February 17, 2024

Good Enough For You

14 February 2024

Hari ini aku menyaksikan betapa cekatannya dia saat bertugas menjadi KPPS. Praktis hampir seluruh fungsi dijalankan olehnya. Mulai dari membagikan kertas suara, nempelin Kertas Pemungutan Suara, nggeser - nggeser meja, membuka Kertas suara satu per satu, mengumumkan hasil suara pemilihan, dan lain sebagainya. Hampir tak terlihat waktu dimana dia duduk santai di kursinya, sementara anggota KPPS yang lainnya masih sering terlihat duduk dan mengamati.

Namun aku tak dapat pula menuntut kontribusi lebih dari mereka. Karena aku pun tahu betul sifat dari suamiku ini. Dia yang selalu menginginkan segala sesuatunya dapat  selesai dengan cepat. Betapa dia sanggup melakukan semuanya sendiri. Sehingga seringkali ia tampak lebih dominan dibandingkan yang lain dalam setiap kegiatan.

Meskipun begitu, melihatnya jungkir balik seperti ini rasanya menghancurkan hatiku. Rasanya ingin berteriak " Someone, please give him a hand! At least you could do this or that! ". Suamiku ini juga manusia lho, dia bisa juga capek. Dan pastilah dia capek setengah mati. 

Namun sekali lagi, aku tak akan menyalahkan mereka, ataupun mengharapkan kerjasama yang lebih baik dari mereka. Aku hanya bisa mengharapkan kesehatan untuk suamiku. Semoga lelahnya hari ini dapat memberikan kontribusi y ang terbaik untuk negara. 

Hanya segelas STMJ yang dapat terpikirkan olehku untuk dapat menjadi sumber tambahan stamina untuknya. Maka sore itu, kubulatkan hatiku untuk mengirimkan segelas STMJ untuknya. Meskipun bisikan untuk mengurungkan niat ini sempat beberapa kali mengoyahkan hati ku memberatkan langkahku, tapi keinginanku untuk berkontribusi sangatlah besar. Aku ingin menjadi support system untuk suamiku. Dan betul saja, malam itu aku pun tak bisa tertidur hingga dia pulang dengan aman di rumah. 

Kontribusi. Kadang inilah yang sering mengganggu pikiranku. Dia yang selalu serba bisa. Entah itu peran sebagi suami, ataupun peran sebagai bapak rumah tangga. Mulai dari mencari nafkah, benerin genteng, benerin keran, belanja ke pasar, memasak, nyuci, nyetrika, daan lain sebagainya. Hampir tak ada yang tidak bisa dikerjakannya.

Membuatku bertanya pada diriku. "Apa kontribusimu sih? Kalaupun ada, kayaknya nggak gede gede amat." Pikiran ini kadang membuatku merasa kecil, tidak berguna. Seperti yang pernah kukatakan padanya via WA. Dan dia hanya membalas "Ngawur.

Pernah suatu saat dia menyadarkanku betapa aku lalai menjalankan tugasku saat di ranjang. Ya, kurasa dia benar. Entah bagaimana bisa kita menjadi sedingin itu satu sama lain. Sementara yang sebenarnya yang kita inginkan adalah sama sekali kebalikannya. Ku inginkan kelembutan dan perhatiannya. Dia pun menginginkan sambutan hangatku.

Padahal tak jarang pula aku membayangkan bercumbu dengannya, mencoba segala hal yang belum pernah kita lakukan. Salahku, aku selalu menunggunya melakukan semua hal tersebut. Sementara aku, terlalu takut untuk memulai sesuatu. 

Perkataannya telah menamparku, menyadarkanku bahwa kebahagiaan harus diusahakan. Dan selama ini aku terlalu malas untuk berusaha. Terlalu sibuk mendengarkan bisikan yang menggoyahkan niatku. " Malu dong" .  " Ah kayaknya dia nggak suka deh". " Udah lah, lain kali aja". Dan aku pun kembali menjadi wanita yang sedingin bunga es di freezer kulkas.

Aku tidak ingin kembali menjadi wanita seperti itu. Mungkin aku belum sepenuhnya menjadi wanita yang hangat.  Namun setidaknya aku sudah sedikit mencair menjadi sedingin air galon mode cool. Lagipula, perubahan yang baik tidak pernah instan bukan?

To my husband, I want to be good enough for you. And, please help me to be one.




December 14, 2023

Piece of My Heart ~ Season 2 ~ Ch 12

<<prev part

9 Oktober 2008. Besok kami akan menikah. Aku tersenyum membaca undangan pernikahan kami. 

Ratih & Totok.

