March 12, 2024

Perfect

Tidak ada yang sempurna katanya. Tapi tidak menurutku.  Di  mataku dia begitu sempurna. Dia yang selalu benar. Dia  yang serba bisa. Dia yang sangat produktif. Dia yang menyimpan dan menyelesaikan masalahnya sendiri. 

Tapi satu yang benar, aku jauh dari sempurna. But, I'm trying so hard, to be perfect just like you. It might be easy for you to do all that stuff perfectly. How can you be so effortless handling so many things. While I'm the one who always messed the things up, no matter how hard I try. 

No wonder, why I always be the one who always be blamed,  for a single mistake I've made. I should've just take it. Just like the other time. But sometimes it drown me in tears. When all the effort I spent for it, wiped away by mistakes I've made. And all you can see is just how careless I am. And you have to remind me all over again, just to make sure I get it.

And in the end, inspite of hundred matters you have to handle, my feelings might be not a big deal for you. Or maybe just a burden for you.

To my perfect husband, "Sorry"  might not settle the thing down and erase your mad at me. But I  hope you see my efforts, more than you see my mistakes. 

March 08, 2024

Keran

Bagaikan keran yang tak lagi tersumbat, kini hasratku kepadanya tak terbendung. Kerinduan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Rasa haus akan sentuhan tubuhnya. Semua baru kurasakan kepadanya dalam beberapa bulan terakhir. Seakan tak peduli apakah dia akan menyambut rasa ini atau tidak, I just do what i wanna do.

Beberapa hal memang sangat ingin kulakukan sejak dulu. Namun aku terlalu takut untuk memulainya. Atau lebih tepatnya, terlalu gengsi. Tanpa kusadari, 15 tahun sudah kulalui dengan keangkuhan itu. Dan pada satu titik akhirnya aku tersadar, apa lagi yang aku tunggu? Apakah aku sanggup menanggung penyesalan jika ternyata waktu kami bersama tak lagi panjang.

Hari demi hari kuberanikan diri membuka tirai keangkuhan yang manghalangi langkahku untuk menyentuhnya. Sedikit demi sedikit, aku memulainya. Memang canggung pada awalnya. Tapi aku menyukainya. Aku menikmatinya. Kenikmatan yang dulu hanya dapat kubayangkan, kini aku mulai menggenggamnya. Dan ada kebahagiaan yang luar biasa ketika ternyata dia pun menikmatinya. 

Entah sampai kapan aku akan bertahan menjadi diriku yang sekarang ini. Apakah aku akan kembali menjadi diriku yang seperti dulu? Mungkin saja, tapi tolong jangan biarkan hal itu terjadi. Aku tak mau. Setidaknya tidak untuk saat ini. Aku masih menginginkan hasrat ini terus mengalir. 

Dan di saat yang sama aku pun tersadar. Betapa jahatnya aku. Betapa aku telah mengabaikannya selama 15 tahun sebelumnya.

Teruntuk suamiku. Maafkan aku. Sungguh, maafkan aku.

February 19, 2024

Time For Us

19 Februari 2024


40 lokasi = 40 kali perjalanan dinas = 40 minggu

Andaikan semua lokasi itu harus sudah tuntas dikunjungi dalam 1 tahun, artinya hanya tersisa 14 minggu dia menghabiskan waktu di Jakarta. Itu pun belum worst casenya yang bisa aja tambah lokasi, atau tambah durasi sampai 2 minggu per lokasi. Dan belum lagi dipotong hari untuk kegiatan golf-nya yang penting itu. Kesimpulannya, kesempatan bagi kami untuk meluangkan waktu bersama hanyalah setipis lembaran pink di buku nota. Dan mau tak mau, aku harus merelakannya.

Sedikit berlebihan? Bisa jadi. Tapi sebenernya ini self defense mechanism dariku, agar aku tidak mengharapkan waktu yang lebih banyak darinya. Karena aku tak mau kecewa. Anggap saja LDR.

But, knowing you'll not gonna be here for the most of time, it breaks my heart. Aku tahu tidak kehilangan dia, aku hanya kehilangan waktunya untuk bersama kami. Namun ini membangkitkan ingatanku saat aku masih kecil. Saat di mana aku bertanya-tanya, mengapa ibuku bisa sebegitu sedihnya saat ditinggal ayahku dinas ke luar kota. Dan kini aku mengalaminya. 

