.
Seperti yang pernah saya bilang di post sebelumnya, rasanya pengen banget berobat ke dokter herbal rujukan teman saya itu. Namanya dr. Sidi Aritjahya. Kesehariannya dia praktek di RS Happy Land, Yogya. Cuma, tiap weekend beliau selalu keliling ke jakarta-semarang. Kebetulan tanggal 28-29 Januari, dr. Ari buka praktek di Jakarta. Alhasil, berangkatlah kami ke sana.
-
Lokasi perumahannya gampang dicari, hanya saja lokasi rumahnya yang bikin bingung. Soalnya dokter ini ga buka plang nama di depan rumahnya. Usut-punya usut, ternyata yang dijadikan tempat praktek adalah rumah kakaknya. Setelah bertanya ke beberapa orang akhirnya nemu juga rumah warna ijo tempat prakteknya dr Ari.
-
Waktu daftar, kami dapat antrian no 15. Kata kakaknya sih “mungkin sekitar jam 3 sore, bu”. Untungnya, banyak pasien yang sudah daftar tapi belum datang, jadi kami bisa masuk sekitar jam 1. Pertemuan dengan dokternya cukup singkat. Awalnya kami jelaskan permasalahan kami, lalu beliau melakukan sedikit “pemeriksaan”. Secara bergiliran, pungggung saya dan suami dipegang oleh dr Ari untuk “membaca” kondisi kesehatan kami. Setelah selesai beliau memberikan analisa yang sama dengan dokter kandungan dan dokter andrologi saya, yaitu antibodi terhadap sperma yang tinggi. Saran dari beliau pun hampir sama, yaitu harus memakai kondom saat berhubungan. Hanya saja ada sedikit beda pandangan antara dr Ari dan dokter Indra. Kata dr. Ari:
pantangan terhadap makanan alergen tidak berpengaruh terhadap penurunan antibodi terhadap sperma. yang paling-paling penting adalah penggunaan kondom saat berhubunganNa… kata-kata dr Ari ini sempat membuat saya kehilangan semangat untuk tetap melaksanakan diet ketat yang diprogramkan oleh dr. Indra. Tapi.. mengingat komitmen bahwa dr Ari ini sifatnya sebagai komplementer, jadi segala program dari dr. Indra pun harus tetap kami jalankan. Ya iyalah, segala tes udah dijalanin, plus PLI pertama juga udah. Kalau ditotal-total, udah berapa modal yang keluar… yahh… untungnya bisa tercover dari perusahaannya suami…
-
Back to topic, seminggu kemudian datanglah paket obat herbal yang dikirimkan oleh dr Ari ke rumah. Isinya dua paket jamu, masing-masing untuk saya dan suami, untuk dikonsumsi selama 2 bulan. Dan juga berhubung saya pantangan semua makanan yang tinggi protein, diberi pulalah saya obat Imboost Force untuk menjaga sistem imun tubuh.
-
Oh ya, ketika saya tanya dr Ari “kenapa ASA-nya bisa tinggi dok? toh dulu sejak lahir saya juga belum pernah bertemu dengan sperma”
Kata dokternya “ya, mungkin dulu saat inisiasi pertama, kondisi tubuh lagi nggak bagus. jadi menganggap sperma sebagai alergen. dan lama-kelamaan , seiring dengan meningkatnya tingkat kekebalan tubuh, tubuh semakin menolak sperma”
Mm… kalau dipikir-pikir benar juga, mengingat kondisi kami yang harus berjauhan selama 2 tahun pertama pernikahan kami.
-
Yah… rasanya ga sabar nunggu sebulan lagi buat tes ASA yang kedua. Semoga dengan program berlapis ini bisa nurunin tingkat ASA lebih cepet…