It's finally happening. Setelah apa yang telah terjadi. Rasanya baru kemarin kami berkenalan di lapangan sepak bola. Bahkan rasa pedih yang kurasa saat kulihat ia bersama Indah, masih terpatri jelas di ingatanku. But tomorrow, he'll be mine for sure.

HP ku berdering. Ada pesan SMS masuk. Ini dari Bima. Seorang teman se-angkatan di perusahaan tempatku bekerja.

"Tih, gimana kabarnya. Jadi nikahnya?" tanyanya.

"Baik Bim.. ya jadi lah... gimana kabarnya, dimana sekarang?" jawabku.

"Baik juga. Di pelosok hutan nih T_T. Semoga lancar ya besok. Rasanya baru kemaren kita diklat bareng ya. Eh kamu udah duluan aja. Wkwkwk" 

"Aamiin.. makasih ya Bim. Iya ya, jadi inget kita jalan-jalan bareng di kebon teh, trus makan bakso di depan udiklat.." 

"Hehehe, iya.. Tih, kangen.."

Aku termangu membaca kata terakhir darinya. Kata yang menurutku kurang wajar ditujukan kepada teman lawan jenis yang akan menikah esoknya. 

Hanya sebuah emoticon senyum yang kuberikan sebagai balasan. Karena aku tak tahu harus menjawab apa. Dan pembicaraan kami terhenti di sana. 

Esok, aku sudah menjadi Nyonya Totok. Pria yang kuimpikan menjadi imamku. Ku yakin akan ada banyak cerita dan tantangan setelah ini. Dan aku tak dapat memperkirakan akan sekuat apa ombak yang akan kami arungi bersama nantinya. Namun tak sedikitpun aku ragu atau pun takut menghadapinya.

<<prev part

Piece of My Heart ~ Season 2 ~ Ch 11

<<prev part   next part >>

"Hai Totok, kenalin, aku Wati." jempolku menari di atas keypad HP Nokia milik ibuku. Lalu kutekan tombol kirim.

Beberapa hari yang lalu ibuku memiliki ide aneh buat ngerjain Totok. Dia bilang, "Dek, coba kita SMS mas Totok yuk, pake HP mama. Pura-pura aja ngajak kenalan, kita lihat responnya kayak apa nanti." Kebetulan ibuku baru saja pulang dari ibadah haji, dan beliau masih memiliki nomer seluler yang dibelinya di Mekah. Sehingga Totok tidak akan menyadari bahwa ini adalah SMS dari kami. Aku pun mengiyakan saja tanpa ragu. 

Nada dering khas Nokia terdengar. Sebuah pesan masuk. 

"Maaf, ini siapa ya? Tahu nomerku dari mana?" isi pesan dari Totok kubacakan, dan ibuku pun ikut menyimak.

"Dijawab apa ini Ma?" tanyaku kepada ibuku. 

Kami berdiskusi sebentar, kemudian aku melanjutkan menuliskan SMS di HP.

"Aku dapet nomermu dari temenku. Boleh kenalan nggak?" aku tersenyum sambil menuliskan kata per kata.

Beberapa percakapan kami lanjutkan. Aku mengenalkan sosok Wati kepadanya, dan Totok pun mengenalkan sosoknya kepada kami. Rasanya aku mulai mengerti arah tujuan ibuku melakukan prank ini kepadanya. 

"Totok, mau nggak kalo kita ketemuan?" pertanyaan ini agak membuatku khawatir tentang apa yang akan dijawabnya. 

Agak lama kami menunggu jawaban. Namun akhirnya HP ibuku berdering kembali.

"Bisa aja. Tapi sebelumnya maaf, aku udah ada calon." aku membaca isi SMS-nya sambil tersenyum. 

Calon. 

Definisi kata "pacar" yang selalu terpatri di pikiranku sejak SMA adalah calon suami. Dan dia baru saja mengumumkan ke orang yang baru saja dia kenal, bahwa dia sudah punya calon istri. Aku berharap kelak dia benar adalah jodohku.

Ibuku memutuskan untuk menghentikan pembicaraan dengannya. Kurasa dia sudah mengambil kesimpulan. 

Sejak aku memberi tahu ibuku tentang hubunganku dengan Totok, beliau tampak tidak begitu setuju akan hubungan kami. Baru kuketahui belakangan, bahwa ini adalah salah satu ujian yang selalu diberikan ibuku kepada siapapun yang akan menikahi anaknya.

Syukurlah, ujian kali ini dapat kami lewati dengan baik. 

<<prev part   next part >>

January 08, 2018

Our Triplet : Ayo ke Perpusnas!!