Lalu aku ingat, saat dimana karir ayahku mulai menanjak naik. Beberapa acara pelantikan, kami diajak untuk menyaksikan betapa besarnya sosok ayah kami di mata kami yang kecil. 

Ingatan kembali bergulir, dimana tak lama, ayahku meninggalkan kami.

Sejujurnya, sejak dulu, aku selalu dibayang-bayangi oleh kehidupan keluargaku. Ibuku dan kedua budhe-ku. Ajal memisahkan mereka dengan suami tercintanya, dan harus merawat anak-anaknya sendirian. 

Kebetulannya lagi, kemudian nenekku dan nenek dari suamiku pun harus hidup tanpa suami di kehidupannya yang senja. Mambuatku mengambil benang kesimpulan, bahwa sangatlah umum terjadi jika sang suami lebih dahulu dipanggil yang maha kuasa. 

Perpisahan memang suatu keniscayaan. Karena kita tak tahu kapan ajal menjemput. Bisa jadi dia yang meninggalkanku terlebih dahulu, atau pun sebaliknya. 

Sehingga dalam relung hatiku, aku selalu berfikir harus siap untuk kehilangan nya suatu saat nanti. Dan hal sebenarnya mendasari motivasiku untuk menjadi working mom, dan untuk bisa mandiri.

But, we'll never know what happen next. Aku hanya perlu melakukan yang terbaik selama waktu itu masih ada. Dan aku tak akan menyia-nyiakan waktu yang berharga ini. Agar aku tak kecewa di kemudian hari.

And I pray for the best happen to all of us. You, me and our daughters.

February 17, 2024

Good Enough For You

14 February 2024

Hari ini aku menyaksikan betapa cekatannya dia saat bertugas menjadi KPPS. Praktis hampir seluruh fungsi dijalankan olehnya. Mulai dari membagikan kertas suara, nempelin Kertas Pemungutan Suara, nggeser - nggeser meja, membuka Kertas suara satu per satu, mengumumkan hasil suara pemilihan, dan lain sebagainya. Hampir tak terlihat waktu dimana dia duduk santai di kursinya, sementara anggota KPPS yang lainnya masih sering terlihat duduk dan mengamati.

Namun aku tak dapat pula menuntut kontribusi lebih dari mereka. Karena aku pun tahu betul sifat dari suamiku ini. Dia yang selalu menginginkan segala sesuatunya dapat  selesai dengan cepat. Betapa dia sanggup melakukan semuanya sendiri. Sehingga seringkali ia tampak lebih dominan dibandingkan yang lain dalam setiap kegiatan.

Meskipun begitu, melihatnya jungkir balik seperti ini rasanya menghancurkan hatiku. Rasanya ingin berteriak " Someone, please give him a hand! At least you could do this or that! ". Suamiku ini juga manusia lho, dia bisa juga capek. Dan pastilah dia capek setengah mati. 

Namun sekali lagi, aku tak akan menyalahkan mereka, ataupun mengharapkan kerjasama yang lebih baik dari mereka. Aku hanya bisa mengharapkan kesehatan untuk suamiku. Semoga lelahnya hari ini dapat memberikan kontribusi y ang terbaik untuk negara. 

Hanya segelas STMJ yang dapat terpikirkan olehku untuk dapat menjadi sumber tambahan stamina untuknya. Maka sore itu, kubulatkan hatiku untuk mengirimkan segelas STMJ untuknya. Meskipun bisikan untuk mengurungkan niat ini sempat beberapa kali mengoyahkan hati ku memberatkan langkahku, tapi keinginanku untuk berkontribusi sangatlah besar. Aku ingin menjadi support system untuk suamiku. Dan betul saja, malam itu aku pun tak bisa tertidur hingga dia pulang dengan aman di rumah. 

Kontribusi. Kadang inilah yang sering mengganggu pikiranku. Dia yang selalu serba bisa. Entah itu peran sebagi suami, ataupun peran sebagai bapak rumah tangga. Mulai dari mencari nafkah, benerin genteng, benerin keran, belanja ke pasar, memasak, nyuci, nyetrika, daan lain sebagainya. Hampir tak ada yang tidak bisa dikerjakannya.

