February 17, 2024
Good Enough For You
December 14, 2023
Piece of My Heart ~ Season 2 ~ Ch 12
9 Oktober 2008. Besok kami akan menikah. Aku tersenyum membaca undangan pernikahan kami.
Ratih & Totok.
It's finally happening. Setelah apa yang telah terjadi. Rasanya baru kemarin kami berkenalan di lapangan sepak bola. Bahkan rasa pedih yang kurasa saat kulihat ia bersama Indah, masih terpatri jelas di ingatanku. But tomorrow, he'll be mine for sure.
HP ku berdering. Ada pesan SMS masuk. Ini dari Bima. Seorang teman se-angkatan di perusahaan tempatku bekerja.
"Tih, gimana kabarnya. Jadi nikahnya?" tanyanya.
"Baik Bim.. ya jadi lah... gimana kabarnya, dimana sekarang?" jawabku.
"Baik juga. Di pelosok hutan nih T_T. Semoga lancar ya besok. Rasanya baru kemaren kita diklat bareng ya. Eh kamu udah duluan aja. Wkwkwk"
"Aamiin.. makasih ya Bim. Iya ya, jadi inget kita jalan-jalan bareng di kebon teh, trus makan bakso di depan udiklat.."
"Hehehe, iya.. Tih, kangen.."
Aku termangu membaca kata terakhir darinya. Kata yang menurutku kurang wajar ditujukan kepada teman lawan jenis yang akan menikah esoknya.
Hanya sebuah emoticon senyum yang kuberikan sebagai balasan. Karena aku tak tahu harus menjawab apa. Dan pembicaraan kami terhenti di sana.
Esok, aku sudah menjadi Nyonya Totok. Pria yang kuimpikan menjadi imamku. Ku yakin akan ada banyak cerita dan tantangan setelah ini. Dan aku tak dapat memperkirakan akan sekuat apa ombak yang akan kami arungi bersama nantinya. Namun tak sedikitpun aku ragu atau pun takut menghadapinya.
Piece of My Heart ~ Season 2 ~ Ch 11
"Hai Totok, kenalin, aku Wati." jempolku menari di atas keypad HP Nokia milik ibuku. Lalu kutekan tombol kirim.
Beberapa hari yang lalu ibuku memiliki ide aneh buat ngerjain Totok. Dia bilang, "Dek, coba kita SMS mas Totok yuk, pake HP mama. Pura-pura aja ngajak kenalan, kita lihat responnya kayak apa nanti." Kebetulan ibuku baru saja pulang dari ibadah haji, dan beliau masih memiliki nomer seluler yang dibelinya di Mekah. Sehingga Totok tidak akan menyadari bahwa ini adalah SMS dari kami. Aku pun mengiyakan saja tanpa ragu.
Nada dering khas Nokia terdengar. Sebuah pesan masuk.
"Maaf, ini siapa ya? Tahu nomerku dari mana?" isi pesan dari Totok kubacakan, dan ibuku pun ikut menyimak.
"Dijawab apa ini Ma?" tanyaku kepada ibuku.
Kami berdiskusi sebentar, kemudian aku melanjutkan menuliskan SMS di HP.
"Aku dapet nomermu dari temenku. Boleh kenalan nggak?" aku tersenyum sambil menuliskan kata per kata.
Beberapa percakapan kami lanjutkan. Aku mengenalkan sosok Wati kepadanya, dan Totok pun mengenalkan sosoknya kepada kami. Rasanya aku mulai mengerti arah tujuan ibuku melakukan prank ini kepadanya.
"Totok, mau nggak kalo kita ketemuan?" pertanyaan ini agak membuatku khawatir tentang apa yang akan dijawabnya.
Agak lama kami menunggu jawaban. Namun akhirnya HP ibuku berdering kembali.
"Bisa aja. Tapi sebelumnya maaf, aku udah ada calon." aku membaca isi SMS-nya sambil tersenyum.
Calon.