 

Beberapa minggu ini, sy nemu info kalo ada spot asyik buat anak-anak di perpustakaan. Ish, perpustakaan, cape deh... Eits, jangan antipati dulu.... Asyik loh, nongkrong di perpstakaan. Meskipun sekarang rate membaca buku saya sangat rendah (1 buku/tahun), saya punya kesan tersendiri terhadap buku. Buku lho ya, bukan artikel di internet.. Dari saat koleksi komik saya yang selalu bertambah setelah pembagian rapor atau ulang tahun, atau saat saya menyewakan komik-komik itu dengan biaya 50 rupiah per buku, atau saat saya ngubek-ubek rak di perpus SD untuk menemukan harta karun (buku baru), atau saat nongkrong di perpus SMP bersama sohib, atau saat saya berandai-andai punya perpustakaan sendiri dengan taman hijau yang luas untuk lokasi membaca, atau pun saat saya jadikan buku-buku untuk ngganjel jok mobil.

Nah, kenangan2 itu yang sekarang mau sy tularkan ke anak-anak. Membaca itu menyenangkan lho!! Karena sekarang mereka belum bisa baca, kami-lah yang tugasnya ngebacain buku-buku itu ke anak-anak. Minimal mereka udah mulai excited..

Singkat cerita, berdasarkan penelusuran ke sana ke mari, ada nih perpustakaan yang kids friendly, dan gratis ya sodara-sodara (ini mah kudu mesti).
Jam Buka Layanan Koleksi Anak
Letaknya di sini :
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, 
Jalan Medan Merdeka Selatan No.11,
Daerah Khusus Ibu Kota, Jakarta 10110
Lantai 7: Layanan Koleksi Anak

Jam Buka Layanan Koleksi Anak
Senin - Jumat  : 8.30  s/d  16.00
Sabtu - Minggu : 09.00 s/d 16.00
Libur Nasional Tutup



Kami kesana hari Sabtu, karna info yg kami dapat, minggu tutup. Eh ternyata minggu buka juga lho!! Mungkin banyak masukan, harusnya public services buka terus dong ya... Sampe sana jam setengah 11. Udah lumayan rame, ada juga yang udah mau pulang. Parkirnya di Basement, trus naik Lift. Disini nih repotnya, akses ke dan dari parkiran Basement harus pake lift, (atau bisa aja sih kami yang nggak tau) jadi harus ngantri dan lumayan berdesakan di lift-nya. 
Lantai 1-24 Perpusnas

Kalau mau ke Layanan Koleksi Anak, bisa langsung ke lantai 7. Nggak perlu pakai daftar. Tinggal tulis di buku pengunjung doang di pintu masuk Layanan koleksi anak. Oya, di dalam nggak boleh makan ya.. trus, tas2 dititipkan di loker atau ditaruh di rak yang sudah disediakan. Yuk cus, kita liat aja live reportnya...

Dipilih, dipilih..
 

Udah pilih bukunya, mari kita baca..

Nah, nemu nih spot yang bikin mager. Gimana nggak males gerak, geser dikit udah direbut orang lain 

Capek mbaca, mari kita eksplorasi diri di panggung :)

Ruangannya luas, nyaman, dan colorfull


Ada taman outdoornya juga lho. Eh, keliatan tuh ujung monasnya..
Oya, satu lagi yang bikin saya takjub sama Perpusnas Lantai 7 ini. Adalah toiletnya sodarah-sodarah. Iya, toilet duduknya ada yang khusus buat anak2. Jadi mungil gitu, dipake sama anak2 nggak bakal nggantung kakinya, bisa napak di lantai. Tisu gulungnya pun disesuaikan dengan tinggi anak2 balita, jadi pendek gitu.. Sampe2 anak saya minta dianterin ke toilet cuman gara-gara denger testimoni dari kembarannya. Ih, saya salut deh sama yang bikin gedung ini, sampai memikirkan hal ini. Kids friendly bener...

BTW, sebenernya pegen banget mengekslplore isi lantai perpusnas ini satu persatu, mungkin next time yah kalo ga sama bocah..


December 02, 2017

Our Triplet: Kemping yuk!

 Ada yang spesial di weekend ini. Kali ini agenda kami adalah: Kemah. Yuuhuuu!! Papanya kembar kan sering banget tuh berandai2 kemah bareng anak2. Nah.. berhubung sekarang anak2 udah mulai bisa diajak berkoordinasi, hayuk lah kita laksanakan. 


