FRT dan NFRT?
FRT (Food Response Test) adalah tes alergi terhadap jenis makanan dan dilakukan dengan mengamati reaksi tubuh terhadap 21 ekstrak makanan tertentu, misalnya kopi, teh, gandum, cumi, telur dll. NFRT (Non Food Response Test) adalah tes alergi terhadap 12 ekstrak benda-benda tertentu, seperti debu, bulu kucig,kecoa dll.
-
Mengapa tidak boleh memakan makanan penyebab alergi?
Karena akan meningkatkan antibodi seluruh tubuh, termasuk ASA.
-
Tidak pernah alergi, apakah aman?
Belum pernah alergi bukan berarti tidak memiliki alergi. Bisa jadi antibodi tubuh sangat baik, atau bisa juga kadar tingkat pengaruh alergi adalah rendah sehingga gejalanya tidak terasa. Jika gejala yang dirasakan telah mencapai tahap ruam dan gatal-gatal, maka ini termasuk alergi berat.
-
Apa itu PLI?
PLI (Parental Leucosyte Immunization) adalah imunisasi dimana sel darah putih suami akan disuntikkan ke tubuh istri. Sebelumnya dilakuken tes Pre PLI, dimana darah suami diperiksa apakah terjangkit beberapa virus, seperti HIV, CMV, dll. Jika bersih, tindakan PLI dapat dilanjutkan.
-
Tujuan PLI?
Untuk mengenalkan DNA suami terhadap tubuh si istri sehingga sistem antibodi istri lambat laun mengenali dan tidak lagi menganggap sperma suami sebagai ancaman.
-
Reaksi setelah suntikan PLI?
Berbeda-beda untuk tiap-tiap pasangan. Mulai dari ruam, bengkak, atau gatal-gatal.
-
Apakah juga menurunkan antibodi tubuh?
Sama sekali tidak, sebab objek antibodi yang diturunkan adala ASA saja. Saat menjalani PLI, bisa saja istri menjadi lebih rentan sakit. Hal ini bukan terjadi karena PLI, tapi karena asupan makanan yang tidak mencukupi akibat banyaknya pantangan terhadap jenis makanan. Karena itu, sangatlah perlu mencari alternatif makanan yang dapat memenuhi nutrisi untuk tubuh.
-
Mengapa harus pakai kondom saat berhubungan?
Untuk mencegah sperma masuk ke dalam tubuh dan meningkatkan antibodi ASA. Lebih gampangnya, agar tubuh isrti “lupa” akan kehadiran sperma.
-
Bisakah dengan mengeluarkan sperma di luar?
Bisa saja selama yakin tidak ada spema yang tercecer masuk.
-
Seberapa pesat nilai penurunan ASA dengan metode ini?
Berbeda-beda untuk tiap-tiap pasangan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi:
  1. Reaksi penerimaan tubuh istri terhadap darah putih suami
  2. Ketat/tidaknya diet yang dilakukan
-
Berapa lama program ini berlangsung?
Minimal 3 bulan dan sangat bergantung pada nilai ASA yang dicapai setelah tindakan PLI. Biasanya, berapapun nilai ASA yang dihasilkan jika melebihi 1024, maka disarankan dilakukan 3 kali PLI. Yang setelah itu akan dilakukan tes ASA kembali. Jika nilai ASA masih tinggi, akan dilakukan 3 kali PLI kembali. Rentang waktu antar PLI adalah 3 minggu, dan rentang antara PLI terakhir dengan tes ASA selanjutnya adalah 2 minggu.
-
Untuk dapat hamil, berapa peluang berhasil dengan metode ini?
Ada yang bilang 50%, ada yang bilang 75%.
-
Apa saja yang menyebabkan tidak berhasil?
  1. Nilai ASA tidak kunjung turun, dan akan dilakukan tindakan lanjutan seperti pemberian obat atau infus.
  2. Ada masalah lain yang belum dideteksi
  3. Dan tentu saja, kehendak Allah SWT.
-
Berapa biayanya?
Tes ASA sekitar 350ribu. Tes FRTdan NFRT sekitar 1,3juta. Untuk sekali suntikan PLI dan tes Pre PLI, masing-masing sekitar 800ribu. Belum termasuk konsultasi dokter. *sumber: RSIA Sayyidah tahun 2012
-
Apa ada alternatif lain?
Ada, seorang teman berobat pada dokter herbal yang berbasis di Yogya (RS Happy Land). Sang dokter tanpa melakukan tes HSAaT dapat mendeteksi tingginya tingkat ASA. Dan menyarankan untuk menggunakan kondom saat berhubungan selama tiga bulan diiringi dengan meminum obat herbal racikan beliau. Dan sekarang, teman saya tersebut telah memiliki 2 anak. *saya pun ingin sekali memadukannya dengan metode PLI. Dan semoga dokter saya tidak menganggap ramuan herbal ini sebagai kontradiksi
-
*sumber: RSIA Sayyidah, dr. Indra G. Mansur, dr. Firman Wahyudi, perawat yang saya lupa tanyakan namanya, seorang teman, internet dan sedikit opini dari saya