Definisi kata "pacar" yang selalu terpatri di pikiranku sejak SMA adalah calon suami. Dan dia baru saja mengumumkan ke orang yang baru saja dia kenal, bahwa dia sudah punya calon istri. Aku berharap kelak dia benar adalah jodohku.
Ibuku memutuskan untuk menghentikan pembicaraan dengannya. Kurasa dia sudah mengambil kesimpulan.
Sejak aku memberi tahu ibuku tentang hubunganku dengan Totok, beliau tampak tidak begitu setuju akan hubungan kami. Baru kuketahui belakangan, bahwa ini adalah salah satu ujian yang selalu diberikan ibuku kepada siapapun yang akan menikahi anaknya.
Syukurlah, ujian kali ini dapat kami lewati dengan baik.
January 08, 2018
Our Triplet : Ayo ke Perpusnas!!
![]() |
| Dipilih, dipilih.. |
![]() |
| Nah, nemu nih spot yang bikin mager. Gimana nggak males gerak, geser dikit udah direbut orang lain |
![]() |
| Capek mbaca, mari kita eksplorasi diri di panggung :) |
![]() |
| Ruangannya luas, nyaman, dan colorfull |
![]() |
| Ada taman outdoornya juga lho. Eh, keliatan tuh ujung monasnya.. |
BTW, sebenernya pegen banget mengekslplore isi lantai perpusnas ini satu persatu, mungkin next time yah kalo ga sama bocah..
December 02, 2017
Our Triplet: Kemping yuk!
Ada yang spesial di weekend ini. Kali ini agenda kami adalah: Kemah. Yuuhuuu!! Papanya kembar kan sering banget tuh berandai2 kemah bareng anak2. Nah.. berhubung sekarang anak2 udah mulai bisa diajak berkoordinasi, hayuk lah kita laksanakan.
![]() |
| Seneng ya nak..? kapan2 kita kemah beneran ya... |
February 27, 2017
Piece of My Heart ~ Season 2 ~ Ch 10
2004. "Minggu depan Ernie datang ke Jogja," katanya padaku.
Ernie. Aku pernah dengar kisahnya tentang Ernie. Dia pernah dekat dengan cewek ini semasa SMA. Dan ketika di bangku kuliah, sempat beberapa kali Totok mencoba menjalin komunikasi dengannya. Kesan yang kutangkap adalah, mereka pernah saling suka. Hanya saja Totok tidak pernah berani mengungkapkannya, and Ernie is playing hard-to-get.
"Rencananya mau aku ajak jalan bareng ke Pantai Sundak," lanjutnya.
Kami pun berdebat tentang rencananya ini. But he win his argument.
"Kasihan udah jauh-jauh datang dari Surabaya ke Jogja. Gapapa, nanti juga kan jalannya bareng sama kamu, sama anak-anak juga. Coba bayangin misalnya kamu ada di posisi dia. Dia itu jarang-jarang lho dibolehin sama keluarganya jalan sendirian kayak gini."
He's always being a gentleman. This time I hate it.
"Tenang aja, dia bukan apa-apa. Udah kuanggap adik. Nanti juga toh aku kenalin ke dia, kalo kamu itu calonku. Jadi nggak usah khawatir."
I. Hate. This.
Kenapa sih dia harus pake ngajak Ernie jalan. Ke Sundak lagi. Bagiku, Sundak adalah milik kami. Geng Piramida. Geng dimana aku, Totok dan kedelapan orang yang lain, bergabung buat sekedar ngumpul-ngumpul, ngegosip, belajar, bikin contekan, nyari duit, dan ngabisin duit hasil keringat kita sendiri.
Kenapa sih dia nggak bisa bilang gini "Maaf, aku udah punya calon, dan aku nggak mau nyakitin hatinya dengan jalan dengan kamu"
Dan kenapa aku setuju aja?
Entahlah. Kurasa aku hanya takut mengkonfrontasi keputusannya, takut dianggap kekanak-kanakan, takut dianggap over reacting, takut kehilangannya.