Terus terang, sy (dulunya) bukan termasuk pelajar ataupun mahasiswi yang ikut di kegiatan pencinta alam. Jadi masalah  perkemahan masih buta.. Untungnya kami dikenalkan sama K3I (Komunitas Kemah Keluarga Indonesia). Hampir tiap bulan mereka ngadain event kemah. Dan kebetulan tanggal 1-3 Desember ini ada Big Event kemah di Cibodas. Banyak acara seru, banyak temen baru, tambah deket ama keluarga, tambah deket ama alam.. Ikut dong kami..

Ini acara kemping pertama kami. Alhamdulillah, banyak info dari K3I seputaran persiapan kemah. Jadi ga begitu bingung nyiapin apa2 aja yang harus dibawa..

Persiapan H-1, tinggal cuss...

H-1, semua barang sudah ready masuk di bagasi mobil. Tinggal cus keesokan harinya.. Etapi... Ada info dari bmkg, akan ada badai tropis dahlia yang efeknya sampai ke jakarta dan jawa barat. Kebayang deh efek badai cempaka yang barusan aja memporak poranda daerah jateng & DIY.. Cuman, namanya udah niat ya.. Anak2 juga excited banget mau diajak kemah. Akhirnya, kami putuskan: The Show must go on!! Cus lah kami berangkat subuh2.. 

Ternyata eh ternyata... pas mau sampe lokasi, ada berita di grup WA K3I, kalo acara big event DIBATALKAN. Hah, batal?? Kepalang nanggung ih, dikit lagi udah nyampe. Lanjutlah kami berkunjung ke lokasi..

Eh, pohonnya tumbang, korban badai dahlia kemaren malam...
Kondisi emang ga memungkinkan sih. Di lokasi kemah banyak pohon yang tumbang, area Taman Nasional Cibodas pun ditutup. Pengelola lapangan golf cibodas juga menarik ijin pelaksanaan big event. Tapi.. ternyata masih ada juga loh, yang ngediriin tenda di sana. Padahal kondisi hujan2an begitu. Menurut panitia big event, monggo lah kalo masih tetep nenda, tapi resiko tanggung ndiri yee.. hehe.. ya udah, kami memutuskan untuk menunda acara kemping perdana kami. 
Tetep kekeuh.. :)
Yah sud, daripada pulang dengan hati kosong, kami nikmati aja, apa yang ada. Jadilah anak2 main basah2an, banjir2an. Alhamdulillah, belum jadi kemping, tapi kami udah menyicipi keseruannya.. 
Dapet spot asyik buat main balap sandal sama kakak2 sepupunya.
Ah, kami tak sabar untuk ikut event kemping selanjutnya.. 


Seneng ya nak..? kapan2 kita kemah beneran ya... 



February 27, 2017

Piece of My Heart ~ Season 2 ~ Ch 10

<<prev part   next part >>

2004. "Minggu depan Ernie datang ke Jogja," katanya padaku.

Ernie. Aku pernah dengar kisahnya tentang Ernie. Dia pernah dekat dengan cewek ini semasa SMA. Dan ketika di bangku kuliah, sempat beberapa kali Totok mencoba menjalin komunikasi dengannya. Kesan yang kutangkap adalah, mereka pernah saling suka. Hanya saja Totok tidak pernah berani mengungkapkannya, and Ernie is playing hard-to-get.

"Rencananya mau aku ajak jalan bareng ke Pantai Sundak," lanjutnya.

Kami pun berdebat tentang rencananya ini. But he win his argument.

"Kasihan udah jauh-jauh datang dari Surabaya ke Jogja. Gapapa, nanti juga kan jalannya bareng sama kamu, sama anak-anak juga. Coba bayangin misalnya kamu ada di posisi dia. Dia itu jarang-jarang lho dibolehin sama keluarganya jalan sendirian kayak gini."

He's always being a gentleman. This time I hate it.

"Tenang aja, dia bukan apa-apa. Udah kuanggap adik. Nanti juga toh aku kenalin ke dia, kalo kamu itu calonku. Jadi nggak usah khawatir."

I. Hate. This.

Kenapa sih dia harus pake ngajak Ernie jalan. Ke Sundak lagi. Bagiku, Sundak adalah milik kami. Geng Piramida. Geng dimana aku, Totok dan kedelapan orang yang lain, bergabung buat sekedar ngumpul-ngumpul, ngegosip, belajar, bikin contekan, nyari duit, dan ngabisin duit hasil keringat kita sendiri.

Kenapa sih dia nggak bisa bilang gini "Maaf, aku udah punya calon, dan aku nggak mau nyakitin hatinya dengan jalan dengan kamu"

Dan kenapa aku setuju aja?

Entahlah. Kurasa aku hanya takut mengkonfrontasi keputusannya, takut dianggap kekanak-kanakan, takut dianggap over reacting, takut kehilangannya.