January 02, 2012

Tips n Tricks: Sceduled Task – Copying A Network File

Pada jam lembur, seorang karyawati selalu kerepotan karena ia tidak bisa mengakses file yang di-share di komputer temannya. “AMIIIR!!! Payah ah, lu udah pulang ya? Gua ga bisa akses ke komputer lu nih!” Gendang telinga Amira hampir saja pecah mendengar teriakan Surti di ponselnya. “Yah… gua kan emang pulangnya jam segituan terus. Lu-nya aja yang kerajinan, jam segini masih di kantor.” Tut tut tut… Tanpa basa-basi, Surti langsung menutup sambungan telponnya.
-
Akan lebih mudah jika Anda membuat back-up file secara otomatis pada waktu yang ditentukan. Hal ini tidaklah sulit, cukup menggunakan Notepad dan Command Prompt, anda dapat membuat komputer anda yang “bekerja” untuk anda.
-
  1. Buat file eksekusi untuk copy file
    • Buka Notepad, tuliskan :
      net use \\{dest-machine}\{destfolder} {password} /user:{username} >> untuk mambuka peta jaringan yang akan digunakan 
      copy [/d] [/v] [/n] [{/y|/-y}] [/z] [{/a|/b}] Source [{/a|/b}] [+ Source [{/a|/b}] [+ ...]] [Destination [{/a|/b}]] >> untuk membuat rangkap ke folder tertentu
      -
      Surti pun mengetikkan:
      net use \\Sekret\Public 123456 /user:admin
      copy \\Sekret\Public\”Surat Masuk 2012″.xls d: /y
      -
    • Simpan sebagai extension .BAT
      Lalu Surti mengetikkan : Backup_Surat_2012.BAT
      -
  2. Buat Schedule Task baru
    • Jalankan Command Prompt (Start Menu > run > cmd)
    • Pada Command Prompt, tuliskan command schedule tasks:
      schtasks /create /tn TaskName /tr TaskRun /sc schedule [/mo modifier] [/d day] [/m month[,month...] [/i IdleTime] [/st StartTime] [/sd StartDate] [/ed EndDate] [/s computer [/u [domain\]user /p password]] [/ru {[Domain\]User | “System”} [/rp Password]] >> untuk menjalankan eksekusi file secara otomatis tiap waktu yang ditentukan
      -
      Surti pun mengetikkan:
      schtasks /create /tn “Backup Surat 2012″ /tr D:\Backup_Surat_2012.BAT /sc daily /st 15:00:00
      -
Keesokan harinya, “Mir, sekarang terserah deh lu mau pulang jam berapa. Gua udah buat backup-nya. Tapi lu pulangnya jangan jam 3 kurang ya…” Amira hanya memicingkan matanya. Ia tidak begitu mengerti apa yang Surti bicarakan.

Tips n Tricks: Sceduled Task – Copying A Network File

Pada jam lembur, seorang karyawati selalu kerepotan karena ia tidak bisa mengakses file yang di-share di komputer temannya. “AMIIIR!!! Payah ah, lu udah pulang ya? Gua ga bisa akses ke komputer lu nih!” Gendang telinga Amira hampir saja pecah mendengar teriakan Surti di ponselnya. “Yah… gua kan emang pulangnya jam segituan terus. Lu-nya aja yang kerajinan, jam segini masih di kantor.” Tut tut tut… Tanpa basa-basi, Surti langsung menutup sambungan telponnya.
-
Akan lebih mudah jika Anda membuat back-up file secara otomatis pada waktu yang ditentukan. Hal ini tidaklah sulit, cukup menggunakan Notepad dan Command Prompt, anda dapat membuat komputer anda yang “bekerja” untuk anda.
-
  1. Buat file eksekusi untuk copy file
    • Buka Notepad, tuliskan :
      net use \\{dest-machine}\{destfolder} {password} /user:{username} >> untuk mambuka peta jaringan yang akan digunakan 
      copy [/d] [/v] [/n] [{/y|/-y}] [/z] [{/a|/b}] Source [{/a|/b}] [+ Source [{/a|/b}] [+ ...]] [Destination [{/a|/b}]] >> untuk membuat rangkap ke folder tertentu
      -
      Surti pun mengetikkan:
      net use \\Sekret\Public 123456 /user:admin
      copy \\Sekret\Public\”Surat Masuk 2012″.xls d: /y
      -
    • Simpan sebagai extension .BAT
      Lalu Surti mengetikkan : Backup_Surat_2012.BAT
      -
  2. Buat Schedule Task baru
    • Jalankan Command Prompt (Start Menu > run > cmd)
    • Pada Command Prompt, tuliskan command schedule tasks:
      schtasks /create /tn TaskName /tr TaskRun /sc schedule [/mo modifier] [/d day] [/m month[,month...] [/i IdleTime] [/st StartTime] [/sd StartDate] [/ed EndDate] [/s computer [/u [domain\]user /p password]] [/ru {[Domain\]User | “System”} [/rp Password]] >> untuk menjalankan eksekusi file secara otomatis tiap waktu yang ditentukan
      -
      Surti pun mengetikkan:
      schtasks /create /tn “Backup Surat 2012″ /tr D:\Backup_Surat_2012.BAT /sc daily /st 15:00:00
      -
Keesokan harinya, “Mir, sekarang terserah deh lu mau pulang jam berapa. Gua udah buat backup-nya. Tapi lu pulangnya jangan jam 3 kurang ya…” Amira hanya memicingkan matanya. Ia tidak begitu mengerti apa yang Surti bicarakan.