~~
Pagi ini adalah pagi yang aneh. Kami, geng piramida, bakalan jalan-jalan lagi ke Sundak. Tapi bukan senang yang kurasakan. Bagaimana tidak, kali ini aku naik motor boncengan sama Mirna. Dan Totok, dia boncengin siapa lagi kalo bukan Ernie. Katanya, hanya dia yang Ernie kenal di sini. Ngeselin banget kan.
Aku sebel, dia selalu sembunyi di balik jubah Gentleman dan mengatas-namakan kasihan.
Dan aku yakin, kali ini aku nggak akan bisa menikmati perjalananku ke Sundak. Entah apa yang dibicarakan anak-anak tentang situasi ini. Aku yakin mereka membicarakanku dan mencemooh keputusan Totok. Aku pun tak peduli. Aku hanya berdoa, semoga aku sanggup melalui hari ini dengan tegar dan tanpa rasa kecewa. Yang bisa kulakukan hanyalah menunjukkan senyumku pada mereka, meskipun aku tahu mereka melihat sebersit kecemasan di wajahku.
Sepanjang perjalanan, tiba-tiba aku menjadi sosok yang pendiam. Yang ada di benakku hanya, bagaimana nanti aku harus menghadapi sosok Ernie.
Satu persatu lokasi kami kunjungi, gugusan pantai yang telah berkali-kali kuinjakkan kaki di atasnya. Namun kali ini bagiku bagaikan berada di tempat yang asing. Tak sedetikpun aku menikmati perjalanan ini.
Melihat Ernie yang selalu berada di dekat Totok. Ya, hatiku sakit. Namun betapa pahitnya yang kurasakan, aku hanya bisa tersenyum.
Hampir saja aku menangis. Namun tidak. Tidak kali ini. Tidak di depan semuanya.
Satu hal yang pasti, i know he'll keep his promises, so i won't give up. Banyak hal yang telah kualami untuk mendapatkannya. Hatiku tak akan lelah mencintainya. And this won't stop me from loving him.
January 23, 2017
Wayback Machine
I've had lost my blog.
Dulu alamatnya di nyampahyuk.blog.com. Setelah sekian bulan nggak ditilik, tiba-tiba seminggu yang lalu blog itu lenyap. Dan ternyata, seluruh subdomain di blog.com juga lenyap. Yang tersisa tinggal support.blog.com. Berhari-hari saya dibikin pusing gegara ini. Bayangpun, tulisan selama 11 tahun lenyap! Siapa coba yang ga pusing, rasanya pengen nangis T_T.... Mau protes ke siapa coba? Kontak-nya blog.com ga ada.
Oke sy cek dulu, down nggak nih situsnya. Cari di http://www.isitdownrightnow.com/blog.com.html ternyata udah beberapa hari blog.com down. Coba lagi di downornotworking.com/blog.com/ udah sebulan down. Dan ternyata... diliat dari komen2nya, ini situs udah down sejak 6 bulan-an yang lalu. OOOO tidakkk.... Kemana aja saya selama ini???
Oke.... saya coba buka dulu Google Analytic, buat cari tau kapan terakhir kali blogku diakses. Disitu bulan Januari masih ada yg akses ke sana, tapi referral-nya "sharebutton.to" semua. Aneh... Server udah down tapi kok masih bisa diakses. Setelah penelitian lebih mendalam, ternyata terakhir kali yang bener2 akses dari manusia (bukan robot) itu sekitar bulan Oktober.
Lanjut ke masalah utama: gimana nasib postingan2ku??? T_T huhuhuhu....