~~

Pagi ini adalah pagi yang aneh. Kami, geng piramida, bakalan jalan-jalan lagi ke Sundak. Tapi bukan senang yang kurasakan. Bagaimana tidak, kali ini aku naik motor boncengan sama Mirna. Dan Totok, dia boncengin siapa lagi kalo bukan Ernie. Katanya, hanya dia yang Ernie kenal di sini. Ngeselin banget kan.

Aku sebel, dia selalu sembunyi di balik jubah Gentleman dan mengatas-namakan kasihan.

Dan aku yakin, kali ini aku nggak akan bisa menikmati perjalananku ke Sundak. Entah apa yang dibicarakan anak-anak tentang situasi ini. Aku yakin mereka membicarakanku dan mencemooh keputusan Totok. Aku pun tak peduli. Aku hanya berdoa, semoga aku sanggup melalui hari ini dengan tegar dan tanpa rasa kecewa. Yang bisa kulakukan hanyalah menunjukkan senyumku pada mereka, meskipun aku tahu mereka melihat sebersit kecemasan di wajahku.

Sepanjang perjalanan, tiba-tiba aku menjadi sosok yang pendiam. Yang ada di benakku hanya, bagaimana nanti aku harus menghadapi sosok Ernie.

Satu persatu lokasi kami kunjungi, gugusan pantai yang telah berkali-kali kuinjakkan kaki di atasnya. Namun kali ini bagiku bagaikan berada di tempat yang asing. Tak sedetikpun aku menikmati perjalanan ini.

Melihat Ernie yang selalu berada di dekat Totok. Ya, hatiku sakit. Namun betapa pahitnya yang kurasakan, aku hanya bisa tersenyum.

Salah seorang dari geng piramida datang menghampiriku dan menepuk pundakku "Sabar ya, Tih."
Hampir saja aku menangis. Namun tidak. Tidak kali ini. Tidak di depan semuanya.

Satu hal yang pasti, i know he'll keep his promises, so i won't give up. Banyak hal yang telah kualami untuk mendapatkannya. Hatiku tak akan lelah mencintainya. And this won't stop me from loving him.

January 23, 2017

Wayback Machine

A tragedy just happend!

I've had lost my blog.

Dulu alamatnya di nyampahyuk.blog.com. Setelah sekian bulan nggak ditilik, tiba-tiba seminggu yang lalu blog itu lenyap. Dan ternyata, seluruh subdomain di blog.com juga lenyap. Yang tersisa tinggal support.blog.com. Berhari-hari saya dibikin pusing gegara ini. Bayangpun, tulisan selama 11 tahun lenyap! Siapa coba yang ga pusing, rasanya pengen nangis T_T.... Mau protes ke siapa coba? Kontak-nya blog.com ga ada.

Oke sy cek dulu, down nggak nih situsnya. Cari di http://www.isitdownrightnow.com/blog.com.html ternyata udah beberapa hari blog.com down. Coba lagi di downornotworking.com/blog.com/ udah sebulan down. Dan ternyata... diliat dari komen2nya, ini situs udah down sejak 6 bulan-an yang lalu. OOOO tidakkk.... Kemana aja saya selama ini???

Oke.... saya coba buka dulu Google Analytic, buat cari tau kapan terakhir kali blogku diakses. Disitu bulan Januari masih ada yg akses ke sana, tapi referral-nya "sharebutton.to" semua. Aneh... Server udah down tapi kok masih bisa diakses. Setelah penelitian lebih mendalam, ternyata terakhir kali yang bener2 akses dari manusia (bukan robot) itu sekitar bulan Oktober.

Lanjut ke masalah utama: gimana nasib postingan2ku??? T_T huhuhuhu....

Baik, coba pake Google Cache, siapa tau bisa diakses... http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache%3Anyampahyuk.blog.com. Wala.. hasilnya zonk... Nangis lagi T_T....huhuhuhu

Di tengah keputusasaan, terombang-ambing terbawa arus ketidakpastian. *halah* . Terbersit secercah harapan. Pake mesin waktu. Iyaa.. mesin waktu... di https://archive.org/web/ kita bisa ngeliat masa lalu dari sebuah situs. Dulu sy inget pernah ngumpulin puing-puing situs-nya Pyramit. Sambil komat-kamit baca bismilah, sy ketik tuh alamat nyampahyuk.blog.com di sana. dannn... Wala.... BISA!!! horray... senengnya ga kira-kira... ^-^ udah bisa senyum

Dari sana, 90% isi postingan sy bisa dibaca dan langsung rekonstruksi ulang di blog ini. Phew.. senengnya, terutama postingan tentang masa2 promil itu precious sekalee... Yang ga bisa kebaca tinggal yang privat2 yang pake password, sama posting yang baru2.

