Mengutip CEO Note terakhirnya Pak Dis sebagai dirut PLN, “malam itu, hati saya sangat galau”. Yeah, malam ini hatiku juga lagi galau. Harapanku untuk liburan pupus sudah. Persis seperti batalnya rencana liburan Pak Dis untuk jalan-jalan ke eropa.
-
Dua minggu lalu, misua mengijinkanku untuk pelesir ke DIY dan sekitarnya bareng temen-temen kantor. Tersusunlah sejumlah rencana. Mengajak temen-temen untuk nginep di rumah yang lagi kosong ngglondang, belanja ke malioboro, jalan-jalan ke pantai wonosari, menghabiskan pagi dengan berjalan mengelilingi waduk belakang rumah dan ke pasar beli gudeg. Sebuah panci Happycall buat mama pun sudah ditangan. Wuih… rasanya wajah Jogja sudah di depan mata.
-
Seminggu kemudian (minggu lalu), saat pulang kantor dengan santainya misua bilang kalo pada saat yang sama, akan ada Family Gathering. Dan.. buyar sudah semua bayangan yang ada di kepala. Wajah jogja tiba-tiba menjauh dan mengecil. Sempat agak gelo, soalnya udah bayangin segitu hebohnya perjalanan ke Jogja.
-
Tapi seiring dengan menjauhnya wajah Jogja, wajah Ancol pun semakin mendekat dan menawarkan beberapa paket yang tak kalah menggiurkan. Ke Dufan. Berhubung misua belum pernah ke sono, jadi bisa sedikit show off ke misua tentang sejumalah permainan wahana yang hampir pernah kunaiki semua
Ke Bandar Jakarta. Tumben-tumbenan kan kita bisa makan berdua ke resto gede. Meskipun ntar bareng-bareng ama yang laen, yah.. anggap aja dinner berdua ;p. Dan….. yang paling ditunggu, menghabiskan malam yang romantis di hotel. kikikikiki….
-
Dannn….. untuk kedua kalinya, aku terpaksa harus merelakan rencana liburan. Kemarin, misua pergi ke kampung karena kakek meninggal. Yang artinya, rencana menghabiskan weekend pun buyar sudah. Dan aku pun terpaksa tertinggal di jakarta karena pekerjaan kantor yang menumpuk berkat partner yang lagi cuti.
-
Yah, seperti kata Pak Dis, malam itu hati saya sangat galau. Bukan saja malam itu, tapi malam ini, dan malam-malam berikutnya… sampai misua datang.
-
Well.. wish 4 the better vacation later…
-
Dua minggu lalu, misua mengijinkanku untuk pelesir ke DIY dan sekitarnya bareng temen-temen kantor. Tersusunlah sejumlah rencana. Mengajak temen-temen untuk nginep di rumah yang lagi kosong ngglondang, belanja ke malioboro, jalan-jalan ke pantai wonosari, menghabiskan pagi dengan berjalan mengelilingi waduk belakang rumah dan ke pasar beli gudeg. Sebuah panci Happycall buat mama pun sudah ditangan. Wuih… rasanya wajah Jogja sudah di depan mata.
-
Seminggu kemudian (minggu lalu), saat pulang kantor dengan santainya misua bilang kalo pada saat yang sama, akan ada Family Gathering. Dan.. buyar sudah semua bayangan yang ada di kepala. Wajah jogja tiba-tiba menjauh dan mengecil. Sempat agak gelo, soalnya udah bayangin segitu hebohnya perjalanan ke Jogja.
-
Tapi seiring dengan menjauhnya wajah Jogja, wajah Ancol pun semakin mendekat dan menawarkan beberapa paket yang tak kalah menggiurkan. Ke Dufan. Berhubung misua belum pernah ke sono, jadi bisa sedikit show off ke misua tentang sejumalah permainan wahana yang hampir pernah kunaiki semua
-
Dannn….. untuk kedua kalinya, aku terpaksa harus merelakan rencana liburan. Kemarin, misua pergi ke kampung karena kakek meninggal. Yang artinya, rencana menghabiskan weekend pun buyar sudah. Dan aku pun terpaksa tertinggal di jakarta karena pekerjaan kantor yang menumpuk berkat partner yang lagi cuti.
-
Yah, seperti kata Pak Dis, malam itu hati saya sangat galau. Bukan saja malam itu, tapi malam ini, dan malam-malam berikutnya… sampai misua datang.
-
Well.. wish 4 the better vacation later…