“kok perasaan duit mama ga nambah2..”
ungkapan seperti ini tampaknya sudah beberapa kali kudengar. rasanya jadi seperti tertuduh. akhirnya, pertanyaan inilah yang muncul:
“apa sebenarnya yang mas harapkan?”
dan untukku sendiri, ku mulai mempertanyakan kembali:
“untuk apa aku bekerja?”
hmmm… awalnya mungkin karena ku lihat ibuku adalah seorang yang bekerja. mungkin dari sana, tertanam di benak bahwa begitulah seharusnya. dan sekarang, jawaban dari pertanyaan itu mulai semakin jelas, yaitu untuk membantu dan sebagai back up keperluan rumah tangga.
ku beruntung memiliki suami yang tidak mempermasalahkan istrinya untuk bekerja. bisa saja dia melarangku. ku tak kan bilang bahwa berdiam diri di rumah adalah hal yang mudah, sebab ku dibesarkan di lingkungan dimana para ibu bekerja. namun, jika memang diharuskan, kuyakin ku akan bisa melaluinya.
sekarang, kondisinya adalah kami berdua bekerja. menurutku, kondisi finansial kami sangatlah baik. jauh lebih baik dari beberapa temanku. mungkin faktor jarak lah yang membuat dia sering meragukan kemampuan berhematku. jaraklah yang membuat dia tidak bisa melihat bagaimana kuhabiskan waktu hanya di kos saat yang lainnya sibuk menghabiskan gajinya di mall, bioskop, ataupun tempat hiburan lainnya. jaraklah yang membuat dia tidak bisa melihat bagaimana ku menahan keinginan untuk membeli berbagai pernak-pernik saat menemani temanku berbelanja, dan berakhir hanya untuk membantu membawakan belanjaan sang teman. jaraklah yang membuat dia tidak menyadari bahwa jumlah pakaianku tidak bertambah dalam beberapa bulan ini. jaraklah yang membuat dia tidak bisa melihat saat kutransfer sebagian ke rekening kami yang lain. tapi, ku pun tidak bisa menyalahkannya atas keraguannya tersebut. ini juga karena kelalaianku dalam membuat laporan keuangan.
namun, jarak dan waktu sudah kupertaruhkan. jika memang semua ini tidak cukup bermanfaat dari segi materil, maka mungkin pekerjaanku ini hanya membawa mudhorot bagi ku. jadi, apakah tidak lebih baik untuk melepaskan ini semua?
January 28, 2010
January 19, 2010
if love is blind
people say that you’re no good for me. people say it constantly. i hear it said so much i repeat it in my sleep.
maybe i am just a fool for you. maybe you’re no angel too. but all that talk is cheap. when i’m alone with you.
all the world is crazy anyway. what’s it matter what they say. if i’m the one that’s wrong. then let in be my mistake
if love is blind, i’ll find my way with you. cause i can’t see myself not in love with you. if love is blind, i’ll find my way with you ====================================================
this song reminds me of me and him. love is blind. i can’t even describe why i’m in love with him. when they say that sorta thing, i can only smile. well, that’s love pal…
a saw many couples like me and him. funny, i thought exactly the same as they thought to me. well i remember, that’s love….
maybe i am just a fool for you. maybe you’re no angel too. but all that talk is cheap. when i’m alone with you.
all the world is crazy anyway. what’s it matter what they say. if i’m the one that’s wrong. then let in be my mistake
if love is blind, i’ll find my way with you. cause i can’t see myself not in love with you. if love is blind, i’ll find my way with you ====================================================
this song reminds me of me and him. love is blind. i can’t even describe why i’m in love with him. when they say that sorta thing, i can only smile. well, that’s love pal…
a saw many couples like me and him. funny, i thought exactly the same as they thought to me. well i remember, that’s love….