Eh, pas iseng buka pesbuk, ternyata di sana juga pernah tak posting. Ada juga draft postingan yang baru2 tak simpen di Evernote. Yeyyy... senangnya hati ini, semua tulisan sy lengkap sudah..

Trims banget buat masova lewat game Parampaa level 140, yang ngenalin sy dengan mesin waktu. :)

June 01, 2016

Mesin jahit mini portable : Yes or No

Penjelajahan saya di internet mencari informasi tentang mesin jahit mini portable ini berawal dari seorang teman yang menceritakan keinginannya membeli sebuah mesin jahit mini portable.

Saya belum pernah denger mesin ini, tapi pendapat awal saya tentang mesin ini adalah: No. Tapi nggak legkap rasanya kalo nggak nyari info yang sebanyak2nya dari mbah gugel.

And, most of people on google also say no.. Alasannya mesinnya ringkih, cepat rusak, hanya untuk bahan tipis, dan susah nyari spare part. Oya satu lagi, penggunaan terbatas. Dibandingkan mesin portable biasa yang ada macam2 jenis jahitan (jahitan lubang kancing, zig-zag buat gantinya obras, 3 step zig-zag buat jahit tali elastis, bordir sederhana, dll) dan juga ada berapa macam sepatu (sepatu jahit kancing, sepatu jahit resleting, dll). Ya, saya bisa membayangkan, gimana stressnya kalo mau jahit bagian yang agak tebel, misalnya lipatan2. Saya sendiri sudah beberapa kali mematahkan jarum di mesin portable (bukan mini) saya. Mungkin saya aja yang ndableg, main hajar aja jaitnya.

Saya pernah lihat mesin mini-mini ini di acara emak-emak moderen di stasiun televisi swasta. Emang lucu sih bentuknya, mungil, jadi nggak makan tempat. Dikombinasi dengan harga yang jauh lebih murah dibanding mesin jahit portable (bukan mini), mesin ini jadi banyak dilirik emak-emak yang juga pengen mulai jahit-menjahit. Dan ternyata, mesin mini-mini ini banyak juga merk dan tipenya, salah satunya ini dia nih..

Lucu kan... unyu-unyu banget.. Konon katanya mesin ini adalah mesin terlaris di USA tahun 2010. Benarkah? who knows..

Setelah penjelajahan lebih jauh, ternyata merk2 ternama seperti janome, singer, butterfly, dll ada versi yang mini portable juga. Dan yang mini-mini tersebut dirancang untuk anak-anak dan pemula, karena lebih aman (kecil kemungkinan tertusuk jarum). Berdasarkan beberapa artikel, sepertinya sang juara dari yang mini-mini ini adalah si mini merk janome, yang harga amazon-nya sekitar USD 70 (nyaris sejuta rupiah).

Agak melenceng dari tujuan penjelajahan awal, ternyata eh ternyata di amrik sono anak2 kecil dari usia 5 tahun udah mulai diajarin pake mesin jait sendiri lho.... hebat ya.. alasan emaknya, daripada ngerusakin mesin jait emaknya dan takut ketusuk jarum, dibeliin deh mesin jait yang mini2 yang lebih aman. hihihi... Bocah2 saya yang usianya 2 taun juga udah mulai usil kalo ngeliat emaknya lagi jait. Ambil kain sisa potongan, trus ditaroh di deket mesin jait sambil bilang "Jait, jait". Hehe, tapi saya belum ada hasrat buat beliin mereka mesin jait. Selain masih kecil, beliinya juga langusng 3 buah pula... Pusing pala emaknya... :)

BTW, ini penampakan mesin jait buat anak2.



Mirip ama gambar yang sebelumnya yaa...

Ngemeng-ngemeng tentang mesin jait buat anak... Jadi inget, dulu pas SD pernah dikado mesin jait kecil sama ibuku. Dan sepertinya, tu mesin jait nggak pernah dipake deh... Cuman dipajang di meja belajar, sampai akhirnya dijual pas pindahan ke jawa... Huhuhuhu... kalo aja ngerti barang itu ternyata bisa buat bikin tas, dompet, dll.. Belum dapet hidayah sepertinya :)

Hampir sama nasibnya sama mesin jait yang sekarang sy punya. Dulu dibeliin papanya anak2, pas masih cuman berdua-duaan. Tuh mesin bertahun2 tinggal di kerdus, cuman sesekali dikeluarin pas ada baju yang jahitannya lepas. Sampai akhirnya, saya dapet hidayah beberapa minggu sebelum bocah-bocah lahir, mesin ini akhirnya menghasilkan clodi-clodi handmade. Lalu ada tempat pensil, wadah mukena, clutch lucu, tas selempang anak, baju dress anak, mukena anak, cover buat organizer box, tatakan piring dan lain lain...