Membuatku bertanya pada diriku. "Apa kontribusimu sih? Kalaupun ada, kayaknya nggak gede gede amat." Pikiran ini kadang membuatku merasa kecil, tidak berguna. Seperti yang pernah kukatakan padanya via WA. Dan dia hanya membalas "Ngawur.

Pernah suatu saat dia menyadarkanku betapa aku lalai menjalankan tugasku saat di ranjang. Ya, kurasa dia benar. Entah bagaimana bisa kita menjadi sedingin itu satu sama lain. Sementara yang sebenarnya yang kita inginkan adalah sama sekali kebalikannya. Ku inginkan kelembutan dan perhatiannya. Dia pun menginginkan sambutan hangatku.

Padahal tak jarang pula aku membayangkan bercumbu dengannya, mencoba segala hal yang belum pernah kita lakukan. Salahku, aku selalu menunggunya melakukan semua hal tersebut. Sementara aku, terlalu takut untuk memulai sesuatu. 

Perkataannya telah menamparku, menyadarkanku bahwa kebahagiaan harus diusahakan. Dan selama ini aku terlalu malas untuk berusaha. Terlalu sibuk mendengarkan bisikan yang menggoyahkan niatku. " Malu dong" .  " Ah kayaknya dia nggak suka deh". " Udah lah, lain kali aja". Dan aku pun kembali menjadi wanita yang sedingin bunga es di freezer kulkas.

Aku tidak ingin kembali menjadi wanita seperti itu. Mungkin aku belum sepenuhnya menjadi wanita yang hangat.  Namun setidaknya aku sudah sedikit mencair menjadi sedingin air galon mode cool. Lagipula, perubahan yang baik tidak pernah instan bukan?

To my husband, I want to be good enough for you. And, please help me to be one.




December 14, 2023

Piece of My Heart ~ Season 2 ~ Ch 12

<<prev part

9 Oktober 2008. Besok kami akan menikah. Aku tersenyum membaca undangan pernikahan kami. 

Ratih & Totok.

It's finally happening. Setelah apa yang telah terjadi. Rasanya baru kemarin kami berkenalan di lapangan sepak bola. Bahkan rasa pedih yang kurasa saat kulihat ia bersama Indah, masih terpatri jelas di ingatanku. But tomorrow, he'll be mine for sure.

HP ku berdering. Ada pesan SMS masuk. Ini dari Bima. Seorang teman se-angkatan di perusahaan tempatku bekerja.

"Tih, gimana kabarnya. Jadi nikahnya?" tanyanya.

"Baik Bim.. ya jadi lah... gimana kabarnya, dimana sekarang?" jawabku.

"Baik juga. Di pelosok hutan nih T_T. Semoga lancar ya besok. Rasanya baru kemaren kita diklat bareng ya. Eh kamu udah duluan aja. Wkwkwk" 

"Aamiin.. makasih ya Bim. Iya ya, jadi inget kita jalan-jalan bareng di kebon teh, trus makan bakso di depan udiklat.." 

"Hehehe, iya.. Tih, kangen.."

Aku termangu membaca kata terakhir darinya. Kata yang menurutku kurang wajar ditujukan kepada teman lawan jenis yang akan menikah esoknya. 

Hanya sebuah emoticon senyum yang kuberikan sebagai balasan. Karena aku tak tahu harus menjawab apa. Dan pembicaraan kami terhenti di sana. 

Esok, aku sudah menjadi Nyonya Totok. Pria yang kuimpikan menjadi imamku. Ku yakin akan ada banyak cerita dan tantangan setelah ini. Dan aku tak dapat memperkirakan akan sekuat apa ombak yang akan kami arungi bersama nantinya. Namun tak sedikitpun aku ragu atau pun takut menghadapinya.

<<prev part

Piece of My Heart ~ Season 2 ~ Ch 11

<<prev part   next part >>

"Hai Totok, kenalin, aku Wati." jempolku menari di atas keypad HP Nokia milik ibuku. Lalu kutekan tombol kirim.