January 09, 2010
it’s a big big world
berbagai macam pertanyaan yang sama timbul kembali. who am i? it’s a big world out there, who am i supposed to be? what am i suppsoed to do?
ah, harusnya di umur sekian, tak perlu lagi muncul pertanyaan seperti ini. tapi akhir2 ini ku sering berjalan seperti mayat hidup. running the same routinity, just like the other day. seorang teman pernah bercerita panjang lebar tentang filosofi hidupnya. saking panjang dan lebarnya, sampe lupa isinya tentang apa. yang intinya, sudahkah kita mengenal diri kita, teman kita dan musuh kita? sudahkah kita mengenal Allah?
well.. with full of regret i will say, this far, i just know a little. damn it! it’s been 25 years, but i know just a little??? that depress me.
these much blessing and mercy He gave me, had been a boomerang for me. it could have been a gift , and i should have returned it by doing more religious activity. but what’ve I done? nothing, I guess… and it seems like i’m falling apart from Him.
i’ve read many articles lately, and they made me shocked. what’s just happening out there just made me realize, that all these times i’m just living in a small box. it’s a big world out there, and there’s so many threats. how can i just sit back on my little box and hope that everything’s fine? if that so, can i make it to the place that everyone’s dreamed about?
well then, open the window and look carefully. open the door and step outside. the more you came out from the box, the more you know about your path. don’t be afraid, just hold on to a pack of iman and keep Islam in your heart. isyaAllah, He always be with you
ah, harusnya di umur sekian, tak perlu lagi muncul pertanyaan seperti ini. tapi akhir2 ini ku sering berjalan seperti mayat hidup. running the same routinity, just like the other day. seorang teman pernah bercerita panjang lebar tentang filosofi hidupnya. saking panjang dan lebarnya, sampe lupa isinya tentang apa. yang intinya, sudahkah kita mengenal diri kita, teman kita dan musuh kita? sudahkah kita mengenal Allah?
well.. with full of regret i will say, this far, i just know a little. damn it! it’s been 25 years, but i know just a little??? that depress me.
these much blessing and mercy He gave me, had been a boomerang for me. it could have been a gift , and i should have returned it by doing more religious activity. but what’ve I done? nothing, I guess… and it seems like i’m falling apart from Him.
i’ve read many articles lately, and they made me shocked. what’s just happening out there just made me realize, that all these times i’m just living in a small box. it’s a big world out there, and there’s so many threats. how can i just sit back on my little box and hope that everything’s fine? if that so, can i make it to the place that everyone’s dreamed about?
well then, open the window and look carefully. open the door and step outside. the more you came out from the box, the more you know about your path. don’t be afraid, just hold on to a pack of iman and keep Islam in your heart. isyaAllah, He always be with you
January 01, 2010
why not?
percakapan 1, 31 Desember
pak b : mas seso lagi di jakarta ya mbak?
me : iya pak
pak b : kok nggak diajak kesini aja, makan-makan bareng
me : nggak pak, lagi kerja
me : ke monas me :
pak b : sabar ya mbak…
percakapan 2, 1 Januari
n : tahun baruan kemana nih?
me : nggak kemana-mana
n : loh, katanya suami lagi di jakarta
me : iya, dia lagi kerja
n : libur-libur kok kerja… apaan?
me : nemenin costumernya jalan-jalan ke taman mini
n : loh, kenapa nggak ikut aja?
me : nggak, dia lagi kerja
pak b : mas seso lagi di jakarta ya mbak?
me : iya pak
pak b : kok nggak diajak kesini aja, makan-makan bareng
me : nggak pak, lagi kerja
me : ke monas me :
December 16, 2009
matchmaking
usaha perjodohan dengan telekomunikasi pun semakin gencar. semoga PDKT kali ini memantapkan langkahku….
December 14, 2009
mak comblang
awalnya, si bos memperkenalkan ku dengan proteksi. maka sedikit demi sedikit pun ku mulai mendalami proteksi. hampir tiap hari berkutat dengan proteksi, rasa sayang pun mulai tumbuh. di saat ku mulai merasa nyaman dan ngertiin dia, si bos ngenalin ku dengan telekomunikasi.
tampaknya si bos sekarang nyoba nyoblangin ku dengan si telekomunikasi ini. hfff… mulai dari awal lagi. agak susah nggandeng yang satu ini. sekian lama berjalan dengan telekomunikasi, tapi sepertinya hatiku masih terpaut sama yang lama. entah karena cinlok, atau obsesi. setiap ada proteksi, badan ini terasa ditarik buat ngedeketinnya lagi.
pernah terpikir untuk kembali dengan yang lama, namun apa mungkin? si bos udah nyomblangin kita sedemikian rupa.
yah, ada yang bilang, bahwa mungkin jodoh kita bukan pilihan kita dan bukan yang kita suka, tapi pada akhirnya kita harus menyukainya. namun tetap, the first cut is the deepest.