Yes, sewing is my new thing now.. :)

Tuh kan jadi ngelantur. Balik lagi ke mesin jahit mini portable, dikembalikan lagi ke fungsinya nanti. Kalau hanya dipakai buat belajar "regedek-regedek" sih oke aja.. tapi kalo yang udah suka njait, mesin ini pasti nggak cukup buat memenuhin hasrat creating something. Untuk saya sendiri, saya beruntung tidak mengenal mesin mini-mini ini sewaktu beli mesin jahit, jadi nggak tergoda untuk pindah ke lain hati.


March 12, 2015

Our Triplet : Renang

Senengnya liat triplet seneng...  Apalagi karena mereka juga seneng ama hobinya papa n mama... Which is swimming!!! Yay!!  Di usia mereka yang hampir 2 taun ini, udah lebih dari 5 kali kami ajak mereka ke kolam renang umum. Dan selalu ada yg nanya, kembar tiga? Cowok semua? Duh, gara-gara antingnya pada copot semua, jadinya dikira cowok deh. Ato mungkin gara2 model baju renangnya yang terkesan boyish ya? Ungu tua polos, one piece (maksudnya terusan), bagian bawahnya model celana pendek dan ga pake renda2an. Yah kayak model baju selam, tapi lengan dan celananya pendek. Emang sih dipikir2 nih baju ga ada kesan cewe2knya sama sekali... Tapi, bukan tanpa maksud sy pilih model ini.. Alasannya cuma 1, biar ga kedinginan. Hehe, rada aneh mungkin, toh ntar ujung-ujungnya basah juga. Tapi yah setidaknya bisa sedikit menahan angin. Tambah bingung? Yah sudah, anggap saja masalah selera.. :)

Di setiap kolam renang yang kami datangi, pasti ada aja anak umur sekitar 3-4 tahun yang ga mau diajak renang sama orangtuanya. Rata2 bilang gini "Tuh adek aja nggak takut..." Hehe, triplet udah jadi role model. Emaknya jadi rada besar kepala nih..

Tapi setelah diamati dari kesemua anak yang ga mau renang itu, ada satu hal yang serupa. Kayaknya ortunya kurang terlibat sama kegiatan anaknya. Ada yang dengan muka tegang dengan nada memaksa. Yah, gimana si anak mau enjoy kalo ortunya sendiri ga hepi. Trus ada juga yang cuek bebek, udah tau dari sebelum masuk kolam si anak bilang nggak mau eh tetep aja diajak nyemplung. Ya nangis lah tuh bocah. Bisa2 trauma tuh anak...

Dan kayaknya satu lagi yang jadi faktor utama. Yaitu pelampung... Soalnya rata2 ortu ngebujuk anaknya gini "kan ada pelampung." Not really a good choice, i think.  Iya sih pelampung bisa bikin anak aman, tapi mereka bisa lebih hepi tanpa pelampung. Dari yg kualami bersama triplet, mereka lebih seneng kalo dipegang langsung sama mama papanya. Mukanya lebih sumringah, badannya lebih aktif, ketawanya labih banyak. Kecuali kalo mereka ngarasa capek ya, pengennya masuk ke zona aman dengan si pelampung.

Bagiku sih, kepercayaan antara ortu & anak lah yang paling penting. Si anak percaya kalo mereka aman bersama ortunya. Dan ortu juga percaya kalo si anak bakal seneng renang bareng mereka. Jadi jurus andalanku ngajak triplet renang, ya dengan dipegang sendiri, and just have fun! Tertawalah bersama mereka, ketimbang menyuruh mereka tertawa.

Aku inget pas triplet berusia sekitar 6 bulanan. Banyak yang nanya, kapan triplet diajak renang? Waktu itu sih belum terbersit sedikitpun untuk ngajak mereka renang di usia sekecil itu di kolam renang. Lha mana ada kolam renang air anget di jakarta?? Iya sih, ada banyak tempat spa bayi di jakarta yang nyediain kolam "khusus" buat bayi. Cuman.... Ban leher-nya itu lho yg bikin sy ilfil. Terlihat dipaksakan dan bayinya kayak dicekek. Hehe,  Itu menurutku pribadi sih ya... Ga pernah ngalamin langsung soalnya...

