September 26, 2011

Road to our little – Step 3 – Sperma Analysys, TORCH

Bagi yang ingin menyimak coretan sebelumnya, silakan berkunjung ke coretan-coretan edisi “Road to our little” yang lain disini.

Pada konsultasi sebelumnya, dr. Muharram berpesan agar tidak melakukan hubungan selama 3 hari sebelum melakukan tes analisa sperma. Kebetulan, besok adalah hari ketiga, jadi kami memutuskan untuk segera melakukan tes ke RSIA Sayyidah, seperti yang dianjurkan pak dokter. Pas suami saya tanya, ” Memangnya kenapa, Dok? di RS sini nggak bisa?”. Si dokter menjawab, ” Nggak enak di sini, di kamar mandi, becek. hehehe.” O… Kami baru ngeh… Sebenarnya pak dokter merujuk untuk ke RSCM, tapi berhubung lokasinya yang lumayan jauh, kami pun dianjurkan untuk ke RSIA Sayyidah di daerah Pondok Kelapa.

Keesokan harinya, kami pun tiba di RSIA Sayyidah pada pukul 10.00. Seperti yang kuduga sebelumnya, nama dr. Muharram terpampang di daftar jadwal praktek dokter. Weleh… ni dokter, banyak amat buka prakteknya. Dan seperti yang digambarkan oleh pak dokter, RSIA ini menyediakan fasilitas kamar yang cukup nyaman. Dan, setelah itu kami *sensor* *sensor* *sensor* *sensor* *sensor* *sensor*. hehehehe…
Darah saya pun diambil untuk sample pengujian TORCH.

Seminggu kemudian, tibalah saatnya untuk mengambil hasil test. Deg-deg-an juga, berubung ini test pertama kami di lab. Segera setelah kami terima lembaran jasil test, saya dan suami membaca hasilnya satu persatu. Agak kaget juga melihat ada tanda positif di kolom Rubella dan CMV. Tapi entah mengapa, saya tidak sedikitpun merasa khawatir. Dan benar saja, setelah sedikit browsing di inet, ada informasi yang memberikan pencerahan

3. Bila IgG Positif dan IgM Negatif :
Anda telah terinfeksi lebih dari setahun yang lalu. Saat ini anda mungkin telah mengembangkan kekebalan terhadap parasit itu.
Anda tidak perlu khawatir untuk hamil. sumber

Jadi, karena Rubella dan CMV saya Igg (+) dan Igm (-), saya pernah terinfeksi di masa lampau, dan badan saya telah memiliki antibodi terhadap kedua virus tersebut.

Sedangkan hasil analisis sperma semuanya juga normal. Memang ada komentar bahwa terjadi autoaglutinasi, tapi di bagian kesimpulan tertulis : “kemungkinan untuk kehamilan normal: besar”.

Yah… Secara garis besar, kedua tes ini sudah kami lewati dan hasilnya normal… Alhamdulillah…
Jadi, saatnya bersiap untuk ujian berikutnya…

September 25, 2011

Road to our little – Step 2 – USG TransV

Bagi yang ingin menyimak coretan sebelumnya, silakan berkunjung ke coretan-coretan edisi “Road to our little” yang lain disini.

Ah, setelah sekian lama tertunda, akhirnya kami menyempatkan diri untuk berkonsultasi kembali ke dokter mengenai program bayi yang ingin kami jalankan. Kali ini tema yang kami gunakan adalah “Rumah Sakit Terdekat”, dan terpilihlah RS. Haji. Berangkatlah kami ke sana, namun kali ini dengan kualifikasi yang berbeda. Tak ada lagi syarat “dokter wanita”, yang ada hanya “dokter berpengalaman”. Setibanya di meja pendaftaran, saya bertanya kepada sang petugas, “dokter yang biasa menangani program bayi siapa ya, mbak?”. Aha, harusnya pertanyaan ini yang kusampaikan saat “step pertama” dulu. Si mbaknya pun tanpa ragu menyebutkan sebuah nama, “dr. Muharram, Bu. Cuman, prakteknya nanti malam.” Okelah, saya pun mendaftar untuk berkonsultasi ke dr. Muharram. “Habis maghrib ya, Bu,” kata mbaknya mengingatkan kembali.