Baik, coba pake Google Cache, siapa tau bisa diakses... http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache%3Anyampahyuk.blog.com. Wala.. hasilnya zonk... Nangis lagi T_T....huhuhuhu
Di tengah keputusasaan, terombang-ambing terbawa arus ketidakpastian. *halah* . Terbersit secercah harapan. Pake mesin waktu. Iyaa.. mesin waktu... di https://archive.org/web/ kita bisa ngeliat masa lalu dari sebuah situs. Dulu sy inget pernah ngumpulin puing-puing situs-nya Pyramit. Sambil komat-kamit baca bismilah, sy ketik tuh alamat nyampahyuk.blog.com di sana. dannn... Wala.... BISA!!! horray... senengnya ga kira-kira... ^-^ udah bisa senyum
Dari sana, 90% isi postingan sy bisa dibaca dan langsung rekonstruksi ulang di blog ini. Phew.. senengnya, terutama postingan tentang masa2 promil itu precious sekalee... Yang ga bisa kebaca tinggal yang privat2 yang pake password, sama posting yang baru2.
Eh, pas iseng buka pesbuk, ternyata di sana juga pernah tak posting. Ada juga draft postingan yang baru2 tak simpen di Evernote. Yeyyy... senangnya hati ini, semua tulisan sy lengkap sudah..
Trims banget buat masova lewat game Parampaa level 140, yang ngenalin sy dengan mesin waktu. :)
June 01, 2016
Mesin jahit mini portable : Yes or No
Saya belum pernah denger mesin ini, tapi pendapat awal saya tentang mesin ini adalah: No. Tapi nggak legkap rasanya kalo nggak nyari info yang sebanyak2nya dari mbah gugel.
And, most of people on google also say no.. Alasannya mesinnya ringkih, cepat rusak, hanya untuk bahan tipis, dan susah nyari spare part. Oya satu lagi, penggunaan terbatas. Dibandingkan mesin portable biasa yang ada macam2 jenis jahitan (jahitan lubang kancing, zig-zag buat gantinya obras, 3 step zig-zag buat jahit tali elastis, bordir sederhana, dll) dan juga ada berapa macam sepatu (sepatu jahit kancing, sepatu jahit resleting, dll). Ya, saya bisa membayangkan, gimana stressnya kalo mau jahit bagian yang agak tebel, misalnya lipatan2. Saya sendiri sudah beberapa kali mematahkan jarum di mesin portable (bukan mini) saya. Mungkin saya aja yang ndableg, main hajar aja jaitnya.
Saya pernah lihat mesin mini-mini ini di acara emak-emak moderen di stasiun televisi swasta. Emang lucu sih bentuknya, mungil, jadi nggak makan tempat. Dikombinasi dengan harga yang jauh lebih murah dibanding mesin jahit portable (bukan mini), mesin ini jadi banyak dilirik emak-emak yang juga pengen mulai jahit-menjahit. Dan ternyata, mesin mini-mini ini banyak juga merk dan tipenya, salah satunya ini dia nih..
Lucu kan... unyu-unyu banget.. Konon katanya mesin ini adalah mesin terlaris di USA tahun 2010. Benarkah? who knows..
Setelah penjelajahan lebih jauh, ternyata merk2 ternama seperti janome, singer, butterfly, dll ada versi yang mini portable juga. Dan yang mini-mini tersebut dirancang untuk anak-anak dan pemula, karena lebih aman (kecil kemungkinan tertusuk jarum). Berdasarkan beberapa artikel, sepertinya sang juara dari yang mini-mini ini adalah si mini merk janome, yang harga amazon-nya sekitar USD 70 (nyaris sejuta rupiah).
Agak melenceng dari tujuan penjelajahan awal, ternyata eh ternyata di amrik sono anak2 kecil dari usia 5 tahun udah mulai diajarin pake mesin jait sendiri lho.... hebat ya.. alasan emaknya, daripada ngerusakin mesin jait emaknya dan takut ketusuk jarum, dibeliin deh mesin jait yang mini2 yang lebih aman. hihihi... Bocah2 saya yang usianya 2 taun juga udah mulai usil kalo ngeliat emaknya lagi jait. Ambil kain sisa potongan, trus ditaroh di deket mesin jait sambil bilang "Jait, jait". Hehe, tapi saya belum ada hasrat buat beliin mereka mesin jait. Selain masih kecil, beliinya juga langusng 3 buah pula... Pusing pala emaknya... :)
BTW, ini penampakan mesin jait buat anak2.