Beberapa hari yang lalu ibuku memiliki ide aneh buat ngerjain Totok. Dia bilang, "Dek, coba kita SMS mas Totok yuk, pake HP mama. Pura-pura aja ngajak kenalan, kita lihat responnya kayak apa nanti." Kebetulan ibuku baru saja pulang dari ibadah haji, dan beliau masih memiliki nomer seluler yang dibelinya di Mekah. Sehingga Totok tidak akan menyadari bahwa ini adalah SMS dari kami. Aku pun mengiyakan saja tanpa ragu. 

Nada dering khas Nokia terdengar. Sebuah pesan masuk. 

"Maaf, ini siapa ya? Tahu nomerku dari mana?" isi pesan dari Totok kubacakan, dan ibuku pun ikut menyimak.

"Dijawab apa ini Ma?" tanyaku kepada ibuku. 

Kami berdiskusi sebentar, kemudian aku melanjutkan menuliskan SMS di HP.

"Aku dapet nomermu dari temenku. Boleh kenalan nggak?" aku tersenyum sambil menuliskan kata per kata.

Beberapa percakapan kami lanjutkan. Aku mengenalkan sosok Wati kepadanya, dan Totok pun mengenalkan sosoknya kepada kami. Rasanya aku mulai mengerti arah tujuan ibuku melakukan prank ini kepadanya. 

"Totok, mau nggak kalo kita ketemuan?" pertanyaan ini agak membuatku khawatir tentang apa yang akan dijawabnya. 

Agak lama kami menunggu jawaban. Namun akhirnya HP ibuku berdering kembali.

"Bisa aja. Tapi sebelumnya maaf, aku udah ada calon." aku membaca isi SMS-nya sambil tersenyum. 

Calon. 

Definisi kata "pacar" yang selalu terpatri di pikiranku sejak SMA adalah calon suami. Dan dia baru saja mengumumkan ke orang yang baru saja dia kenal, bahwa dia sudah punya calon istri. Aku berharap kelak dia benar adalah jodohku.

Ibuku memutuskan untuk menghentikan pembicaraan dengannya. Kurasa dia sudah mengambil kesimpulan. 

Sejak aku memberi tahu ibuku tentang hubunganku dengan Totok, beliau tampak tidak begitu setuju akan hubungan kami. Baru kuketahui belakangan, bahwa ini adalah salah satu ujian yang selalu diberikan ibuku kepada siapapun yang akan menikahi anaknya.

Syukurlah, ujian kali ini dapat kami lewati dengan baik. 

<<prev part   next part >>

January 08, 2018

Our Triplet : Ayo ke Perpusnas!!

 

Beberapa minggu ini, sy nemu info kalo ada spot asyik buat anak-anak di perpustakaan. Ish, perpustakaan, cape deh... Eits, jangan antipati dulu.... Asyik loh, nongkrong di perpstakaan. Meskipun sekarang rate membaca buku saya sangat rendah (1 buku/tahun), saya punya kesan tersendiri terhadap buku. Buku lho ya, bukan artikel di internet.. Dari saat koleksi komik saya yang selalu bertambah setelah pembagian rapor atau ulang tahun, atau saat saya menyewakan komik-komik itu dengan biaya 50 rupiah per buku, atau saat saya ngubek-ubek rak di perpus SD untuk menemukan harta karun (buku baru), atau saat nongkrong di perpus SMP bersama sohib, atau saat saya berandai-andai punya perpustakaan sendiri dengan taman hijau yang luas untuk lokasi membaca, atau pun saat saya jadikan buku-buku untuk ngganjel jok mobil.

Nah, kenangan2 itu yang sekarang mau sy tularkan ke anak-anak. Membaca itu menyenangkan lho!! Karena sekarang mereka belum bisa baca, kami-lah yang tugasnya ngebacain buku-buku itu ke anak-anak. Minimal mereka udah mulai excited..