tampaknya si bos sekarang nyoba nyoblangin ku dengan si telekomunikasi ini. hfff… mulai dari awal lagi. agak susah nggandeng yang satu ini. sekian lama berjalan dengan telekomunikasi, tapi sepertinya hatiku masih terpaut sama yang lama. entah karena cinlok, atau obsesi. setiap ada proteksi, badan ini terasa ditarik buat ngedeketinnya lagi.
pernah terpikir untuk kembali dengan yang lama, namun apa mungkin? si bos udah nyomblangin kita sedemikian rupa.
yah, ada yang bilang, bahwa mungkin jodoh kita bukan pilihan kita dan bukan yang kita suka, tapi pada akhirnya kita harus menyukainya. namun tetap, the first cut is the deepest.
December 10, 2009
reminds me uf us
Do you hear me? I’m talking to you, across the water, across the deep blue ocean, under the open sky, oh my, baby I’m trying
Boy I hear you in my dreams, I feel your whisper across the sea, I keep you with me in my heart, You make it easier when life gets hard
They don’t know how long it takes, waiting for a love like this. Every time we say goodbye, I wish we had one more kiss I’ll wait for you I promise you, I will
And so I’m sailing through the sea, to an island where we’ll meet. You’ll hear the music fill the air, I’ll put a flower in your hair Though the breezes through trees, move so pretty you’re all I see. As the world keeps spinning round, you hold me right here right now
I’m lucky I’m in love with my best friend. Lucky to have been where I have been. Lucky to be coming home again I’m lucky we’re in love every way. Lucky to have stayed where we have stayed. Lucky to be coming home someday
Boy I hear you in my dreams, I feel your whisper across the sea, I keep you with me in my heart, You make it easier when life gets hard
They don’t know how long it takes, waiting for a love like this. Every time we say goodbye, I wish we had one more kiss I’ll wait for you I promise you, I will
And so I’m sailing through the sea, to an island where we’ll meet. You’ll hear the music fill the air, I’ll put a flower in your hair Though the breezes through trees, move so pretty you’re all I see. As the world keeps spinning round, you hold me right here right now
I’m lucky I’m in love with my best friend. Lucky to have been where I have been. Lucky to be coming home again I’m lucky we’re in love every way. Lucky to have stayed where we have stayed. Lucky to be coming home someday
December 07, 2009
not a girl, amlost a women
haha, susah juga membiasakan diri jadi ibu2. mungkin karena keseringan diajak si mami ikut arisan. jadi bosen kumpul ma ibu2. ga jauh dari rumpi dan bicarain sinetron ato ga belanja di mol. ga penting.
bu broto. panggilan itu udah mulai terbiasa di telingaku. nggak tau deh gimana caranya berbaur ma ibu-ibu rumahan. apa ga bakat jadi ibu2 kali ya? atau mungkin karena belum punya momongan jadi kesannya berasa belum emak2.
belum punya anak, ya nyulik anak yang laen dulu. jadi inget diandra n azzam. kurcaci-kurcaci kecil. diandra udah sering cerita, azzam juga dah mulai ngoceh2 niruin yang lagi ngomong. seru kali ya punya anak….
bu broto. panggilan itu udah mulai terbiasa di telingaku. nggak tau deh gimana caranya berbaur ma ibu-ibu rumahan. apa ga bakat jadi ibu2 kali ya? atau mungkin karena belum punya momongan jadi kesannya berasa belum emak2.
belum punya anak, ya nyulik anak yang laen dulu. jadi inget diandra n azzam. kurcaci-kurcaci kecil. diandra udah sering cerita, azzam juga dah mulai ngoceh2 niruin yang lagi ngomong. seru kali ya punya anak….
December 06, 2009
who’s beside me
dipikir2 saking seringnya naik pesawat, tapi kayaknya ga pernah nemu orang yang kukenal ya. apa pada jarang naek pesawat kali ya? hehe…
tapi perjalananku kali ini sedikit berbeda. saat badan sudah lelah dan mata mulai ngantuk karena outbond seharian, mata ini serasa melihat ina ab three. dia duduk di seat 23B, sedangkan ku yang duduk di 23F hanya bisa berpaling tak percaya. ah mungkin orang lain dengan dandanan menor, pikirku.
lalu beberapa saat kemudian terlihat sosok seperti nola ab three duduk di sampingnya. dengan dandanan norak juga. pikirku saat itu, ck ck ck , ini tante-tante kenapa dandanannya kayak mau show aja sih, apa nggak bisa dandan yang biasa aja ya (haha).