Segera setelah kami menunaikan Sholat Maghrib, kami pun berangkat menuju rumah sakit kembali. Sesampainya di ruang tunggu, sang perawat memberi tahu bahwa sang dokter akan datang jam 8 malam. Wow, jam 8 baru mulai, lalu kapan kelarnya? Kami pun dengan sabar menunggu sampai akhirnya sang dokter datang 1 jam setelah jam 8 malam, alias jam 9 malam! Saat itu kondisi antrian lumayang panjang. Untungnya, karena saya sudah mendaftar pagi tadi, saya mendapat nomer urut 4. Nomer 4! Saya hanya bisa bertanya-tanya, lalu kapan si nomer 1, 2 dan 3 itu mendaftar? Ah, need to mention too, none of them are seemingly pregnant.

Saat namaku dipanggil, saya bersama suami pun memasuki ruangan. Di sanalah sang dokter duduk dengan mata yang tampak sedikit mengantuk. “maaf ya bu, tadi banyak pasien yang minta program bayi tabung”. Owh… si dokter ini, tampaknya sedang ingin melakukan promosi colongan. Well, it’s OK.

Setelah sedikit berdiskusi, saya pun diminta untuk melakukan USG. Kali ini USG Transvagina.

Pemeriksaan USG Transvaginal (melalui “miss v”) merupakan suatu metode pencitraan pada organ genitalia wanita dimana sebuah pemindai dimasukan ke dalam “miss v”. Pemindai dimasukan ke dalam rongga “miss v” untuk melihat struktur pelvis (rongga panggul), sementara gambaran ultrasound terlihat di monitor. Pemeriksaan ini dapat dilakukan untuk memngevaluasi pada wanita dengan masalah infertilitas, perdarahan yang abnormal, utnuk mencari penyebab nyeri yang tidak jelas pada organ genital, malformasi kongenital pada uterus (rahim) dan ovarium, kemungkinan tumor dan infeksi, dan pada kehamilan. sumber (dengan sedikit edit-an)

Saya pun diminta sang perawat (wanita) untuk melepas celana dan celana dalam. Setelah terlepas, saya pun diminta untuk berbaring dan dengan posisi terlentang dengan lutut tertekuk. Sang perawat terlihat mengoleskan sesuatu pada alat yang dipegangnya. Alat itu bagiku berbentuk sperti es krim hula-hula dari campina (halah… makanan terus yang kepikiran). Sang perawat pun memintaku untk relaks sembari memasukkan alat itu ke “miss v”-ku. Setelah alat itu ter-plug di tubuhku (kayak kabel aja), sekarang giliran sang dokter yang memegang alat itu sambil menatap layar monitor hitam-putih di hadapannya. Katanya, “Bagus”. Alhamdulillah…

Di akhir konsultasi, sang dokter memberiku sejumlah lembar rekomendasi test yang harus kami lakukan, yaitu: Sperma Analysys, TORCH, dan HSG. Sejauh ini, kami merasa cocok dengan dr. Muharram, karena dokter ini mengerti kebutuhan kami dan tidak semena-mena memberikan obat-obatan sebelum melakukan analisis terhadap hasil test. Ohya, setelah sedikit searching di inet tentang dr. Muharram, ternyata beliau juga adalah dokter di Klinik Yasmin RSCM dan spesifik di bidang fertilitas. Yahh… Semoga saja penilaian kami ini benar adanya.

Nambah dikit tentang USG Transvaginal:

PCO (Polycystik Ovarii) bisa dideteksi dengan pemeriksaan USG Transvaginal. Sedangkan jika disertai dengan gejala lain, seperti haid jarang (dengan darah sedikit/bercak, bahkan tidak haid), ada gejala tingginya hormon pria/hiperandrogen (berbulu, berkumis, berjerawat, dll), dan kadar gula cenderung meningkat, maka disebut PCOS (Polycystic Ovarii Syndrome). sumber (dengan sedikit editan)

Mungkin gara-gara si dokter melihat perawakan saya yang berkumis-tipis-nggemesin-mirip-iis-dahlia, bertebaran-jerawat-di-wajah dan agak-gendut-di-daerah-perut, beliau langsung memberikan analisa awal bahwa saya kemungkinan adalah korban PCOS. Hehe… karena pengalaman kali ya, Dok?

September 21, 2011

IBK… aku mau makan nasi!!