Singkat cerita, berdasarkan penelusuran ke sana ke mari, ada nih perpustakaan yang kids friendly, dan gratis ya sodara-sodara (ini mah kudu mesti).
Jam Buka Layanan Koleksi Anak
Letaknya di sini :
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, 
Jalan Medan Merdeka Selatan No.11,
Daerah Khusus Ibu Kota, Jakarta 10110
Lantai 7: Layanan Koleksi Anak

Jam Buka Layanan Koleksi Anak
Senin - Jumat  : 8.30  s/d  16.00
Sabtu - Minggu : 09.00 s/d 16.00
Libur Nasional Tutup



Kami kesana hari Sabtu, karna info yg kami dapat, minggu tutup. Eh ternyata minggu buka juga lho!! Mungkin banyak masukan, harusnya public services buka terus dong ya... Sampe sana jam setengah 11. Udah lumayan rame, ada juga yang udah mau pulang. Parkirnya di Basement, trus naik Lift. Disini nih repotnya, akses ke dan dari parkiran Basement harus pake lift, (atau bisa aja sih kami yang nggak tau) jadi harus ngantri dan lumayan berdesakan di lift-nya. 
Lantai 1-24 Perpusnas

Kalau mau ke Layanan Koleksi Anak, bisa langsung ke lantai 7. Nggak perlu pakai daftar. Tinggal tulis di buku pengunjung doang di pintu masuk Layanan koleksi anak. Oya, di dalam nggak boleh makan ya.. trus, tas2 dititipkan di loker atau ditaruh di rak yang sudah disediakan. Yuk cus, kita liat aja live reportnya...

Dipilih, dipilih..
 

Udah pilih bukunya, mari kita baca..

Nah, nemu nih spot yang bikin mager. Gimana nggak males gerak, geser dikit udah direbut orang lain 

Capek mbaca, mari kita eksplorasi diri di panggung :)

Ruangannya luas, nyaman, dan colorfull


Ada taman outdoornya juga lho. Eh, keliatan tuh ujung monasnya..
Oya, satu lagi yang bikin saya takjub sama Perpusnas Lantai 7 ini. Adalah toiletnya sodarah-sodarah. Iya, toilet duduknya ada yang khusus buat anak2. Jadi mungil gitu, dipake sama anak2 nggak bakal nggantung kakinya, bisa napak di lantai. Tisu gulungnya pun disesuaikan dengan tinggi anak2 balita, jadi pendek gitu.. Sampe2 anak saya minta dianterin ke toilet cuman gara-gara denger testimoni dari kembarannya. Ih, saya salut deh sama yang bikin gedung ini, sampai memikirkan hal ini. Kids friendly bener...

BTW, sebenernya pegen banget mengekslplore isi lantai perpusnas ini satu persatu, mungkin next time yah kalo ga sama bocah..


December 02, 2017

Our Triplet: Kemping yuk!

 Ada yang spesial di weekend ini. Kali ini agenda kami adalah: Kemah. Yuuhuuu!! Papanya kembar kan sering banget tuh berandai2 kemah bareng anak2. Nah.. berhubung sekarang anak2 udah mulai bisa diajak berkoordinasi, hayuk lah kita laksanakan. 


Terus terang, sy (dulunya) bukan termasuk pelajar ataupun mahasiswi yang ikut di kegiatan pencinta alam. Jadi masalah  perkemahan masih buta.. Untungnya kami dikenalkan sama K3I (Komunitas Kemah Keluarga Indonesia). Hampir tiap bulan mereka ngadain event kemah. Dan kebetulan tanggal 1-3 Desember ini ada Big Event kemah di Cibodas. Banyak acara seru, banyak temen baru, tambah deket ama keluarga, tambah deket ama alam.. Ikut dong kami..

Ini acara kemping pertama kami. Alhamdulillah, banyak info dari K3I seputaran persiapan kemah. Jadi ga begitu bingung nyiapin apa2 aja yang harus dibawa..

Persiapan H-1, tinggal cuss...

H-1, semua barang sudah ready masuk di bagasi mobil. Tinggal cus keesokan harinya.. Etapi... Ada info dari bmkg, akan ada badai tropis dahlia yang efeknya sampai ke jakarta dan jawa barat. Kebayang deh efek badai cempaka yang barusan aja memporak poranda daerah jateng & DIY.. Cuman, namanya udah niat ya.. Anak2 juga excited banget mau diajak kemah. Akhirnya, kami putuskan: The Show must go on!! Cus lah kami berangkat subuh2.. 

Ternyata eh ternyata... pas mau sampe lokasi, ada berita di grup WA K3I, kalo acara big event DIBATALKAN. Hah, batal?? Kepalang nanggung ih, dikit lagi udah nyampe. Lanjutlah kami berkunjung ke lokasi..