dan tak lama berselang, petugas pesawat datang dan menanyakan apakah seat di sampingku kosong. kujawab, ya silakan. ketika seorang ibu-ibu hendak duduk di sampingku, seorang ibu2 lain mirip widi ab three menyela dan berkata bahwa 2 seat yang tersisa itu telah ia booking. akhirnya sang ibu yang sudah tampak repot dengan barang bawaannya, mundur mencari seat yang lain. lalu ibu-ibu yang satu lagi bersama dengan anak kecil baby-sitternya dengan sigapnya menempati tempat duduk 23D dan 23E tepat di sampingku.
well, mereka memang ab three. saya baru benar-benar sadar saat itu. tapi, karena mata ini terlalu ngantuk, tak sepatah katapun keluar untuk membuka obrolan. tidur adalah hal yang paling menyenangkan saat itu. toh kupikir, ku tak kenal mereka. yang kutahu hanya lagu mereka, selebihnya nol. alhasil, aksi tidur pun sukses dilakukan mulai dari sebelum landing sampai akhirnya roda pesawat menyentuh landasan. bye-bye ab three, lain kali aja ya kita ngobrol
tapi perjalananku kali ini sedikit berbeda. saat badan sudah lelah dan mata mulai ngantuk karena outbond seharian, mata ini serasa melihat ina ab three. dia duduk di seat 23B, sedangkan ku yang duduk di 23F hanya bisa berpaling tak percaya. ah mungkin orang lain dengan dandanan menor, pikirku.
lalu beberapa saat kemudian terlihat sosok seperti nola ab three duduk di sampingnya. dengan dandanan norak juga. pikirku saat itu, ck ck ck , ini tante-tante kenapa dandanannya kayak mau show aja sih, apa nggak bisa dandan yang biasa aja ya (haha).
dan tak lama berselang, petugas pesawat datang dan menanyakan apakah seat di sampingku kosong. kujawab, ya silakan. ketika seorang ibu-ibu hendak duduk di sampingku, seorang ibu2 lain mirip widi ab three menyela dan berkata bahwa 2 seat yang tersisa itu telah ia booking. akhirnya sang ibu yang sudah tampak repot dengan barang bawaannya, mundur mencari seat yang lain. lalu ibu-ibu yang satu lagi bersama dengan anak kecil baby-sitternya dengan sigapnya menempati tempat duduk 23D dan 23E tepat di sampingku.
well, mereka memang ab three. saya baru benar-benar sadar saat itu. tapi, karena mata ini terlalu ngantuk, tak sepatah katapun keluar untuk membuka obrolan. tidur adalah hal yang paling menyenangkan saat itu. toh kupikir, ku tak kenal mereka. yang kutahu hanya lagu mereka, selebihnya nol. alhasil, aksi tidur pun sukses dilakukan mulai dari sebelum landing sampai akhirnya roda pesawat menyentuh landasan. bye-bye ab three, lain kali aja ya kita ngobrol
dejavu
dua hari ikut outbond bareng di malino. jadi inget outbond rohis di kali kuning. cuman bedanya dulu belon jadi muhrim, ga bisa pegang2an dan kelon2an
sekarang malah ajang pamer kemesraan. habis gimana lagi, jarang ketemu. ada momen spesial, ya harus dimanfaatin to.
yah, lumayan seru lah, liburan kali ini. yang jelas outbond, sekalian pacaran lagi
report dikit tentang malino. area dingin di wilayah sulawesi selatan. sedikit menyerupai kali urang, tapi area bermainnya nggak seluas kali urang dan nggak ada air terjun (soalnya kita nggak kesana, nggak tau deh sebenernya ada apa nggak). lokasi ini menjadi salah satu tujuan wisata di sulawesi selatan. bisa ditempuh sekitar 2 jam dari kota makassar.
yah, lumayan seru lah, liburan kali ini. yang jelas outbond, sekalian pacaran lagi
report dikit tentang malino. area dingin di wilayah sulawesi selatan. sedikit menyerupai kali urang, tapi area bermainnya nggak seluas kali urang dan nggak ada air terjun (soalnya kita nggak kesana, nggak tau deh sebenernya ada apa nggak). lokasi ini menjadi salah satu tujuan wisata di sulawesi selatan. bisa ditempuh sekitar 2 jam dari kota makassar.
Subscribe to:
Posts (Atom)