Sebenernya ngiler banget sama yang namanya aquatic baby.. bayi2 diajarin renang, ada yang udah bisa nyemplung dengan mata terbuka dan mulut yang tersenyum. Aih.. Senengnya kalo bisa ngelesin triplet di aquatic baby ini. Cuman biayanya bo'.... Amat sangat tidak sesuai dengan budget yang ada, mana jauh pula.

Yang bikin sy naksir berat sama aquatic baby ini, karena metode-nya yang masuk akal banget. Bayi-bayi dikenalkan air sesuai umur dan reflek natural mereka. Dan juga, diutamakan orangtua lah yang mengajarkan anaknya untuk mengenal air. Inilah yang paling penting,  ikatan orang tua-anak yang diutamakan. Nah kalo pake ban leher di spa baby, kayaknya ga ada bondingnya deh... Sekali lagi, itu asumsi ane ya...

Namun apa daya, isi kantong terbatas, tak ada rotan akar pun jadi. Aha! budenya triplet punya kolam renang portable (ditiup) ukuran 2m x 3m x 50cm yg jarang pake. Akhirnya, di usia 12 bulan, triplet pun dikenalin renang  pake kolam budenya di samping jemuran.  Yang penting bisa air anget, mama papa juga bisa ikut nyemplung and having fun. Dimulai dengan ngisi air kolam, trus masukin bola2 dan mangkok2 warna warni. Triplet udah keliatan antusias. Dilanjut dengan maen air di kolam, lengkap dengan seperangkat kebahagiaan.. Ceileh bahasanya..

Alhasil, sukses...  Triplet seneng banget dan terlihat nyaman di air. Senyam-senyum, ketawa-ketiwi, kakinya pun ikut nendang-nendang waktu meluncur di permukaan air dengan dipegang mama n papanya.

Tapi, triplet ternyata pernah takut juga pas nyemplung di air. Ga sampe nangis sih, tapi mukanya keliatan tegang gitu. Kebetulan waktu itu udah lama banget ga renang. Mungkin mereka udah lupa asyiknya nyemplung di kolam renang. Jadi, kembali lagi deh ke pendekatan awal. Tapi berhubung lagi ga bawa mainan, pendekatannya cukup digendong aja sambil diajak bercanda. Lumayan agak lama sih penyesuaiannya, apalagi airnya dingin (ga anget). But in the end, mereka malah ga mau udahan renang. Kikikiki...

Jadi, sekarang papanya berikrar, akan mengajak renang triplet setidaknya sekali dalam sebulan. Meskipun akhirnya kelewat sampe 2 bulan. Hehehe...

Sehat terus ya nak... Supaya kita bisa renang kapanpun... Amin...

August 31, 2014

Our Triplet : Clodi


Pengen tau cerita tentang para triplet? Silakan berkunjung ke coret-coretan edisi “Our Triplet” di sini.

Yak, saatnya membahas popok. Dulu pas hamil, saya sempet njahit clodi sendiri dengan niat untuk dipakaikan ke triplet nantinya setelah lahir.
.
Jadi, awal-awal lahiran, sampe usia satu bulan, para triplet masih pakai popok tali. Alhasil, cuciannya bok… nggak cuman bejibun, tapi segunung.
.
Usia 2 bulan, nyobain deh clodi ke para triplet. Tapi… kegedean sodarah-sodarah… Jadi beralih ke popok sekali pakai (pospak). Untungnya ada temen yang ngasih tau tentang produk pospak yang beda dari yang lain. Happy Nappy, baby pad (bukan iklan lho ya). Jadi modelnya kayak pembalut wanita, yang direkatin ke popok kain. Jadi lumayan breathable. Murah pula, satu bijinya nggak nyampe seribu perak.
.
Nah di usia 3 ini, baru mulai rajin lagi pake clodi. Jadi, untuk siang pake clodi, malam make baby pad. Tetep ya pake baby pad, soalnya bukan apa2. Koleksi clodi-nya belum mencukupi untuk para triplet. Ada yang mau nyumbang? :) Berdasarkan survey sana sini lewat mbah gugel, saya milihin buat para triplet, merk Pempem dan Cluebebe. Pengen nyoba Enphilia sih, kayaknya enak dipake. Tapi nunggu gajian bulan depan dulu deh.
.
Lho, clodi hommade-nya gimana nasibnya? Na… kalo clodi hommade dipakenya buat pagi menjelang mandi dan sore menjelang mandi. Dengan insert dari anduk bekas yang dipotong-potong, lumayan, untuk 1-2 kali pipis belum tembus sampe luar. Penampakannya begini sodarah-sodarah
.
Cukup puas lah, dengan bahan seadanya bisa dimanfaatin jadi clodi merk mama triplet. Ada yang mau pesen? :)