Eh, pohonnya tumbang, korban badai dahlia kemaren malam...
Kondisi emang ga memungkinkan sih. Di lokasi kemah banyak pohon yang tumbang, area Taman Nasional Cibodas pun ditutup. Pengelola lapangan golf cibodas juga menarik ijin pelaksanaan big event. Tapi.. ternyata masih ada juga loh, yang ngediriin tenda di sana. Padahal kondisi hujan2an begitu. Menurut panitia big event, monggo lah kalo masih tetep nenda, tapi resiko tanggung ndiri yee.. hehe.. ya udah, kami memutuskan untuk menunda acara kemping perdana kami. 
Tetep kekeuh.. :)
Yah sud, daripada pulang dengan hati kosong, kami nikmati aja, apa yang ada. Jadilah anak2 main basah2an, banjir2an. Alhamdulillah, belum jadi kemping, tapi kami udah menyicipi keseruannya.. 
Dapet spot asyik buat main balap sandal sama kakak2 sepupunya.
Ah, kami tak sabar untuk ikut event kemping selanjutnya.. 


Seneng ya nak..? kapan2 kita kemah beneran ya... 



February 27, 2017

Piece of My Heart ~ Season 2 ~ Ch 10

<<prev part   next part >>

2004. "Minggu depan Ernie datang ke Jogja," katanya padaku.

Ernie. Aku pernah dengar kisahnya tentang Ernie. Dia pernah dekat dengan cewek ini semasa SMA. Dan ketika di bangku kuliah, sempat beberapa kali Totok mencoba menjalin komunikasi dengannya. Kesan yang kutangkap adalah, mereka pernah saling suka. Hanya saja Totok tidak pernah berani mengungkapkannya, and Ernie is playing hard-to-get.

"Rencananya mau aku ajak jalan bareng ke Pantai Sundak," lanjutnya.

Kami pun berdebat tentang rencananya ini. But he win his argument.

"Kasihan udah jauh-jauh datang dari Surabaya ke Jogja. Gapapa, nanti juga kan jalannya bareng sama kamu, sama anak-anak juga. Coba bayangin misalnya kamu ada di posisi dia. Dia itu jarang-jarang lho dibolehin sama keluarganya jalan sendirian kayak gini."

He's always being a gentleman. This time I hate it.

"Tenang aja, dia bukan apa-apa. Udah kuanggap adik. Nanti juga toh aku kenalin ke dia, kalo kamu itu calonku. Jadi nggak usah khawatir."

I. Hate. This.

Kenapa sih dia harus pake ngajak Ernie jalan. Ke Sundak lagi. Bagiku, Sundak adalah milik kami. Geng Piramida. Geng dimana aku, Totok dan kedelapan orang yang lain, bergabung buat sekedar ngumpul-ngumpul, ngegosip, belajar, bikin contekan, nyari duit, dan ngabisin duit hasil keringat kita sendiri.

Kenapa sih dia nggak bisa bilang gini "Maaf, aku udah punya calon, dan aku nggak mau nyakitin hatinya dengan jalan dengan kamu"

Dan kenapa aku setuju aja?

Entahlah. Kurasa aku hanya takut mengkonfrontasi keputusannya, takut dianggap kekanak-kanakan, takut dianggap over reacting, takut kehilangannya.

~~

Pagi ini adalah pagi yang aneh. Kami, geng piramida, bakalan jalan-jalan lagi ke Sundak. Tapi bukan senang yang kurasakan. Bagaimana tidak, kali ini aku naik motor boncengan sama Mirna. Dan Totok, dia boncengin siapa lagi kalo bukan Ernie. Katanya, hanya dia yang Ernie kenal di sini. Ngeselin banget kan.

Aku sebel, dia selalu sembunyi di balik jubah Gentleman dan mengatas-namakan kasihan.

Dan aku yakin, kali ini aku nggak akan bisa menikmati perjalananku ke Sundak. Entah apa yang dibicarakan anak-anak tentang situasi ini. Aku yakin mereka membicarakanku dan mencemooh keputusan Totok. Aku pun tak peduli. Aku hanya berdoa, semoga aku sanggup melalui hari ini dengan tegar dan tanpa rasa kecewa. Yang bisa kulakukan hanyalah menunjukkan senyumku pada mereka, meskipun aku tahu mereka melihat sebersit kecemasan di wajahku.