Mirip ama gambar yang sebelumnya yaa...
Ngemeng-ngemeng tentang mesin jait buat anak... Jadi inget, dulu pas SD pernah dikado mesin jait kecil sama ibuku. Dan sepertinya, tu mesin jait nggak pernah dipake deh... Cuman dipajang di meja belajar, sampai akhirnya dijual pas pindahan ke jawa... Huhuhuhu... kalo aja ngerti barang itu ternyata bisa buat bikin tas, dompet, dll.. Belum dapet hidayah sepertinya :)
Hampir sama nasibnya sama mesin jait yang sekarang sy punya. Dulu dibeliin papanya anak2, pas masih cuman berdua-duaan. Tuh mesin bertahun2 tinggal di kerdus, cuman sesekali dikeluarin pas ada baju yang jahitannya lepas. Sampai akhirnya, saya dapet hidayah beberapa minggu sebelum bocah-bocah lahir, mesin ini akhirnya menghasilkan clodi-clodi handmade. Lalu ada tempat pensil, wadah mukena, clutch lucu, tas selempang anak, baju dress anak, mukena anak, cover buat organizer box, tatakan piring dan lain lain...
Yes, sewing is my new thing now.. :)
Tuh kan jadi ngelantur. Balik lagi ke mesin jahit mini portable, dikembalikan lagi ke fungsinya nanti. Kalau hanya dipakai buat belajar "regedek-regedek" sih oke aja.. tapi kalo yang udah suka njait, mesin ini pasti nggak cukup buat memenuhin hasrat creating something. Untuk saya sendiri, saya beruntung tidak mengenal mesin mini-mini ini sewaktu beli mesin jahit, jadi nggak tergoda untuk pindah ke lain hati.
March 12, 2015
Our Triplet : Renang
Sebenernya ngiler banget sama yang namanya aquatic baby.. bayi2 diajarin renang, ada yang udah bisa nyemplung dengan mata terbuka dan mulut yang tersenyum. Aih.. Senengnya kalo bisa ngelesin triplet di aquatic baby ini. Cuman biayanya bo'.... Amat sangat tidak sesuai dengan budget yang ada, mana jauh pula.
August 31, 2014
Our Triplet : Clodi
Pengen tau cerita tentang para triplet? Silakan berkunjung ke coret-coretan edisi “Our Triplet” di sini.
Yak, saatnya membahas popok. Dulu pas hamil, saya sempet njahit clodi sendiri dengan niat untuk dipakaikan ke triplet nantinya setelah lahir.
Jadi, awal-awal lahiran, sampe usia satu bulan, para triplet masih pakai popok tali. Alhasil, cuciannya bok… nggak cuman bejibun, tapi segunung.
.
Usia 2 bulan, nyobain deh clodi ke para triplet. Tapi… kegedean sodarah-sodarah… Jadi beralih ke popok sekali pakai (pospak). Untungnya ada temen yang ngasih tau tentang produk pospak yang beda dari yang lain. Happy Nappy, baby pad (bukan iklan lho ya). Jadi modelnya kayak pembalut wanita, yang direkatin ke popok kain. Jadi lumayan breathable. Murah pula, satu bijinya nggak nyampe seribu perak.
.
Nah di usia 3 ini, baru mulai rajin lagi pake clodi. Jadi, untuk siang pake clodi, malam make baby pad. Tetep ya pake baby pad, soalnya bukan apa2. Koleksi clodi-nya belum mencukupi untuk para triplet. Ada yang mau nyumbang?
.
Lho, clodi hommade-nya gimana nasibnya? Na… kalo clodi hommade dipakenya buat pagi menjelang mandi dan sore menjelang mandi. Dengan insert dari anduk bekas yang dipotong-potong, lumayan, untuk 1-2 kali pipis belum tembus sampe luar. Penampakannya begini sodarah-sodarah
.
Cukup puas lah, dengan bahan seadanya bisa dimanfaatin jadi clodi merk mama triplet. Ada yang mau pesen?