Berawal dari membaca notesnya putri palupi tentang homeschooling tadi pagi. Ada satu topik yang menarik minatku dan tampak tak asing.
Ohya… Kak Seto itu bener-bener entertainer.
Ada  seorang pemain organ yang selalu mengiringi setiap kata kak Seto, dengan iringan musik, backsound yg relevan. Jadi, seluruh presentasi itu layaknya sebuah drama tanpa jeda.
Ada slide-slide yg dibuat khusus buwat Kak Seto. atau khusus dibuwat Kak Seto. lucu,kocak, menghanyutkan.
Kita semua diajarin untuk  nyanyi dan mengarang lagu. dipancing dengan 2 baris lirik pertama, trus kita diminta untuk menyanyikan baris lirik selanjutnya dengan nada sendiri. happy banget,deh. Dan ini sudah lebih dulu dipraktekkan Mbak Lala di rumahinspirasi.com, dengan mencipta 30 lagu dalam 30 hari untuk anak2. So, slamat tinggal lagu dewasa yang nggak banget,yahhhh….
Tiba-tiba pikiranku melayang ke mimpi tadi malam. Masih tampak jelas di ingatanku, ada dua anak kembar berumur sekitar 5 tahun. Potongan rambutnya sama, namun akan sangat mudah untuk membedakan mana yang laki-laki, dan mana yang perempuan. Keduanya duduk di sofa, menyanyikan lagu dengan nada yang familiar namun sedikit janggal. Tampaknya lagu yang mereka nyanyikan adalah potongan-potongan dari beberapa lagu yang berbeda. Lirik yang mereka gunakan pun sama anehnya. Seperti dikarang sekenanya dan terdengar sedikit “maksa”. Namun kedua anak itu menyanyikannya dengan sangat fasih, bahkan mereka dapat memberikan sentuhan dinamika yang berbeda pada beberapa bagian. Luar biasa. Ada barisan lirik yang masih terkunci di ingatanku, yaitu “IBK, aku mau makan nasi!!” . Lirik tersebut dinyanyikan pada bagian akhir lagu. Dan kemudian kedua anak kembar tersebut berhamburan ke arah ibu mereka.
.
IBK??? apa maksudnya IBK?? yang kutangkap sampai saat ini, IBK adalah singkatan dari IBuKu. Lagu yang aneh…
.
Yah, setelah membaca notesnya mbak putri, saya jadi menghubung-hubungkannya dengan mimpiku semalam. Mungkin kedua anak itu telah mempraktekkan seperti apa yang kak seto contohkan. Haha.. korelasi yang sangat “maksa”. Toh pada saat saya mimpi, saya bahkan belum tahu tentang seminarnya kak seto… Tapi, itu ide yang bagus juga… Mungkin saya akan mempraktekkannya suatu saat :)
.
Oh, ya, saya ngomong-ngomong tentang kegiatan bersama orangtua-anak, saya juga terinspirasi dengan kisah nyatanya mbak ridha yang tertulis di notesnya “Bukan Dongeng”. Dan saya juga sangat ingin mempraktekkannya suatu saat :)

September 20, 2011

really something

“Alhamdulillah ya… sesuatu banget” kata-kata yang lagi ngetrend saat ini. Agak menggelitik telinga ketika kalimat ini terdengar di telinga.
Alhamdulillah, artinya adalah Pujian Hanya Untuk Allah, yang merupakan ungkapan syukur dan terimakasih atas karunia Allah.
Sesuatu banget = benar-benar sesuatu ??? menurut sepengtahuan saya, frasa ini tidak dikenal dalam Bahasa Indonesia.
But wait, let us use it in English…
Benar-benar sesuatu = really something. Yang artinya adalah…
some·thing   [suhm-thing]
pronoun
  1. some thing; a certain undetermined or unspecified thing: Something is wrong there. Something’s happening.
  2. an additional amount, as of cents or minutes, that is unknown, unspecified, or forgotten: He charged me ten something for the hat. Our train gets in at two something.
noun
  1. Informal . a person or thing of some value or consequence: He is really something! This writer has something to say and she says it well.
sumber : http://dictionary.reference.com/browse/something
Terdengar sangat familiar kan…
Entah dari mana artis kita mendapatkan ide untuk mengartikannya secara mentah-mentah ke dalam Bahasa.. Yang akhirnya, agak lucu jika digunakan dalam Bahasa Indonesia. Tapi mungkin berkat artis kita inilah, perbendaharaan kosakata Bahasa Indonesia jadi bertambah lagi :D