Sepanjang perjalanan, tiba-tiba aku menjadi sosok yang pendiam. Yang ada di benakku hanya, bagaimana nanti aku harus menghadapi sosok Ernie.

Satu persatu lokasi kami kunjungi, gugusan pantai yang telah berkali-kali kuinjakkan kaki di atasnya. Namun kali ini bagiku bagaikan berada di tempat yang asing. Tak sedetikpun aku menikmati perjalanan ini.

Melihat Ernie yang selalu berada di dekat Totok. Ya, hatiku sakit. Namun betapa pahitnya yang kurasakan, aku hanya bisa tersenyum.

Salah seorang dari geng piramida datang menghampiriku dan menepuk pundakku "Sabar ya, Tih."
Hampir saja aku menangis. Namun tidak. Tidak kali ini. Tidak di depan semuanya.

Satu hal yang pasti, i know he'll keep his promises, so i won't give up. Banyak hal yang telah kualami untuk mendapatkannya. Hatiku tak akan lelah mencintainya. And this won't stop me from loving him.

January 23, 2017

Wayback Machine

A tragedy just happend!

I've had lost my blog.

Dulu alamatnya di nyampahyuk.blog.com. Setelah sekian bulan nggak ditilik, tiba-tiba seminggu yang lalu blog itu lenyap. Dan ternyata, seluruh subdomain di blog.com juga lenyap. Yang tersisa tinggal support.blog.com. Berhari-hari saya dibikin pusing gegara ini. Bayangpun, tulisan selama 11 tahun lenyap! Siapa coba yang ga pusing, rasanya pengen nangis T_T.... Mau protes ke siapa coba? Kontak-nya blog.com ga ada.

Oke sy cek dulu, down nggak nih situsnya. Cari di http://www.isitdownrightnow.com/blog.com.html ternyata udah beberapa hari blog.com down. Coba lagi di downornotworking.com/blog.com/ udah sebulan down. Dan ternyata... diliat dari komen2nya, ini situs udah down sejak 6 bulan-an yang lalu. OOOO tidakkk.... Kemana aja saya selama ini???

Oke.... saya coba buka dulu Google Analytic, buat cari tau kapan terakhir kali blogku diakses. Disitu bulan Januari masih ada yg akses ke sana, tapi referral-nya "sharebutton.to" semua. Aneh... Server udah down tapi kok masih bisa diakses. Setelah penelitian lebih mendalam, ternyata terakhir kali yang bener2 akses dari manusia (bukan robot) itu sekitar bulan Oktober.

Lanjut ke masalah utama: gimana nasib postingan2ku??? T_T huhuhuhu....

Baik, coba pake Google Cache, siapa tau bisa diakses... http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache%3Anyampahyuk.blog.com. Wala.. hasilnya zonk... Nangis lagi T_T....huhuhuhu

Di tengah keputusasaan, terombang-ambing terbawa arus ketidakpastian. *halah* . Terbersit secercah harapan. Pake mesin waktu. Iyaa.. mesin waktu... di https://archive.org/web/ kita bisa ngeliat masa lalu dari sebuah situs. Dulu sy inget pernah ngumpulin puing-puing situs-nya Pyramit. Sambil komat-kamit baca bismilah, sy ketik tuh alamat nyampahyuk.blog.com di sana. dannn... Wala.... BISA!!! horray... senengnya ga kira-kira... ^-^ udah bisa senyum

Dari sana, 90% isi postingan sy bisa dibaca dan langsung rekonstruksi ulang di blog ini. Phew.. senengnya, terutama postingan tentang masa2 promil itu precious sekalee... Yang ga bisa kebaca tinggal yang privat2 yang pake password, sama posting yang baru2.

Eh, pas iseng buka pesbuk, ternyata di sana juga pernah tak posting. Ada juga draft postingan yang baru2 tak simpen di Evernote. Yeyyy... senangnya hati ini, semua tulisan sy lengkap sudah..

Trims banget buat masova lewat game Parampaa level 140, yang ngenalin sy dengan mesin waktu. :)